Menghadiri Puncak Acara HGN dan HUT PGRI Ke-72 Di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi

Bismillahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 2 Desember 2017 diberi kesempatan oleh Allah SWT melalui wasilah Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Ciawi Kab. Bogor Drs. Abdul Djalil (Beliau berhalangan hadir) untuk mendampingi Pembina OSIS / Kesiswaan SMP PGRI 1 Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat Bapak Ade Kamaluddin, S.Ag untuk menghadiri Puncak Acara HGN dan HUT PGRI Ke-72 di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi Jawa Barat sebagai perwakilan sekolah Swasta di Kab. Bogor Jawa Barat.

“Dari Bekasi kembali ke Bekasi”

Ya itulah ungkapan yang saya lontarkan di sela-sela pembicaraan bersama Pembina OSIS SMP PGRI 1 Ciawi Bapak Ade Kamaluddin, S.Ag. Pasalnya, karena saya adalah adalah orang Bekasi, orangtua dan keluarga besar saya ada di Bekasi, tepatnya di Kampung Gabus Singkil Desa Srijaya Kec. Tambun Utara Bekasi yang kemudian hijrah ke Kota Hujan Bogor tepatnya di Kp. Cibolang Ciawi Bogor. Dan hari ini dipercaya untuk menjadi delegasi Kab. Bogor dalam Puncak Acara HUT PGRI ke-72 yang diselenggarakan di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi Jawa Barat. Subhanallah…

Pagi ini, Bekasi menjadi kota dengan pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasanya, karena pada hari ini terdapat ribuan guru yang berasal dari kota dan kabupaten dari seluruh wilayah di Indonesia berkumpul di jantung kota Bekasi tepatnya di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi Jawa Barat

Acara yang dihadiri oleh Presiden RI, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jawa Barat, Walikota, Bupati, dan guru-guru dari berbagai wilayah di Indonesia menjadi lebih meriah dengan berbagai penampilan dari Pengurus PGRI, Guru-Guru, Mahasiswa, bahkan Peserta Didik dari berbagai daerah dengan penampilannya masing-masing.

Dalam sambutannya, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo merasa bangga dapat menghadiri dan merayakan HUT organisasi sebesar PGRI sambil mengucapkan “Selamat hari guru nasional, selamat HUT PGRI, dirgahayu PGRI,” ungkap beliau.

Jokowi sapaan akrab Presiden RI mengaku bahwa tidak akan mungkin menjadi presiden tanpa tempaan guru-guru di lembaga pendidikan. “Oleh sebab itu, saya ingin sampaikan hormat takzim saya terhadap guru-guru saya yang telah mendidik saya sehingga saya menjadi presiden,” ungkap beliau sambil bergeser dari podium untuk memberikan salam hormat dengan membungkukan badan di hadapan ribuan guru se-Indonesia dalam hitungan beberapa detik yang kemudian disambut dengan tepuk tangan ribuan guru yang menyaksikan.


Dalam sambutannya beliau juga mengajak kepada seluruh guru untuk menguatkan identitas karakter bangsa dengan disiplin dalam menjalankan tugas.

Di akhir sambutannya, seperti biasa beliau membagi-bagikan sepeda kepada guru yang bisa memenuhi permintaannya. Sehingga tidak dapat dipungkiri ribuan telunjuk mulai diangkat agar bisa terpilih untuk naik ke atas panggung utama. Namun, telunjuk yang telah diacungkan menjadi perkara yang sia-sia, pasalnya sudah ada beberapa guru yang berlarian ke tengah lapangan bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara seorang Ibu Guru yang entah berasal dari mana dengan Paspampres menuju tengah lapangan dan langsung berdiri di depan panggung kehormatan.. Hanya bisa mengatakan “Bapak Ibu Luar Biasa dan Biasa di Luar”.

Alhamdulillah mereka yang naik ke panggung dapat memenuhi permintaan Bapak Presiden RI yang meminta untuk menyanyikan Hymne Guru, menyebutkan nama-nama suku di Indonesia, serta menyebutkan Panca Sila. Sungguh itu Rizki Yang Min Haitsu Laa Yahtasib.

Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa dengan berbagai keunikan serta suka duka yang tidak dapat diuraikan dengan kata-kata hanya dapat dinikmati dan disyukuri saja.

Alhamdulillah selesailah rangkaian acara tersebut. Namun sebelum kembali ke Bogor jangan lupa ngopi dulu, biar gak oleng di jalan.

Pecinta Kopi Sejati SMP PGRI 1 Ciawi Kab. Bogor.

Demikian cerita hari ini. Semoga memberi

Iklan

RUMAH BACA AL-ABROR NAHDLATUL WATHAN KAMPUNG CIBOLANG (Baru Niat)

بسم الله الرحمن الرحيم

Sahabat pembaca, sebenarnya ini hanya “baru niat”, tapi insya Allah mudah-mudahan niat ini dapat terwujud menjadi sebuah kenyataan.

Membaca adalah perintah pertama yang Allah SWT berikan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan menjadi kalimat pertama dari ayat-ayat Al-Qur’an yang pertama kali Allah SWT turunkan.

Banyak sekali manfaat dan keutamaan membaca, karena dengan membaca seseorang akan mengetahui setiap perkara yang belum diketahui sebelumnya. Dengan membaca, seseorang akan semakin mengetahui dan memahami ketidaktahuannya dalam satu bidang ilmu pengetahuan, sosial, agama, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, di tengah masyarakat yang mayoritas sibuk dengan pekerjaan dan aktivitasnya masing-masing, serta semakin banyaknya generasi kehidupan agama, negara, dan bangsa yang akan tumbuh kembang melanjutkan kehidupan manusia terdahulu, kami hadir untuk mengenalkan dan menanamkan minat baca terutama kepada anak-anak usia sekolah dasar dan menengah serta masyarakat umum.

Insya Allah “Rumah Baca Al-Abror Nahdlatul Wathan Kampung Cibolang Ciawi Bogor” akan hadir (baru niat mudah-mudahan terwujud).

Untuk itu, demi terwujudnya Rumah Baca tersebut kami terbuka untuk umum, mudah-mudahan ada di antara sahabat pembaca artikel singkat ini yang ingin ikut serta berpartisipasi dalam menyalurkan bahan baca berupa buku bacaan terutama buku-buku yang bersifat pendidikan dan buku umum lainnya. 

Donasi Buku dapat disalurkan langsung ke tempat sementara “Rumah Baca”, yang beralamat di

Kp. Cibolang Rt. 02/06 No. 22 Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat 16720 (Rumah Haji Aos).

Konfirmasi Donasi Buku Bacaan melalui Tlp/SMS/WA ke :

081310467315 a/n Uje

085691612007 a/n Eka

Atas perhatian dan bantuan bukunya kami ucapkan terima kasih. Semoga setiap huruf, kata, kalimat, paragraf yang dibaca dapat bernilai pahala bagi sahabat yang menyalurkan bantuan bahan bacanya.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilurrasyad

Ttd

Supriyatna

Macam-Macam Azab Kubur

    MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya



1. Diperlihatkan neraka jahannam

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا


“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ
أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ
اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore.
Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.”
(Muttafaqun ‘alaih)


2. Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا
أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ
مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ


Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.”(Muttafaqun ‘alaih)

3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.

Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:

فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ
عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ
الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ،
فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ
السَّاعَةَ


“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya,
jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan
Al-Hakim)

4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ
بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ
يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ
يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي
النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا


“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah
kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu)

5. Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا أَنَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ، فَقُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ فَقَالَ: اللَّوَاتِي
يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ


“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’
Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari
Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.”)

Sebab Mendapatkan Adzab Kubur

Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan seseorang mendapatkan adzab kubur. Sampai-sampai Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam kitabnya Ar-Ruh menyatakan: “Secara global, mereka diadzab karena kejahilan mereka tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak melaksanakan
perintah-Nya, dan karena perbuatan mereka melanggar larangan-Nya. Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengadzab ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya.
Demikian juga, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengadzab satu badan pun yang ruh tersebut memiliki ma’rifatullah (pengenalan terhadap Allah) selama-lamanya. Sesungguhnya adzab kubur dan adzab akhirat adalah akibat kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kemurkaan-Nya terhadap hamba-Nya. Maka barangsiapa yang menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala marah dan murka di dunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam
keadaan demikian, niscaya dia akan mendapatkan adzab di alam barzakh sesuai dengan kemarahan dan kemurkaan-Nya.” (Ar-Ruh hal. 115)

Di antara sebab-sebab adzab kubur secara terperinci adalah sebagai berikut:


1. Kekafiran dan kesyirikan.

Sebagaimana adzab yang menimpa Fir’aun dan bala tentaranya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَوَقَاهُ اللهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ. النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا
غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ


“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras’.” (Ghafir: 45-46)

2. Kemunafikan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا
تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ


“Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar.” (At-Taubah: 101)

3. Tidak menjaga diri dari air kencing dan mengadu domba

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَرَّ النَّبِيُّ n بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا
فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً
فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَا فَعَلْتَ هَذَا؟
قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab disebabkan suatu perkara yang
besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.”
Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan adzab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.”(Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

4. Ghibah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَمَّا عَرَجَ بِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ
وَصُدُورَهُمْ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ
وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ


“Tatkala Rabbku memi’rajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum yang memiliki kuku dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya:
‘Siapakah mereka ini wahai Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia’.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 533. Hadits ini juga dicantumkan dalam
Ash-Shahihul Musnad karya Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu)

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullahu menyatakan: “Sebagian ulama menyebutkan rahasia dikhususkannya (penyebab adzab kubur) air kencing, namimah (adu domba), dan ghibah (menggunjing). Rahasianya adalah bahwa alam kubur itu adalah tahap awal alam akhirat. Di dalamnya terdapat beberapa contoh yang akan terjadi pada hari kiamat, seperti siksaan ataupun balasan yang baik. Sedangkan perbuatan maksiat yang akan
disiksa karenanya ada dua macam: terkait dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan terkait dengan hak hamba. Hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pertama kali akan diselesaikan pada hari kiamat adalah shalat, sedangkan yang terkait dengan hak-hak hamba adalah darah.

Adapun di alam barzakh, yang akan diputuskan adalah pintu-pintu dari kedua hak ini dan perantaranya. Maka, syarat sahnya shalat adalah bersuci dari hadats dan najis. Sedangkan pintu tumpahnya darah adalah namimah (adu domba) dan menjatuhkan kehormatan orang lain. Keduanya
adalah dua jenis perkara menyakitkan yang paling ringan, maka diawali di alam barzakh dengan evaluasi serta siksaan karena keduanya.” (Ahwalul Qubur hal. 89)

5. Niyahah (meratapi jenazah)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِنَّ الْمَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ


“Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya.”

(Muttafaqun ‘alaih)

Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim:

الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِي قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ


“Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.”


Jumhur ulama berpendapat, hadits ini dibawa kepada pemahaman bahwa mayit yang ditimpa adzab karena ratapan keluarganya adalah orang yang berwasiat supaya diratapi, atau dia tidak berwasiat untuk tidak diratapi
padahal dia tahu bahwa kebiasaan mereka adalah meratapi orang mati. Oleh karena itu Abdullah ibnul Mubarak rahimahullahu berkata: “Apabila dia telah melarang mereka (keluarganya) meratapi ketika dia hidup, lalu mereka melakukannya setelah kematiannya, maka dia tidak akan ditimpa adzab sedikit pun.” (Umdatul Qari’, 478)

Adzab di sini menurut mereka maknanya adalah hukuman. (Ahkamul Jana’iz, hal. 41)

Selain sebab-sebab di atas, ada beberapa hal lain yang telah disebutkan dalam pembahasan Macam-macam Adzab Kubur.

Apakah Adzab Kubur itu Terus-Menerus?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata:
“Jawaban terhadap pertanyaan ini:

1. Adzab kubur bagi orang-orang kafir terjadi terus-menerus dan tidak mungkin terputus karena mereka memang berhak menerimanya. Seandainya adzab tersebut terputus atau berhenti, maka kesempatan ini menjadi waktu istirahat bagi mereka. Padahal mereka bukanlah orang-orang yang berhak mendapatkan hal itu. Maka, mereka adalah golongan orang-orang yang terus-menerus dalam adzab kubur sampai datangnya hari kiamat, walaupun
panjang masanya.

2. Orang-orang beriman yang berbuat maksiat, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengadzab mereka dengan sebab dosa-dosanya. Di antara mereka ada yang diadzab terus-menerus, ada pula yang tidak. Ada yang panjang masanya,
ada pula yang tidak, tergantung dosa-dosanya serta ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Syarh Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2123)

Amalan yang Menyelamatkan dari Adzab Kubur

Setelah memberitahukan dahsyatnya adzab kubur dan sebab-sebab yang akan menyeret ke dalamnya, baik melalui firman-Nya ataupun melalui lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia, dengan rahmat dan
keutamaan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan amalan-amalan yang akan menyelamatkan dari adzab kubur tersebut.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Sebab-sebab yang akan menyelamatkan seseorang dari adzab kubur terbagi menjadi dua:

1. Sebab-sebab secara global

Yaitu dengan menjauhi seluruh sebab yang akan menjerumuskan ke dalam adzab kubur sebagaimana yang telah disebutkan.

Sebab yang paling bermanfaat adalah seorang hamba duduk beberapa saat sebelum tidur untuk mengevaluasi dirinya: apa yang telah dia lakukan, baik perkara yang merugikan maupun yang menguntungkan pada hari itu.
Lalu dia senantiasa memperbarui taubatnya yang nasuha antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga dia tidur dalam keadaan bertaubat dan berkemauan keras untuk tidak mengulanginya bila nanti bangun dari tidurnya. Dia lakukan itu setiap malam. Maka, apabila dia mati (ketika tidurnya itu), dia mati di atas taubat. Apabila dia bangun,
dia bangun tidur dalam keadaan siap untuk beramal dengan senang hati, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menunda ajalnya hingga dia menghadap Rabbnya dan berhasil mendapatkan segala sesuatu yang terluput. Tidak ada
perkara yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba daripada taubat ini.
Terlebih lagi bila dia berzikir setelah itu dan melakukan sunnah-sunnah yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia hendak tidur sampai benar-benar tertidur. Maka, barangsiapa yang Allah
Subhanahu wa Ta’ala kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan berikan hidayah taufik untuk melakukan hal itu. Dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Sebab-sebab terperinci

Di antaranya:

– Ribath (berjaga di pos perbatasan wilayah kaum muslimin) siang dan malam.

Dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ
إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ


“Setiap orang yang mati akan diakhiridiputus amalannya, kecuali orang yang mati dalam keadaan ribath di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Amalannya akan dikembangkan sampai datang hari kiamat dan akan diselamatkan dari fitnah kubur.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

– Mati syahid

Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam:

لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ
الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ
وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ


“Orang yang mati syahid akan mendapatkan enam keutamaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala: diampuni dosa-dosanya dari awal tertumpahkan darahnya, akan melihat calon tempat tinggalnya di surga, akan
diselamatkan dari adzab kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang sangat besar, diberi hiasan dengan hiasan iman, dinikahkan dengan bidadari, dan akan diberi kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70 orang kerabatnya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah. Al-Albani berkata dalam Ahkamul Jana’iz bahwa sanadnya hasan)

– Mati pada malam Jumat atau siang harinya.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يـَمُوتُ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ


“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Al-Fasawi. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan dalam Ahkamul Jana’iz bahwa hadits ini dengan seluruh jalur-jalurnya hasan atau shahih)

– Membaca surat Al-Mulk

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

هِيَ الْمَانِعَةُ هِيَ الْمُنْجِيَةُ تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ


“Dia (surat Al-Mulk) adalah penghalang, dia adalah penyelamat yang akanmenyelamatkan pembacanya dari adzab kubur.” (HR. At-Tirmidzi, lihat Ash-Shahihah no. 1140) [dinukil dari Ar-Ruh dengan sedikit perubahan]

– Doa sebagaimana yang telah lalu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari adzab kubur dan memerintahkan umatnya untuk berlindung darinya.

Nikmat Kubur

Setelah mengetahui dan meyakini adanya adzab kubur yang demikian mengerikan dan menakutkan, berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, juga mengetahui macam-macamnya, penyebabnya, dan hal-hal yang akan menyelamatkan darinya, maka termasuk kesuksesan yang agung adalah selamat dari berbagai adzab tersebut dan mendapatkan nikmat di dalamnya dengan rahmat-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَأَمَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ
الْمُبِينُ


“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-Jatsiyah: 30)

قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ. مَنْ يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُ وَذَلِكَ
الْفَوْزُ الْمُبِينُ


“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku takut akan adzab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Rabbku.’ Barangsiapa yang dijauhkan adzab daripadanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat
kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.” (Al-An’am: 15-16)

Adapun nikmat kubur, di antaranya apa yang Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam beritakan dalam hadits Al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu yang panjang:

– mendapatkan ampunan dan keridhaan-Nya. Sebagaimana perkataan malakul maut kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut:

أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ، اخْرُجِي إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٍ


“Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.”

– dikokohkan hatinya untuk menghadapi dan menjawab fitnah kubur.

يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ


“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)

– Digelarkan permadani, didandani dengan pakaian dari surga, dibukakan baginya pintu menuju surga, dilapangkan kuburnya, dan di dalamnya ditemani orang yang tampan wajahnya, bagus penampilannya, sebagaimana yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kabarkan dalam hadits Al-Bara’ yang panjang:

فَأَفْرِشُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ. قَالَ:
فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا وَيُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ. قَالَ: وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ
الْوَجْهِ حَسَنُ الثِّيَابِ طَيِّبُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ
تُوعَدُ. فَيَقُولُ لَهُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ


“Maka gelarkanlah permadani dari surga, dandanilah ia dengan pakaian dari surga. Bukakanlah baginya sebuah pintu ke surga, maka sampailah kepadanya bau wangi dan keindahannya. Dilapangkan kuburnya sejauh mata
memandang, kemudian datang kepadanya seorang yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, wangi baunya. Lalu dia berkata: ‘Berbahagialah dengan perkara yang menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu kamu
dijanjikan.’ Dia pun bertanya: ‘Siapa kamu? Wajahmu adalah wajah orang yang datang membawa kebaikan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang shalih…” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala meneguhkan hati kita di atas kalimat tauhid hingga akhir hayat kita dan menyelamatkan kita dari berbagai fitnah (ujian) dunia dan fitnah kubur, serta memasukkan kita ke dalam jannah-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
======================================================

  Sebab dan Macam-Macam Azab Kubur

Kuburan merupakan tempat singgah kita setelah mati dan tempat kita beristirahat untuk menunggu hari kiamat atau hari pembalasan. Di dalam alam kubur juga, kita sudah dapat mengetahui masa depan kita di akhirat, apakah kita akan masuk kedalam surga atau neraka.

Orang yang beriman dan selalu taat kepada Allah maka dia pasti akan mendapatkan surga sebagai balasannya. Sedangkan orang yang suka berbuat maksiat dan dosa maka Allah akan akan menyiapkan azab yang pedih untuknya.

Sebab dan Macam-Macam Azab Kubur

Azab tersebut tidak hanya akan didapat di neraka, tetapi di dalam kubur juga ada yang mendapatkan azab dan inilah yang dinamakan azab kubur.
Azab kubur ada berbagai macam jenisnya tergantung dosa apa yang kita lakukan. Dan inilah macam-macam azab kubur sesuai dosa yang dilakukannya.


      Sebab-Sebab Terkena Azab Kubur

Rasulullah pernah bersabda dalam beberapa riwayat bahwa kebanyakan orang mendapatkan azab kubur justru bukan karena dosa besar, tapi karena hal sepele seperti mengabaikan kebersihan dan kesucian setelah kencing dan
mengadu domba serta masih banyak lagi hal yang menyebabkan azab kubur diantaranya:

1. Kafir dan Syirik

Dosa syirik adalah dosa yang paling berat azabnya, Allah bahkan tidak akan mengampuni orang yang melakukan dosa syirik apabila dia sudah mengetahui bahwa dosa syirik adalah dosa besar yang tidak diampuni.
Allah menggambarkan azab bagi orang yang kafir dan syirik pada kisah Fir’aun yang tertulis abadi di dalam Alquran.

“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. [QS. Ghafir ayat 45-46]

2. Munafik

Orang munafik adalah orang yang akan mendapatkan siksa kubur dan azab yang pedih di neraka. Untuk itu, janganlah dalam diri kita terdapat sifat munafik yaitu berdusta apabila berbicara, ingkar apabila berjanji dan bila diberi kepercayaan atau amanah maka dia akan mengkhianatinya.

Allah berfirman,

“Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” [QS. At-Taubah ayat 101]

3. Meratapi Jenazah

Apabila ada sanak keluarga kita yang meninggal dunia, maka janganlah kita meratapi kepergiannya. Wajar memang apabila kita bersedih, namun kita tidak boleh meratapinya. Karena jenazah yang diratapi akan mendapatkan azab karena ratapan sanak keluarganya. Dari Ibnu Umar
radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya mayit itu akan diadzab karena ratapan keluarganya.”
[Muttafaqun ‘alaih]

Kemudian dalam shahih Muslim juga disebutkan:

“Mayit itu akan diadzab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.”

4. Tidak Menjaga dirinya Dari Air Kencing dan Suka Mengadu Domba

Adu domba adalah sifat tercela yang harus kita hindari karena salah satu sebab kita mendapat azab adalah karena sifat ini. Selain itu menjaga kesucian ketika kencing juga menjadi hal yang harus diperhatikan, karena Rasulullah SAW bersabda ketika melewati sebuah kuburan,

“Sesungguhnya keduanya sedang diadzab, dan tidaklah keduanya diadzab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau
menjawab: “Mudah-mudahan diringankan adzab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” [Muttafaqun ‘alaih dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma]

5. Ghibah

Ghibah atau membicarakan keburukan seseorang adalah salah satu penyebab azab kubur menimpa kita. Rasulullah SAW bersabda,

“Tatkala Rabbku memi’rajkanku (menaikkan ke langit), aku melewati beberapa kaum yang memiliki kuku dari tembaga, dalam keadaan mereka mencabik-cabik wajah dan dada mereka dengan kukunya. Maka aku bertanya:
‘Siapakah mereka ini wahai Jibril?’ Dia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang memakan daging (suka mengghibah) dan menjatuhkan kehormatan manusia’. [HR. Ahmad dishahihkan Al-Albani]


      Macam-Macam Siksa Kubur

Adapun macam-macam azab kubur adalah sebagai berikut:

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi

Orang yang dipukul dengan palu dari besi di wajahnya adalah orang-orang kafir dan munafik yang mendustakan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda,

“Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa
yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca?” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat
keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” [Muttafaqun ‘alaih]

2. Disempitkan Kuburnya

Seseorang yang disempitkan kuburnya adalah orang yang mati tetapi tidak membawa amal saleh sedikitpun, maka Allah akan mengazabnya dengan dihimpitkan kuburnya dan diberikan teman yang buruk rupa dan busuk baunya.

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya,
jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan
engkau datangkan hari kiamat’. [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan
Al-Hakim]

3. Siksa Mengerikan

Siksa yang sangat mengerikan akan didapatkan oleh penghuni kubur seperti dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah
kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah bertanya kepada Jibril dan Mikail tentang siksa-siksa tersebut,

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab:
“Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya,
dia adalah orang yang telah Allah ajari Alquran, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat.
Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.”. [HR. Bukhari]

Itulah beberapa macam dan jenis azab kubur beserta sebab-sebabnya, semoga dapat menambah ketakwaan kita kepada Allah SWT dan menjadikan kita lebih takut untuk melakukan apa yang dilarang-Nya. Aamiin.

======================================================


  8 Macam Azab Kaum Wanita di Neraka serta Sebabnya


Saudara dan saudari kaum Muslimin dan Muslimat, renungan khususnya untuk para wanita, (HAWA).

Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.
Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.

Beliau menjawab, “Pada malam aku di isra’kan, aku melihat
perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis.

Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

      Rasulullah saw menjawab, seperti ini:

1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, Otaknya mendidih. 2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, Tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala jengking.
4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka.
5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll), sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,”

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, “Mengapa mereka disiksa seperti itu?”

Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung (maaf) pydr adalah isteri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjingialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.”

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

======================================================


  Macam – Macam Azab Kubur Yang Amat Menyedihkan. Renungkan !

  Info seputar macam – macam dari jenis siksa kubur
menurut islam yang perlu muslim ketahui.Alam kubur bisa di katakan sebagai pintu gerbang untuk menuju gerbang alam akhirat.Kelak ketika manusia di alam kubur.Ada dua kemungkinan yang terjadi, Di sempitkan kuburnynta atau sebaliknya kuburnya akan di lapangkan.Semoga kita
termasuk kategori yang kedua kuburanya di lapangkan dan di megahkan.Amin.

Bagi mereka yang dilapangkan kuburnya, Mereka akan bersuka cita dan berharap agar dunia segera kiamat.Ini karena dia telah di perliahatkan oleh allah taala ciri – ciri tempat yang akan ditempatinya nanti.Sebaliknya mereka yang di sempitkan kuburnya mereka akan menangis
tersiksa dan mendapat siksa kubur.Ia juga di perlihatkan secara samar – samar bagaimana rupa tempatnya nanti.Golongan ini berharap agar kiamat tidak segera datang karena tempatnya nanti sudah jelas di neraka !Ada
banyak bentuk adzab kubur yang akan di terima ketika di alam kubur nanti.Diantaranya.


Diperlihatkan Secara Jelas Neraka Jahanamlah Tempatnya

Dari ibnu umar r.a bahwasanya rasullulah bersabda , Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati.Maka akan di tampakan kepada mereka calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore.Bila dia termasuk calon
penghuni surga maka di tampakan kepadanya surga dan apabila dia calon penghuni neraka meeka akan di perlihatkan tempat tersebut di waktu pagi dan sore.Dikatakan kepadanya inilah tempat tinggalmu hingga allah ta’ala membangkitkanmu di hari kiamat.( Muttafaqun Alaih ).

Dipukul Sangat Kuat Dari Palu Dan Besi

Adapun orang kafir ataupun munafik kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya , Apa jawabanmu tentang orang ini ( Rasulullah Saw ) dia mengatakan aku tidak tahu.Aku mengatakan apa yang di katakan oleh orang
– orang , Maka kedua malaikat tersebut mengatakan engkau tidak tahu , engkau tidak membaca kemudian ia dipukul dengan segera dari palu dengan besi tepat di wajahnya dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang di dengar oleh seluruh penduduk bumi kecuali manusia dan jin.
( Muttafaqun Alaih )

Disempitkan Kuburnya , Sampai Tulang Rusuknya Saling Bersilangan Dan Didatangi Oleh Teman Yang Buruk Wajahnya Dan Busuk Baunya 

Dari hadis albara bin azib r.a rasullulah menceritakan tentang orang kafir setelah mereka mati.Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka.Dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka.Maka panas dan uap panas mengenainya. Lalu di sempitkan kuburnya sampai tulang rusuknya
berhimpitan. Kemudia datanglah seseorang yang jelek wajahnya , jelek pakainya dan busuk baunya ia berkata bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu inilah hari yang dulu engkau di janjika denganya ( di dunia ) maka dia bertanya siapakah engkau ? wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan , dia menjawab aku adalah amalanmu yang jelek maka dia berkata wahai rabbku jangan engkau datangkan hari kiamat ( HR.Ahmad An Nasa’i , Ibnu Majah Dan Al Hakim ).

Itulah salah satu dari berbagai macam jenis siksa kubur yang akan orang kafir hadapi nanti setelah kubur. Semengerikanya musibah yang ada di dunia , Anda sudah tahukan seperti apa ? Itu tidak ada apa – apanya di
bandingkan musibah nanti yang di hadapi di alam kubur. Jangan sampai anda dan orang tua anda termasuk salah satu golongan yang kufur , kafir dan disiksa oleh allah karena perbuatanmu di dunia yang mengecewakan. Perbanyaklah ibadah. Ingat shalat 5 waktu itu bukan main –
main dan tidak boleh terlepas jika anda ingin selamat dari siksa api neraka.

======================================================


LIMA JENIS AZAB KUBUR 


Umat Islam Wajib Membaca Artikel ini!

Assalamualikum Wr. Wb..

Sahabat Fillah.., Kali ini kita akan Membahas Lima Jenis Azab Kubur ..

1). Di Perlihatkan Neraka Jahannam

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan
petang.” (Ghafir: 46)
Dari Ibnu Umar c bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasalam bersabda: “Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga.
Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan
kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

2). Di Pukul dengan Palu dari Besi

Dari Anas radiyallahu anhu, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam:
Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa
yang dikatakan orang-orang.”
Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!”
Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang
sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3). Di Sempitkan Kuburnya, Sampai Tulang-Tulang Rusuknya Saling Bersilangan, dan Di Datangi Teman yang Buruk Wajahnya dan Busuk Baunya.

Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib z yang panjang, Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasalam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:
“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka.
Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang
yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya.
Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang
akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan
dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau?
Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia
menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata:
‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR.
Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4. Dirobek-Robek Mulutnya,
 Dimasukkan ke dalam Tanur yang dibakar, dipecah Kepalanya di atas Batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam berkata kepada Jibril
dan Mikail e sebagaimana disebutkan dalam hadits yang
panjang:
“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.”
Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta.
Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang
telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam).
Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia
disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina.
Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba.” (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah z)

5). Dicabik-cabik ular-ular yang besar dan ganas

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda:
“Tiba-tiba aku melihat para wanita yang payudara-payuda ra mereka dicabik-cabik ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh
Muqbil t dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili z.”)

Astagfirullah.. 😥

Semoga Bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ..
Sampaikalah walau satu ayat ..

Ya Allah jauhilah kami dari siksa kubur & berilah kepada kami di hari kiamat Syafa’at Rasulullah Saw…
#Aamiin

======================================================


  3 Jenis Siksa Kubur Paling Menyakitkan, Kamu Harus Tau

Manusia tak nasib untuk selamanya. Bakal ada masa
dimana jiwa berpisah dengan raga ketika malaikat maut datang untuk memisahkan. Seusai fase itu, manusia bakal masuk dalam masa penantian menantikan hari kiamat di alam kuburnya.

Meski belum ada surga dan neraka, tetapi di alam kubur jiwa manusia bakal menerima balasan sesuai apa yang diperbuatnya semasa nasib.
Apabila mereka merupakan hamba yang taat mengerjakan amal kebaikan, maka alam kubur menjadi tempat penantian yang mudah.

Sebaliknya, alam kubur menjadi tempat menyakitkan bagi orang yang selagi nasibnya meperbuat kekurang baikan. Azab dan siksaan yang diterima pun ada bermacam bentuk. Tiap bentuknya layaknya melakoni siksaan pedih di neraka. Lalu apa saja bentuk siksaan yang ada di dalam kubur. Berikut ulasannya.

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi

Siksaan pertama yang dijelaskan Nabi Muhammad SAW merupakan pukulan dengan palu yang terbuat dari besi. Pukulan ini bakal ditujukan pada tahap wajah hingga jeritan mereka terdengar oleh penduduk bumi, kecuali jin dan manusia. Siksaan ini ditujukan terhadap orang-orang yang
mengingkari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Rasulullah bersabda yang artinya: “Adapun orang kafir alias munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu mengenai orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dirinya mengatakan: “Aku tak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tak tahu?
Engkau tak membaca?” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, cocok di wajahnya. Dirinya lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.”
[Muttafaqun ‘alaih]

2. Disempitkan Kuburnya

Siksa selanjutnya adalan disempitkan kuburnya.  Siksaan ini ditujukan terhadap orang yang meninggal dalam kondisi yang tak mengangkat amal kebaikan apa-apa. Allah SWT kemudian menghimpit kuburnya dan bakal didatangkan kawannya dengan kondisi yang jelas dan kurang baik rupa.

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya suatu  pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya hingga tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya,
jelek pakaiannya, dan basi baunya. Dirinya mengatakan: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang bakal menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanapabilan dengannya (di dunia).’ Maka dirinya bertanya:
‘Siapakah engkau? Wajahmu merupakan wajah yang datang dengan kejelekan.’
Dirinya menjawab: ‘Aku merupakan amalanmu yang jelek.’ Maka dirinya mengatakan: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’. [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim]

3. Beberapa Siksaan Mengerikan

Dosa-dosa selagi menjalani nasib di dunia juga bakal dibalas ketika telah berada di alam kubur. Beberapa siksaan bakal menimpa bagi mereka yang meperbuat tak sedikit dosa. Ssemacam mulut yang robek, siksaan di sungai darah, dan siksaan berupa lemparan batu.  Rasulullah SAW bertanya
terhadap Jibril dan Mikail mengenai siksa-siksa tersebut,

“Kabarhukanlah kepadaku mengenai apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab:
“Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dirinya merupakan pendusta. Dirinya berkata dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya hingga tersebar luas. Maka dirinya disiksa dengan siksaan
tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dirinya merupakan orang yang telah Allah ajari Alquran, tetapi dirinya tidur malam (dan tak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dirinya tak mengamalkannya. Maka dirinya disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka merupakan pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dirinya merupakan orang yang makan harta dari hasil riba.”. [HR. Bukhari]

Demikian Tiga Bentuk Siksaan Kubur yang Menyakitkan. Semoga kami rutin terhindar dari bentuk perbuatan kurang baik selagi menjalani kenasiban di dunia. Jadi saat berada di alam kubur menanti kiamat, kami berkumpul dengan orang-orang di sana yang tersanjung.
http://sdengine.com/ga.html

Keistimewaan Shalat Subuh

*SHALAT SUBUH SUNGGUH ISTIMEWA*
*1. SHALAT SHUBUH MENJADI TAMENG DARI NERAKA*
_Rasulullaah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
لا يلجُ النارَ من صلى قبل طلوعِ الشمسِ وقبل غروبها
*”Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).”*

(H.R. Muslim no. 634)
*2. SHALAT SHUBUH SALAH SATU PENJAMIN SURGA*
_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
مَن صلَّى البردَينِ دخَل الجنةَ .
*”Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.”*

(HR Bukhari, 574 – Muslim, 635)
*3. SHALAT SHUBUH DAPAT PAHALA SEPERTI SHOLAT SEMALAMAN*
_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
من صلى العشاءَ في جماعةٍ فكأنما قام نصفَ الليلِ . ومن صلى الصبحَ في جماعةٍ فكأنما صلى الليلَ كلَّهُ
*“ Barangsiapa yang shalat isya’ berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”*

(HR Muslim. 656)
*4. SHALAT SHUBUH MENDAPAT JAMINAN KESELAMATAN*
_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
من صلى الصبحَ فهو في ذمةِ اللهِ . فلا يطلبنَّكم اللهُ من ذمتِه بشيٍء فيُدركُه فيكبَّهُ في نارِ جهنمَ
*”Barangsiapa yang shalat shubuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahanam.”*

(HR Muslim, 163)
*5. BERCAHAYA DI HARI KIAMAT*
_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
*”Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (Isya’ dan Shubuh) menuju Masjid, dengan cahaya yang sangat terang pada hari Kiamat kelak.”*

(HR Ibnu Majah – Tirmidzi)
_Rasulullah Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
*“Barangsiapa menuju masjid pada waktu pagi hari atau sore hari maka Allah akan memberikan jamuan hidangan baginya di surga pada setiap pagi dan sore.”*

(HR. Al-Bukhari, 148 dan Muslim, 669)
*6. SHALAT SHUBUH LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN ISINYA*
_Hal ini berdasarkan keutamaan shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat shubuh adalah lebih baik dari dunia dan seisinya, apalagi shalat shubuh yang fardhu, maka lebih utama lagi darinya._
_Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallaam bersabda :_
ركعتا الفجرِ خيرٌ من الدنيا وما فيها
*”Dua rakaat shalat shubuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya.”*

(HR Muslim – Ahmad)
*7. PARA MALAIKAT MENYAKSIKAN*
_Allah berfirman :_
أقم الصلاة لدلوك الشمس إلى غسق الليل وقرآن الفجر إن قرآن الفجر كان مشهودا.
*”Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).”*

(Al-Isra’ 78)
_Rasulullah bersabda :_
*”Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (shubuh).”*

(HR Bukhari, 137 – Muslim. 632)
*8. SHALAT SHUBUH TOLOK UKUR KEIMANAN*
_Untuk mengukur kadar keimanan seseorang tidak perlu sulit-sulit, cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlasan ataukah riya._
_Rasulullah bersabda :_
أثقلُ الصلاةِ على المنافقينَ صلاةُ العشاءِ وصلاةُ الفجرِ ولو يعلمونَ ما فيهما لأَتَوْهُما ولو حَبْوًا
*“Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak .”*

(HR.Ahmad, disahihkan Al-Albany dalam Al-Irwa’ 2/246)
*9. SHALAT SHUBUH MENDATANGKAN KENIKMATAN MELIHAT WAJAH ALLAH*
_Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia._
_Dari Jarir bin Abdullah berkata :_
كُنَّا جلوسًا عند رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ . إذ نظر إلى القمرِ ليلةَ البدرِ فقال أما إنكم ستَرَونَ ربَّكم كما ترون هذا القمرَ . لا تُضامُون في رُؤيتهِ . فإنِ استطعتُم أن لا تُغلَبوا على صلاةٍ قبلَ طلوعِ الشمسِ وقبلَ غروبِها يعني العصرَ والفجرَ . ثم قرأ جريرٌ : )وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا )
*“Kami pernah duduk-duduk disamping Rasulullah. Tatkala beliau melihat rembulan pada malam purnama, lalu beliau bersabda, ”Kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat rembulan ini. Yaitu kalian tidak tidak berdesak-desakan melihatnya. Jika kalian mampu tidak terlengahkan dari shalat sebelum terbit matahari (shalat Shubuh) dan shalat sebelum tenggelam matahari yaitu shalat Ashar. Kemudian Jarir membaca ayat,” dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (Thaaha:130)*

(HR Muslim, 633)
*10. SHALAT SHUBUH ADALAH KUNCI KEMENANGAN*
_Shalat shubuh adalah kunci kemenangan. Diantara strategi perang Rasulullah ketika menyerbu musuh adalah menunggu datangnya waktu shubuh sehingga Allah memberikan kemenangan kepada beliau. Dari Ma’qol beliau berkata,_ *“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu shubuh.”*(HR Bukhari)
*Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan, ’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia. ’Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat shubuh kalian sama dengan shalat Jumat.”*
Masyaa Allah….

Inilah keistimewaan yang tersembunyi dibalik shalat shubuh. Sungguh merugilah kita yang telah sengaja meninggalkan serta melalaikannya.

Pawai Ta’aruf 1 Muharam 1439 H. Warga Kampung Cibolang Ciawi Bogor Jawa Barat

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah…

Sahabat pembaca yang baik hati, semoga Allah SWT meridhoi. Mudah-mudahan selalu dalam keadaan baik, sehat, dan ta’at terhadap zat yang maha melihat.

Rabu, 20 September 2017 menjadi hari yang cukup bersejarah bagi kami Warga Kp. Cibolang RW 06 Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat. Pasalnya, malam ini bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 1439 H. Atau yang lebih di kenal dengan tahun barunya umat Islam.

Sebagai warga Kp. Cibolang penulis sangat bersyukur atas segala niat dan hajat baik yang dapat terealisasi dalam rangka memeriahkan perayaan tahun baru islam kali ini dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara mulai dari shalat magrib berjama’ah, kemudian disambung dengan dzikir dan do’a, marhaba, shalat isya berjama’ah dan puncaknya adalah pawai ta’aruf atau yang lebih dikenal dengan pawai obor dalam rangka menyemarakan dan memeriahkan tahun baru islam kali ini di Kampung Cibolang Ciawi Bogor. 

Dan ini adalah moment pertama kalinya yang penulis alami selama penulis berada dan tinggal di tempat ini kurang lebih 5 tahun. Bahkan, menurut beberapa warga Cibolang kegiatan ini sudah sangat lama tidak dilaksanakan dan sekarang muncul lagi, bangkit lagi, dengan semangat baru dan luar biasa.

Kegiatan yang diikuti  warga Kampung Cibolang ini mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, bahkan orangtua sangat meramaikan suasana. Wajar, karena ini adalah kegiatan yang baru pertama kalinya diadakan setelah beberapa tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan. 

Kegiatan yang dipelopori oleh pemuda Kampung Cibolang khususnya RW 06 ini sangat ramai dan meramaikan tidak hanya kampung Cibolang melainkan merapaikan kampung-kampung lain terutama daerah yang dilewati dan menjadi rute perjalanan kegiatan Pawai Ta’arup kali ini. Sehingga dalam perjalanan yang dimulai dari pangkalan tempat para pemuda warga kampung Cibolang ini nongkrong sampai ke kampung tetangga naik turun bahkan sampai ke jalan Veteran yang menghubungkan antara Ciawi Cibedug Tapos sampai kembali lagi ke pangkalan sangat disambut antusias oleh warga sekitar, tidak ayal bahkan banyak diantara warga yang rumahnya berada dipinggir jalan yang menjadi jalur pawai tersebut pun merasa penasaran, terhibur, bahkan banyak diantara mereka yang stanby dengan kamera handphonenya walaupun hanya sekedar mengambil gambar (foto/vidio) untuk koleksi pribadi mereka masing-masing. Namun yang jelas kegiatan ini sangat luar biasa mulai dari start perjalanan sampqi kembali lagi. Bahkan, ketika warga melintasi suatu tempat tepatnya di Gang menuju Warung Pala Ciawi, pasukan pawai disambut  petasan oleh warga wilayah setempat sebagai bentuk apresisi dan ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

Dan ada hal yang lebih heboh lagi, ketika pasukan pawai mulai mendekati tempat start perjalanan pawai ternyata jalan tersebut pun sedang dipadati oleh warga kampung sebelah yang juga melaksanakan kegiatan pawai ta’aruf. Sehingga, sangat terasa indahnya kebersamaan dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

Akhirnya, rangkaian kegiatan pawai ta’aruf pun diakhiri dengan menikmati nasi uduk dan beberapa makanan ringan yang telah dipersiapkan oleh beberapa warga setempat dan juga panitia acara.

Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan dan selalu diberi kemudahan dalam perencanaan sampai pada waktu pelaksanaan sehingga indahnya kebersamaan sangat terasa menjadikan kehidupan warga Kampung Cibolang khususnya menjadi lebih barokah. Amin.

Akhirnya, penulis hanya memohon dan meminta kepada Allah SWT semoga kegiatan ini dapat menjadi pengalaman dan pelajaran penting dalam menciptakan harmonisasi antar sesama warga khususnya dan umat islam pada umumnya.

Tetap semangat untuk seluruh warga Kampung Cibolang khususnya para pemuda, remaja, serta anak-anak dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang menjadi syiar Islam di masa yang akan datang.

Mudah-mudahan Allah SWT memberi keberkahan, keridho’an, serta ampunan di setiap langkah perjalanan kita malam ini dan membalas setiap niat baik yang kita lakukan dalan mewujudkan Kampung Cibolang yang menjadi Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur. Insya Allah.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad 

Uje 081310467315. Hatur Nuhun Ka Sadayana!

JANGANLAH SEKALI-KALI KAMI MATI MELAINKAN DALAM KEADAAN BERAGAMA ISLAM

بسم الله وبحمده

الحمدلله وكفى وسلام على عباده الذي نصطفى

Sahabat pembaca yang diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal ‘afiyat dan terus semangat dalam menjalani kehidupan di dunia sebagai persiapan kita dalam menuju kehidupan setelah kematian.

Pada kesempatan kali ini, kembali saya memposting sedikit pelajaran khususnya untuk diri saya pribadi dan mudah-mudahan bermanfaat untuk sahabat pembaca pada umumnya.

Dalam rangka melaksanakan dan mempertahankan agenda ta’lim dua minggu sekali yang diusung dan dipelopori oleh Pemuda Kampung Cibolang, tepat hari ini Minggu 3 September 2017 yang bertepatan dengan 12 Dzulhijjah 1438 H. Ta’lim kali ini dilaksanakan di rumah Alm. Bapak Uyung yang beberapa hari lalu telah dipanggil oleh Allah SWT, mudah-mudahan Allah SWT menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, menerangkan kuburnya, dan menjadikan kuburnya sebagai bagian dari taman surganya Allah SWT. Alfatihah…

Sahabat pembaca yang tercinta, dalam menjalani kehidupan di dunia ini ternyata Allah SWT telah menetapkan beberapa ketetapan yang mutlaq tidak bisa ditolak atau dihalangi oleh siapapun dan apapun, yaitu ketetapan terhadap umur seseorang dalam menjalani kehidupan yang kelak akan berjumpa dengan kematian.

Berbicara kematian tentu sangat erat kaitannya dengan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT, hal ini telah Allah SWT abadikan di dalam kitabNya 

Sebagai seorang yang beriman, tentu ayat tersebut menjadi peringatan keras kepada kita semua, di mana Allah SWT menyeru di permulaan ayat tersebut yang menyeru kepada orang-orang yang beriman untuk bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT. Ketaqwaan yang sesungguhnya ialah dengan menjalankan setiap perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya. Namun yang terjadi dalam kehidupan sehari-sehari terkadang kita masih terbalik untuk mempraktikannya. Masih sering melaksanakan larangannya dan meninggalkan perintahNya. Mudah-mudahan dalam pertemuan dan ta’lim ini dapat terus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT sesuai dengan cara dan kemampuan masing-masing.

Ibadah itu harus dipaksakan dan dibiasakan, karena jika ibadah diabaikan maka cepat atau lambat kemalasan itu akan terus menggerogoti nilai-nilai ketaqwaan kita kepada Allah SWT sehingga kita akan semakin jauh denganNya.

Di dalam ayat tersebut pun Allah SWT tegaskan bahwa kita (saya dan kalian) dilarang untuk mati kecuali dalam memeluk dan berpegang teguh kepada Agama dan Ajaran Islam.

Sungguh betapa mulianya agama islam di hadapan Allah SWT, dan kita sangat beruntung sebagai ummat Islam, yang telah dilahirkan dari rahim orang islam, tinggal kita perkuat dengan nilai-nilai keislaman dan keimanan terhadap Allah SWT melalui dengan terus menuntut ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

Nilai pahala ummat islam itu sangat luar biasa, dapat memperoleh pahala tanpa harus bersusah payah dalam mencarinya karena bagi ummt islam setiap perkara dari bangun tidur sampai ia tidur kembali ternyata bisa mendatangkan pahala seperti tidur bahkan kentut sekalipun.

Tidur yang berpahala ialah tidur yang diawali dengan amalan amalan baik seperti wudhu, shalat, membaca alqur’an, berdo’a dan lain sebagainya. Bahkan dari aktivitas yang kecil dan spele pun itu ada nilai pahalanya seperti kentut. Dan kentut yang bernilai pahalanya itu adalah kentut yang tidak terdengar bunyinya, tidak tercium baunya oleh orang lain, kalaupun ia bunyi dan bau maka didengar dan dinikmati sendiri saja. Insya Allah bernilau pahala kepada Allag SWT.

Untuk itu, saya mengingatkan kepada diri saya pribadi dan kita semua mumpung Allah SWT masih memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kita semua, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankab segala perintahNya dan meninggalkan laranganNya.

Semoga kajian singkat ini bermanfaat bagi kita semua, hanya kepada Allah kita memohon dan meminta, serta hanya kepadaNya pula kita semua berserah diri dan akan kembali.

والله الموفق والهاد الى سبيل الرشاد

Cibolang, 12 Dzulhijjah 1438 H. 3 September 2017.

Supriyatna Si Abu Zahraan Zain

Puasa Tarwiyah dan Puasa ‘Arafah

Pengertian, Niat, Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Pengertian Puasa Hari Tarwiyah dan Arafah 

Pada bulan Dzulhijjah (dalam kalender Islam), dilaksanakan 2 hari sebelum tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) atau biasa dikenal dengan lebaran haji yaitu tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Tanggal 8 Dzulhijah dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijah dinamakan puasa Arafah. Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji.

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf di padang Arafah.
Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni 8 Dzulhijjah, hari sebelum hari wukuf.

Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan ‘arafah (9 Dzulhijjah) berdasarkan beberapa hadist adalah :

  1. Puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa satu tahun silam yang telah terlewati.
  2. Sedangkan puasa hari ‘arafah memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa dua tahun (1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang)

Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى 
NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Hadist tentang puasa Tarwiyah adalah sbb.:

(12087 -) صوم يوم التروية كفارة سنة ، وصوم يوم عرفة كفارة سنتين.

(أبو الشيخ في الثواب وابن النجار عن ابن عباس).

Artinya: Puasa hari Tarwiyah menghapuskan dosa setahun, puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun.
Hadist tersebut tercantum dalam kitab Kanzul Ummal, Jami’  Imam Suyuthi, diriwayatkan Ibnu Hibban dalam kitab Al-Tsawab. Para ulama mengatakan bahwa hadist tersebut dlaif. Sebagian ulama mengatakan ini hadist marfu’.

Hadist yang lain juga :

وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { نَهَى عَنْ صَوْمِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ وَيَوْمِ عَرَفَةَ وَيَوْمِ النَّحْرِ وَأَيَّامِ التَّشْرِيقِ }

Artinya: Rasulullah saw melarang puasa di hari Tarwiyah, Arafah, Hari Penyembelihan dan hari Tasyriq”. Namun para ulama mengatakan bahwa hadist ini berlaku bagi yang melaksanakan ibadah haji.

Beberapa kitab fiqh dari berbagai mazhab menyebutkan disunnahkan puasa sunnah pada hari Tarwiyah. Hadist riwayat Ibnu Abbas ra berikut adalah dalil terkuat yang dijadikan landasan disunnahkannya puasa hari Tarwiyah.

“ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله، من هذه الأيام العشر” رواه البخاري.

Artinya: Tidak ada hari yang di dalamnya amal soleh lebih dicintai Allah kecuali pada sepuluh hari ini (maksudnya 10 hari awal bulan Dzul Hijjah). HR Bukhari.

Hadist lain:

وعن حفصة قالت: أربع لم يكن يدعهن رسول الله صلى الله عليه وسلم: صيام عاشوراء، والعشر، وثلاث أيام من كل شهر، والركعتين قبل الغداة رواه أحمد والنسائي.

Artinya: Dari Hafsah ra : ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw, yaitu puasa bulan hari Asyura (10 Muharram), (amal soleh) 10 hari pertama Dzul Hijjah, tiga hari setiap bulan dan dua rakaat sebelum pagi” h.r. Ahmad dan Nasai.

Berdasarkan hadist tersebut, cukup kuat pendapat ulama yang mengatakan bahwa disunnahkan puasa pada hari Tarwiyah.

Pendapat yang mengatakan bahwa puasa Tarwiyah disunnahkan karena termasuk amal saleh yang dianjurkan pada 10 hari pertama dalam bulan Dzul Hijjah. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa tidak disunnahkan secara khusus puasa pada hari Tarwiyah karena melihat hadist di atas yang dlaif atau lemah. Ini juga terkembali pada masalah perbedaan pendapat mengenai apakah hukum menggunakan hadist dlaif.

Sebaiknya pengikut kedua pendapat tersebut saling menghargai karena masing-masing mempunyai landasan dalil yang diyakini.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

 “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi SAW. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari Muslim).

عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

“Dari Maimunah RA, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi SAW berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

http://al-badar.net/pengertian-niat-keutamaan-puasa-tarwiyah-dan-arafah/

Syair Nadzhom Batu Ngompal

Oleh :

Sulthonul Auliya Maulana Asy-Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Abdul Madjid Al-Fansyaury

(Pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah, dan Nahdlatul Wathan)

logo_nw_500

74670f3141f051e543919a54e2a7ed9c

 

Belajar Olehmu Tajwid yang soheh

Karena Qur’an turunya pasih

Jangan membaca bacaan Qobih

Takut ancaman Hadits yang Soheh

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Baca olehmu bacaan Jibrila

Jangan membaca bermain gila

Firman Ilahi didalam Tanzila

(ورتل القران ترتيلا  )

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Jaranglah pandai membaca Qur’an

Kebanyakan asyik tidak karuan

Malu berguru tajwidnya Qur’an

Besar kepala takut teguran

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Ayo hai saudara ayo hai saudari

Tuntutlah ilmu setiap hari

Jangan bermegah kesana kemari

Agar selamat belakang hari

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

MUQADDIMAH PENYUSUN

Kata pakir yang mengharap rahmat Tuhan

Khodimuthullabin Binahdlatil Wathan

Alhamdulillah dengan Sholat Salam

Atas Muhammad penghulu kullil Anam

Wa alihi dan shohabatnya yang nujum

Dan thabi’in dan muslimin dengan umum

Waba’du ini terjemah melayu

Untuk anak yang mubtadi berguru

Anak sasak bangsaku Indonesia

Pada hukum tajwid kitab yang mulia

Diterjemah dari Nazam yang bernama

TUHPATUL ATHFALI kitab yang utama

Dinamakan Nazam Batu Ngumpal atas

Air Otak murid rajin tidak malas

Moga-moga Nazam ini bermanfa’at

Bagi umum didunia dan Akhirat

HUKUM NUN MATI DAN TANWIN

Tsabit bagi Nun yang mati dan tanwin

Empat Hukum maka bacalah Tabyiin

Yang pertama hukumnya IZHAR HALQI

Jika datang sebelum HURUFIL HALQI

Enam huruf yaitu HAMZUN HAA-U

‘AINUN WA HA UN TSUMMA GHAINUN KHAA-U

Yang kedua nama Hukumnya Idgham

Di YARMULUNA tersusun nyata Enam

Huruf ini Qismani bila bertemu

IDGHAM BIGUNNATIN hurufnya Yanmu

Tapi jika pertemuan dikalimah

Satu  KASHINWANIN WADUN YA tertegah

Yang kedua IDGHAM BIGAIRI GUNNAH

Dalam huruf ROL terdapat pahamlah

Ketiganya IQLAABU ‘INDAL BAA-‘I

Suara Mim dengung sama IKHFAA-I

Hukum keempat dinamakan Ikhfak

Pada Huruf yang Baqiyah minal Hijak

Lima belas hurufnya terbilang terang

Cukup pada awal kalim bait yang datang

SHIF DZA TSANA KAM JA DA SYAKHSHUN QAD SAMA

DUM THOYYIBAN ZIDFI TUQO DO’ ZOLIMA

HUKUM MIM DAN NUN BERTASYDID

Mimun Wa Nunun Syuddida dengung keras

Dinamakan Gunnah Musyaddadah Jelas

HUKUM MIM MATI

Mim yang mati bila datang sebelum Hijak

Selainan Alif katanya ‘Ulamak

Maka Hukumnya terdapat tiga rata

IKhfaa-u Idghamu Wa Izharu nyata

Yang pertama bernama Ikhfak Syafawi

Datangnya Qoblal Baa-‘i terketahui

Yang kedua Idgham bimitsliha ada

lah namanya Idgham Shagir hai pemuda

Yang ketiga Izhar pada baqiyyah

Min ahrufin dinamakan Syafwiyyah

Awas jangan Ikhfak pada Wawin Wafa

Karna dekat dan bersatu jangan lupa

HUKUM ALIF LAM DAN LAM FI’IL

Lam Al dua hal pemuda dan pemudi

Yang pertama Izhar hurufnya terjadi

Empat belas maka pahamkan Romzah

Di IBGI HAJJAKA WAKHOF ‘AQIMAH

Yang kedua wajib di Idghamkan dalam

Empat belas pula Rumusnya didalam

THIBTUMMA TSUMMA SHIL RAHMAN TAPUZ DHIF DZA NI-‘AM

DA’ SUU-A ZONNIN ZUR SYARIFAN LIL KAROM

Lam pertama dinamakan Qomriyyah

Lam kedua dinamakan Syamsiyyah

Izhar nyatalah Lam Fi’il Muthlaqo

Seperti qul nq’qm waqulna waltaqo

HUKUM IDGHAM MUTAMATSILAIN,MUTAQORIBAIN

DAN MUTAJANITSAIN

Dua Huruf jika akur pada Sifat

Dan makhrojin mitslani yakni sepakat

Jika dua makhraj datang berhampiran

Dan disifat bersalahan dinamakan

Mutqoribain tapi jika bersamaan

Dimakhrojin dan disifat bersalahan

Dinamakan mutjanitsain jika mati

Awal Huruf Idgham shogir didapati

Jika dua hurufnya bebaris benar

lah namanya Idgham kabir yakni besar

BAGIAN-BAGIAN MAD

Dan Mad ada asli ada yang Far’i

Yang pertama dinamakan Thabi’i

Tidak dihentikan atas sebab datang

Dengan tiadanya huruf tak terdatang

Mutlak huruf lainnya Hamzah ausukun

Mengiringi mad Fatthobi’iya yakun

Mad kedua Far’i terhenti atas

Hamzah atau sukun semata mata pas

Hurufnya tiga tersusun pada lapaz

Wayin dinuhiha misalnya terhapaz

Jar sebelum Yadom sebelum Wawiqot

Fathah tetap sebelum Alif mesti Syarat

Jadi huruf Liin ya sama wawin rata

Insakana dan sebelum Fathah nyata

HUKUM MAD BERSAMA HAMZAH

MAD didalam Qur’an suci tiga hukum

Itu wujubu  waljawazu walluzum

Mad wajibun muttashilun bila jitu

Hamzah mengiringi Mad dikalimah satu

Mad Ja izun munfashilun dua wajah

Bilamana masing-masing dikalimah

Bersamaan in  a’rodussukunu

Pada Wakaf seperti nasta’inu

Bila ada hamzah datang mendahulu

Mad ternamalah Mad Badal Ka-amanu

Mad Lazimun tiga alif sukun tetap

Mengiringi Mad di Washal dan diwakap

HUKUM MAD LAZIM

Empat cukup keterangan Mad lazimi

Karna ada harfi ada yang kalimi

Masing-masing mukhaffafun Mutsaqalun

Maka ini empat nyata Mufasshalun

Maka jika dikalimah sukun datang

Serta Huruf Mad bernama Kilmi terang

Jika pada Huruf Tsulasi terdapat

Mad menengahi namanya Harfi tepat

Jika di Idghamkan Mutsaqalun nyata

Jika tidak maka Mukhaffafun rata

Mad Lazimi Harfi pada awal surat

Didelapan Huruf adanya terdapat

Kumpul pada katanya Kam ‘asal Naqos

Dan ‘ain dua wajah nyata madnya Akhos

Dan yang lain Huruf Tsulasi Ta’ Alif

Madnya thobi’I dibaca satu Alif

Itu pula dalam Fawatihissuar

Kumpul di Hayyun Thohirun nyata benar

Majmu’  Fawatihissuar empat belas

Shilhu Suhairon mangkoto’ka hai awas

Cukup dengan Hidayatillahissomad

Nazom BATU NGUMPAL atas yang di Qasad

Barmi menterjemah dengan Rajaz  Arab

Dan terhias dengan Lisan orang Arab

Diterjemah oleh Otak luar Jasad

Tahun tetap tapa fikirkan dijasad

Wahai adek hai saudara hai saudari

Cuba ukur ini Sya’ir kanan kiri

MUSTAF’ILUN MUSTAF’ILUN MUSTAF’LUN

MUSTAF’ILUN MUSTAF’ILUN MUSTAF’LUN

Moga Tuhan yang bersifat Rahman Rahim

Mengurnia paham jelas jadi ‘alim

Puji Ilahi dan Sholat serta Salam

Atas nabi dan semua ‘alattamam

 

Tips Mudik Menggunakan Sepeda Motor

17903510_1483789314964943_2511082392361814068_n

Oleh : Putra Cianjur – Bekasi yang Merantau di Kampung Cibolang Ciawi Bogor

Sahabat pembaca yang rindu dengan keluarga, hari raya ‘idul fitri 1438 H tinggal menghitung hari. Antusias para pendatang untuk kembali ke kampung halaman sangat tinggi, berjumpa dengan orangtua, keluarga, tetangga, sahabat lama, sanak saudara menjadi sebuah tradisi wajib bagi sebagia perantau di nusantara. Momentum yang tidak bisa tergantikan oleh apapun yang hanya dilakukan dalam satu tahun sekali.

Berbagai sarana moda transportasi pun sudah menjadi pilihan bagi para pemudik dalam mewujudkan impiannya berjumpa dengan keluarga tercinta di kampung halamannya.

Kali ini, saya hanya ingin berbagi tips bagi sahabat pembaca yang akan melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan sepeda motor. (Soalnya saya belum bisa mengendarai mobil, kereta, apalagi pesawat). Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian berikut ini :

Satu …..

Dua …..

Tiga …..

bedug-727189

Eits jangan terlalu tegang, magib masih lama Mas Brooo…..

Dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, ada beberapa hal yang sahabat pembaca perhatikan, diantaranya:

  1. Harus punya motor, sebab kalau motrnya tidak ada perjalanan mudik menggunakan sepeda motor sahabat pembaca akan terhambat. Hehehe. Hal ini wajib terpnuhi,mau beli motor dulu, mau pinjem motor tetangga, mau sewa motor orang, itu semua sesuaikan kemampuan masing-masing saja ya! Tidak usah dipaksakan bisa berakibat buruk.

2. Cek kondisi sepeda motor, jika sahabat tidak memahami kondisi motor jangan sekali-kali sahabat merasa sok tahu, apalagi sok bisa bongkar-bongkar, nanti gak bisa dipasang lagi bisa berbahaya! Jika tidak yakin dengan kemampuan sahabat pembaca untuk mengecek kondisi kendaraan layak atau tidak saran saya lebih baik bawa ke bengkel-bengkel terdekat tempat sahabat pembaca biasa melakukan cek/service. Insya Allah bisa lebih diandalkan.

3. Cek kelengkapan sepeda motor, mulai dari Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB/Kaleng Plat Motor) hal ini untuk memastikan bahwa jangan sampai sahabat pembaca berkendara dengan indentitas kendaraan yang berbeda antara nomor kendaraan di STNK dengan TNKB. Jika hal ini terjadi, mungkin sahabat pembaca harus mampir dulu ke supermarket/minimarket untuk beli AQUA agar tiak terjadi gagal fokus. Eits tenang!!! Hal ini tidak membatalkan puasa sahabat pembaca ko, kan hanya beli saja tidak diminum ok!

4. Cek tanki penyimpanan bahan bakar, jangan sampai motor sudah siap, surat-surat sudah siap,  eeeeeeh bensinnya habis. Sungguh terlalu…

MensPushUpa

5. Pastikan kondisi tubuh  dalam keadaan sehat wal ‘afiyat, hal ini sangat penting dilakukan karena ini yang akan menentukan perjalanan mudik sahabat pembaca sampai di tempat tujuan sesuai yang sahabat pembaca inginkan, jangan sampai masuk rumah sakit. Naudzubillahi min dzalik! Semoga lancar dan selamat ya!

6. Gunakan beberapa kelengkapan berkendara seperti :

a. Helm, selain menjadi syarat wajib dalam berkendara sepeda motor hal ini juga dapat melindungi kepala dari godaan-godaan setan yang terkutuk. Hehehe bercanda dikit… Wajib pakai helm ya!

15317799_1336654299678446_7459934449614520210_n

b. Jacket/Rompi Motor, tapi jangan dikenakan pada motornya ya! Kenakan pada tubuh sahabat pembaca yang berkendara. Hal ini dapat mencegah masuknya angin pada tubuh sahabat pembaca, tapi kalau masih masuk juga itu angin yasudah itulah takdir! Disyukuri saja.

1238317_650093418334541_1802670568_n

c. Masker, alat ini sangat bermanfaat dalam berkendara terutama di bulan suci ramadhan, agar tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke mulut selama berkenara karena akan membatalkan puasa sahabat pembaca. Hehehe…

8378029_fd266d93-8658-46b3-b608-0921047595b4

d. Sarung tangan, hal ini jelas digunakan di tangan ya jangan sampai digunakan di kaki, kalau salah penggunaannya berarti ada yang salah dengan otak sahabat pembaca, segera perikasa ke dokter.

sarung-kaki-rapi2

e. Sarung kaki, hal ini agar memberi kenyamanan bagi sahabat pembaca yang menggunakan sepatu yang agak longgar.

a090584be03b8176dea1b1e57b35fa64

f. Sepatu, menghindari kaki dari panas matahari dan juga panas mesin motor yang tepat berada di kanan dan kiri dari kaki kita.

15259642_1330293116981231_2334348399288144352_o

g. Sendal, hal ini menjadi penting apabila dalam perjalanan mudik sahabat pembaca kehilangan sepatu di tempat sahabat pembaca istirahat, karena kejahatan bukan karena ada niat dari pelakunya tapi karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Itu kata Bang Napi.

rambu-peringatan

7. Patuhi aturan atau rambu-rambu lalu lintas, jangan sampai sahabat pembaca tidak memahami sandi-sandi atau petunjuk rambu-rambu lalu lintas, apabila hal ini terjadi maka dapat dipastikan nilai IPS sahabat pembaca waktu sekolah pasti buruk. Iya kan??? Coba lihat raportnya!

8. Yang terakhir PASTIKAN sahabat pembaca bisa mengendarai sepeda motor, hal ini sangat penting mengingat beberapa point di atas akan menjadi perkara sia-sia apabila sahabat pembaca tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimaksud di atas.

 

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan dapat menjadi referensi perjalanan mudik sahabat pembaca yang kebetulan ingin mudik dengan sepeda motor. Tetap berhati-hati di jalan. Pastikan untuk mematuhi aturan lalu lintas dalam berkendara, agar perjalanan mudik sahabat pembaca bernilai pahala.

Ohyaaa sebagai tambahan, (yang ini serius) sahabat pembaca bisa melakukan hal spele ini tapi rasakan perbedaannya.

1 – 30 menit pertama istiqamahkan kecepatan laju sepeda motor sahabat pembaca tidak lebih dari 30 km/jam.

31 – 60 menit berikutnya istqamahkan kecepatan laju sepeda motor sahabat pembaca tidak lebih dari 60 km/jam.

1 – 2 jam berikutnya pastikan laju sepeda motor sahabat tidak melebihi 80 km/jam.

Hal di atas berlaku apabila kondisi jalan sangat lancar, apabila macet maka disesuaikan saja dan dapat melatih emosi, kesabaran, serta tingkat konsentrasi sahabat pembaca dalam berkendara.

Dan yang terakhir jangan lupa, awali perjalanan sahabat pembaca dengan berdo’a terlebih dahulu.

doa sebelum makan=2

Ups!!! Salah!!! Ini mah do’a makan!…sorry sorry sorry…

Nah yang ini baru benar!

Akhirnya, saya ucapkan selamat mudik, selamat melakukan perjalanan ke kampung halaman masing-masing, semoga sehat, selamat, dan dapat berkempul dengan orang-orang tersayang di kampung halaman.

14753439_1298717473472129_5631735048157060011_o

15590743_1359533967390479_4957973888457755733_o

10479035_10205348664774039_5423333474149080138_n

Salam sehat

Salam semangat

Salam selamat

Semoga bahagia dunia akhirat.

Uje Si Abu Zahraan Zain

Pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Minggu, 14 Mei 2017

Oleh : U. Supriyatna

Bismillahi Wabihamdihi

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillah, pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi berjalan dengan lancer. Malam kelima pengajian yang bertempat di rumah Saudara Joni Rt. 01/06 Kp. Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor disambut antusias oleh warga Kampung Cibolang baik itu oleh para pemuda, orangtua, bahkan anak-anak. Kegiatan yang menjadi agenda rutin yang dipelopori oleh para pengurus dan tokoh pemuda Kampung Cibolang ini menjadi salah satu wadah dalam menuntut ilmu yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali ba’da isya.

Kegiatan yang diawali dengan tawashul, dzikir, dan do’a bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan marhaba, do’a, dan ditutup dengan tausiah ini menjadi daya tarik bagi jama’ah yang semakin hari semakin banyak meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya pemuda, namun banyak pula dihadiri oleh para anak-anak dan juga para orangtua dari warga di kampung tersebut.

Di kesempatan malam ini, kajian yang dibahas adalah seputar persiapan menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Ada beberapa kesamaan makna filosofis yang terdapat pada amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dengan sebuah pertandingan sepak bola. Pemuda yang sebagian besar gemar bermain sepak bola menjadikan materi kali ini cukup menarik untuk dibahas.

Pertama, antara orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan dengan orang yang bertanding sepak bola sama-sama melakukan perjuangan. Perjuangan seseorang yang berpuasa di bulan suci ramadhan yaitu dengan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan dan mengurangi nilai-nilai pahala dari ibadah puasa sejak di mulai waktu berpuasa sampai masuk waktu berbuka puasa. Perjuangan ini sangat jelas dimana kebiasaan sebelas bulan sementara waktu harus dihentikan karena melaksanakan ibadah puasa di siang hari. Sementara perjuangan bagi seseorang yang bertanding sepak bola itu adalah berjuang sekuat tenaga untuk dapat bermain dengan baik dan benar sesuai prosedur yang diarahkan oleh sang wasit. Baik orang yang berpuasa ataupun bermain sepak bola dalam berjuang itu memiliki sebuah tujuan yaitu kemenangan. Kemenangan bagi orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan adalah mencapai derajat yang dijanjikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an yaitu “La’allakum Tattakuun” yaitu menjadi pribadi seorang muslim yang bertaqwa. Sementara kemenangan bagi pemain bola yaitu menjadi juara. Kedua kemenangan tersebut tentu menjadi sebuah keberhasilan yang ada balasannya, dan balasan dari kemenangan itu adalah sebuah kebahagiaan, dan kebahagiaan itu berakhir dengan sebuah kebaikan, dan kebaikan itu adalah tujuan dari perjuangan yang kita lakukan.

Kedua, adanya kerja keras. Antara amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dan pertandingan sepak bola keduanya butuh kerja keras baik itu sebelum bertanding, ketika bertanding, dan setelah bertanding. Sebelum bertanding sepak bola, para pemain harus bekerja keras dalam latihan sebagai persiapan diri sebelum bertanding, mulai dari mengatur strategi sampai kepada eksekusi. Ketika bertanding pun kerja keras sangat perlu dilakukan antara pemain yang satu denga pemain lainnya, sejak peluit tanda dimulainya pertandingan sampai berakhirnya pertandingan para pemain tentu bekerja keras dalam mempertahankan tim tercintanya sehingga dapat membobol gawang lawan. Ketika sudah memenangkan pertandingan bukan berarti kerja keras para pemain berakhir akan tetapi waktu itulah kerja keras baru dimulai untuk dapat bertanding di kejuaraan yang lebih tinggi. Tentu ini menjadi bagian tersulit dalam mempertahankan kemenangan yang pernah diperoleh. Kaitannya dengan orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan, sebelum masuk bulan suci ramadhan seseorang dilatih bekerja keras dalam mempersiapkannya baik jasmani ataupun ruhani. Adanya amalan puasa-puasa sunnah menjadi wadah pelatihan dalam bekerja keras untuk mempersiapkan puasa wajib di bulan suci ramadhan. Ketika ramadhan berlangsung, kerja keras seseorang sangat dibutuhkan yaitu kerja keras dalam menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ataupun yang mengurangi nilai pahala dari ibadah puasa yang kita jalani. Ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan bagi eorang muslim, banyak godaan dan tantangan yang mau tidak mau siap tidak siap harus dijalani. Dan yang tidak kalah penting lagi adalah bekerja keras setelah kita memperoleh kemenangan dari amalan ibadah puasa kita selama satu bulan yang ditutup dengan ‘idul fitri sebagai hari kemenangan setelah satu bulan bertanding melawan hawa nafsu dan keinginan. Inilah puncak kerja keras yang sesungguhnya, karena setelah puasa sebulan penuh apakah kita menjadi lebih baik atau malah kembali melakukan kebiasaan buruk yang menjadikan kita semakin terpuruk.

Ketiga, Adanya pengendalian diri. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola harus bisa mengendalikan diri dari segala sesuatu yang dapat mengakibatkan hilangnya pahala ibadah puasa dan kekalahan dalam bertanding sepak bola. Pengendalian diri ini adalah salah satu usaha yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang sedang menjalani ibadah puasa dan juga yang sedang bertanding sepak bola, sebab tanpa adanya pengendalian diri maka ia akan kebablasan dalam bertanding yang mengakibatkan kekalahan dan membatalkan amalan ibada puasa. Saling berbagi antara satu pemain dengan pemain lainnya sehingga tercapailah harapan kemenangan yang menjadi cita-cita bersama. Pengendalian diri itu seperti rem pada sebuah kendaraan. Orang yang berkendara, di depan ada lubang, keputusan ada pada diri si pengendara itu sendiri. Mau berhenti atau mau tabrak lubang itu, tapi resiko sangat jelas berbeda. Jika berhenti atau menghindar insya Allah pasti aman. Tapi jika ditabrak, resiko pasti cilaka. Semua kembali kepada pribadi masing-masing dalam menjalankannya.

Keempat, adanya ketahanan tubuh. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola sama-sama harus memiliki ketahanan tubuh yang kuat, stamina yang hebat, agar pelaksanaan ibadah puasa berjalan dengan lancer. Ibarat pemain bola jangan memporsir tenaga di awal permainan, karena apabila hal itu terjadi maka diakhir-akhhir waktu pertandingan pasti akan merasakan lelah yang berlebihan, sehingga ada yang cidera, sakit, bahkan tidak jarang mengabatkan kematian. Padahal diakhir waktu pertandingan saat itulah detik-detik penentu kemenangan sebuah pertandingan. Sama halnya seperti orang yang berpuasa yang semakin hari semakin lemah, apalagi di akhir-akhir hari dalam menjalani ibadah puasa sehingga tidak sedikit orang yang mempertahankan puasanya samapi batas waktu yang ditentukan.

Kelima, adanya kesehatan. orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola, harus sehat jasmani maupun ruhani. Karena apabila sakit menjalani ibadah puasa ataupun bertanding sepak bola pasti tidak akan maksimal. Salah satu tujuan puasa selain menjadikan pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT juga menjadikan diri sehat. Hal ini sesuai dengan hadist nabi SAW “Shuumuu Fattasihuu”, berpuasalah kalian niscaya kalian sehat. Olah raga yang benar, bermain sepak bola yang benar, tentu akan menyehatkan badan. Puasa yang benar pun sesuai aturan yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW insya Allah akan menyehatkan jasmani ataupun ruhani.

Oleh karena itu, ketika berbuka puasa jangan terlalu banyak makan atau menikmati hidangan, secukupnya saja. Seteguk air jernih sebenarnya sudah mengenyangkan. Boleh saja menikmati semua hidangan akan tetapi harus diimbangi dengan gerakan badan, artinya jangan sampai setelah berbuka puasa justru malas yang kita dapatkan akibat kekenyangan, malas shalat magrib, malas tarawih, dan sebagainya. Padahal pelaksanaan shalat tarawih itu justru dapat menyehatkan, karena makanann yang baru kita makan tadi ketika berbuka puasa saripatinya bisa terurai dan tersebar ke seluruh anggota tubuh kita sehingga dapat menyehatkan tubuh kita. Sama seperti waktu sahur, setelah makan sahur maka lakukanlah gerakan badan dengan melaksanakan ibadah shalat subuh, prosedur yang tepat maka ibadah puasa menjadi sehat.

Inilah sedikit materi sebagai modal persiapan kita dlam menyambut datangnya bulan suci ramadhan yang hanya dalam hhitungan hari saja.

Marhaban Yaa Ramadhan, semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan ruhani, panjang umur, berjumpa dengan bulan suci ramadhan dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan sesuai dengan keinginann kita masing.

Akhirnya, kebenaran hanya milik Allah SWT. Kesalahan, kekurangan, kekhilafan, itulah sifat manusiawi yang ada pada dalam diri saya ini. Hanya kepada Allah SWT kita memohon dan berserah diri.

Demikian hanya ini yang dapat saya sampaikan setelah menghadiri dan mengisi pengajian Pemuda Kampung cibolang Desa banjarwangi Kecamatan Ciawi kabupaten Bogor. Semoga Allah SWT selalu memelihara keistiqamahan dalam meneruskan, melestarikan, dan mempertahankan kegiatan positif yang belum tentu dilakukan oleh para pemuada di kampung lain.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.