Pawai Ta’aruf 1 Muharam 1439 H. Warga Kampung Cibolang Ciawi Bogor Jawa Barat

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah…

Sahabat pembaca yang baik hati, semoga Allah SWT meridhoi. Mudah-mudahan selalu dalam keadaan baik, sehat, dan ta’at terhadap zat yang maha melihat.

Rabu, 20 September 2017 menjadi hari yang cukup bersejarah bagi kami Warga Kp. Cibolang RW 06 Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat. Pasalnya, malam ini bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 1439 H. Atau yang lebih di kenal dengan tahun barunya umat Islam.

Sebagai warga Kp. Cibolang penulis sangat bersyukur atas segala niat dan hajat baik yang dapat terealisasi dalam rangka memeriahkan perayaan tahun baru islam kali ini dilaksanakan dengan beberapa rangkaian acara mulai dari shalat magrib berjama’ah, kemudian disambung dengan dzikir dan do’a, marhaba, shalat isya berjama’ah dan puncaknya adalah pawai ta’aruf atau yang lebih dikenal dengan pawai obor dalam rangka menyemarakan dan memeriahkan tahun baru islam kali ini di Kampung Cibolang Ciawi Bogor. 

Dan ini adalah moment pertama kalinya yang penulis alami selama penulis berada dan tinggal di tempat ini kurang lebih 5 tahun. Bahkan, menurut beberapa warga Cibolang kegiatan ini sudah sangat lama tidak dilaksanakan dan sekarang muncul lagi, bangkit lagi, dengan semangat baru dan luar biasa.

Kegiatan yang diikuti  warga Kampung Cibolang ini mulai dari anak-anak, remaja, pemuda, bahkan orangtua sangat meramaikan suasana. Wajar, karena ini adalah kegiatan yang baru pertama kalinya diadakan setelah beberapa tahun terakhir tidak pernah dilaksanakan. 

Kegiatan yang dipelopori oleh pemuda Kampung Cibolang khususnya RW 06 ini sangat ramai dan meramaikan tidak hanya kampung Cibolang melainkan merapaikan kampung-kampung lain terutama daerah yang dilewati dan menjadi rute perjalanan kegiatan Pawai Ta’arup kali ini. Sehingga dalam perjalanan yang dimulai dari pangkalan tempat para pemuda warga kampung Cibolang ini nongkrong sampai ke kampung tetangga naik turun bahkan sampai ke jalan Veteran yang menghubungkan antara Ciawi Cibedug Tapos sampai kembali lagi ke pangkalan sangat disambut antusias oleh warga sekitar, tidak ayal bahkan banyak diantara warga yang rumahnya berada dipinggir jalan yang menjadi jalur pawai tersebut pun merasa penasaran, terhibur, bahkan banyak diantara mereka yang stanby dengan kamera handphonenya walaupun hanya sekedar mengambil gambar (foto/vidio) untuk koleksi pribadi mereka masing-masing. Namun yang jelas kegiatan ini sangat luar biasa mulai dari start perjalanan sampqi kembali lagi. Bahkan, ketika warga melintasi suatu tempat tepatnya di Gang menuju Warung Pala Ciawi, pasukan pawai disambut  petasan oleh warga wilayah setempat sebagai bentuk apresisi dan ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

Dan ada hal yang lebih heboh lagi, ketika pasukan pawai mulai mendekati tempat start perjalanan pawai ternyata jalan tersebut pun sedang dipadati oleh warga kampung sebelah yang juga melaksanakan kegiatan pawai ta’aruf. Sehingga, sangat terasa indahnya kebersamaan dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

Akhirnya, rangkaian kegiatan pawai ta’aruf pun diakhiri dengan menikmati nasi uduk dan beberapa makanan ringan yang telah dipersiapkan oleh beberapa warga setempat dan juga panitia acara.

Mudah-mudahan kegiatan ini terus berjalan dan selalu diberi kemudahan dalam perencanaan sampai pada waktu pelaksanaan sehingga indahnya kebersamaan sangat terasa menjadikan kehidupan warga Kampung Cibolang khususnya menjadi lebih barokah. Amin.

Akhirnya, penulis hanya memohon dan meminta kepada Allah SWT semoga kegiatan ini dapat menjadi pengalaman dan pelajaran penting dalam menciptakan harmonisasi antar sesama warga khususnya dan umat islam pada umumnya.

Tetap semangat untuk seluruh warga Kampung Cibolang khususnya para pemuda, remaja, serta anak-anak dalam menjaga dan melestarikan tradisi yang menjadi syiar Islam di masa yang akan datang.

Mudah-mudahan Allah SWT memberi keberkahan, keridho’an, serta ampunan di setiap langkah perjalanan kita malam ini dan membalas setiap niat baik yang kita lakukan dalan mewujudkan Kampung Cibolang yang menjadi Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur. Insya Allah.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad 

Uje 081310467315. Hatur Nuhun Ka Sadayana!

Iklan

JANGANLAH SEKALI-KALI KAMI MATI MELAINKAN DALAM KEADAAN BERAGAMA ISLAM

بسم الله وبحمده

الحمدلله وكفى وسلام على عباده الذي نصطفى

Sahabat pembaca yang diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal ‘afiyat dan terus semangat dalam menjalani kehidupan di dunia sebagai persiapan kita dalam menuju kehidupan setelah kematian.

Pada kesempatan kali ini, kembali saya memposting sedikit pelajaran khususnya untuk diri saya pribadi dan mudah-mudahan bermanfaat untuk sahabat pembaca pada umumnya.

Dalam rangka melaksanakan dan mempertahankan agenda ta’lim dua minggu sekali yang diusung dan dipelopori oleh Pemuda Kampung Cibolang, tepat hari ini Minggu 3 September 2017 yang bertepatan dengan 12 Dzulhijjah 1438 H. Ta’lim kali ini dilaksanakan di rumah Alm. Bapak Uyung yang beberapa hari lalu telah dipanggil oleh Allah SWT, mudah-mudahan Allah SWT menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, menerangkan kuburnya, dan menjadikan kuburnya sebagai bagian dari taman surganya Allah SWT. Alfatihah…

Sahabat pembaca yang tercinta, dalam menjalani kehidupan di dunia ini ternyata Allah SWT telah menetapkan beberapa ketetapan yang mutlaq tidak bisa ditolak atau dihalangi oleh siapapun dan apapun, yaitu ketetapan terhadap umur seseorang dalam menjalani kehidupan yang kelak akan berjumpa dengan kematian.

Berbicara kematian tentu sangat erat kaitannya dengan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Allah SWT, hal ini telah Allah SWT abadikan di dalam kitabNya 

Sebagai seorang yang beriman, tentu ayat tersebut menjadi peringatan keras kepada kita semua, di mana Allah SWT menyeru di permulaan ayat tersebut yang menyeru kepada orang-orang yang beriman untuk bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah SWT. Ketaqwaan yang sesungguhnya ialah dengan menjalankan setiap perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya. Namun yang terjadi dalam kehidupan sehari-sehari terkadang kita masih terbalik untuk mempraktikannya. Masih sering melaksanakan larangannya dan meninggalkan perintahNya. Mudah-mudahan dalam pertemuan dan ta’lim ini dapat terus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT sesuai dengan cara dan kemampuan masing-masing.

Ibadah itu harus dipaksakan dan dibiasakan, karena jika ibadah diabaikan maka cepat atau lambat kemalasan itu akan terus menggerogoti nilai-nilai ketaqwaan kita kepada Allah SWT sehingga kita akan semakin jauh denganNya.

Di dalam ayat tersebut pun Allah SWT tegaskan bahwa kita (saya dan kalian) dilarang untuk mati kecuali dalam memeluk dan berpegang teguh kepada Agama dan Ajaran Islam.

Sungguh betapa mulianya agama islam di hadapan Allah SWT, dan kita sangat beruntung sebagai ummat Islam, yang telah dilahirkan dari rahim orang islam, tinggal kita perkuat dengan nilai-nilai keislaman dan keimanan terhadap Allah SWT melalui dengan terus menuntut ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

Nilai pahala ummat islam itu sangat luar biasa, dapat memperoleh pahala tanpa harus bersusah payah dalam mencarinya karena bagi ummt islam setiap perkara dari bangun tidur sampai ia tidur kembali ternyata bisa mendatangkan pahala seperti tidur bahkan kentut sekalipun.

Tidur yang berpahala ialah tidur yang diawali dengan amalan amalan baik seperti wudhu, shalat, membaca alqur’an, berdo’a dan lain sebagainya. Bahkan dari aktivitas yang kecil dan spele pun itu ada nilai pahalanya seperti kentut. Dan kentut yang bernilai pahalanya itu adalah kentut yang tidak terdengar bunyinya, tidak tercium baunya oleh orang lain, kalaupun ia bunyi dan bau maka didengar dan dinikmati sendiri saja. Insya Allah bernilau pahala kepada Allag SWT.

Untuk itu, saya mengingatkan kepada diri saya pribadi dan kita semua mumpung Allah SWT masih memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kita semua, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankab segala perintahNya dan meninggalkan laranganNya.

Semoga kajian singkat ini bermanfaat bagi kita semua, hanya kepada Allah kita memohon dan meminta, serta hanya kepadaNya pula kita semua berserah diri dan akan kembali.

والله الموفق والهاد الى سبيل الرشاد

Cibolang, 12 Dzulhijjah 1438 H. 3 September 2017.

Supriyatna Si Abu Zahraan Zain

Puasa Tarwiyah dan Puasa ‘Arafah

Pengertian, Niat, Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Pengertian Puasa Hari Tarwiyah dan Arafah 

Pada bulan Dzulhijjah (dalam kalender Islam), dilaksanakan 2 hari sebelum tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha) atau biasa dikenal dengan lebaran haji yaitu tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah. Tanggal 8 Dzulhijah dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijah dinamakan puasa Arafah. Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji.

Puasa Arafah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf di padang Arafah.
Puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni 8 Dzulhijjah, hari sebelum hari wukuf.

Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan ‘arafah (9 Dzulhijjah) berdasarkan beberapa hadist adalah :

  1. Puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa satu tahun silam yang telah terlewati.
  2. Sedangkan puasa hari ‘arafah memiliki keutamaan yaitu dapat menghapus dosa dua tahun (1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang)

Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم ترويه سنة لله تعالى 
NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Niat Puasa Arafah

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

Hadist tentang puasa Tarwiyah adalah sbb.:

(12087 -) صوم يوم التروية كفارة سنة ، وصوم يوم عرفة كفارة سنتين.

(أبو الشيخ في الثواب وابن النجار عن ابن عباس).

Artinya: Puasa hari Tarwiyah menghapuskan dosa setahun, puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun.
Hadist tersebut tercantum dalam kitab Kanzul Ummal, Jami’  Imam Suyuthi, diriwayatkan Ibnu Hibban dalam kitab Al-Tsawab. Para ulama mengatakan bahwa hadist tersebut dlaif. Sebagian ulama mengatakan ini hadist marfu’.

Hadist yang lain juga :

وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { نَهَى عَنْ صَوْمِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ وَيَوْمِ عَرَفَةَ وَيَوْمِ النَّحْرِ وَأَيَّامِ التَّشْرِيقِ }

Artinya: Rasulullah saw melarang puasa di hari Tarwiyah, Arafah, Hari Penyembelihan dan hari Tasyriq”. Namun para ulama mengatakan bahwa hadist ini berlaku bagi yang melaksanakan ibadah haji.

Beberapa kitab fiqh dari berbagai mazhab menyebutkan disunnahkan puasa sunnah pada hari Tarwiyah. Hadist riwayat Ibnu Abbas ra berikut adalah dalil terkuat yang dijadikan landasan disunnahkannya puasa hari Tarwiyah.

“ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله، من هذه الأيام العشر” رواه البخاري.

Artinya: Tidak ada hari yang di dalamnya amal soleh lebih dicintai Allah kecuali pada sepuluh hari ini (maksudnya 10 hari awal bulan Dzul Hijjah). HR Bukhari.

Hadist lain:

وعن حفصة قالت: أربع لم يكن يدعهن رسول الله صلى الله عليه وسلم: صيام عاشوراء، والعشر، وثلاث أيام من كل شهر، والركعتين قبل الغداة رواه أحمد والنسائي.

Artinya: Dari Hafsah ra : ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw, yaitu puasa bulan hari Asyura (10 Muharram), (amal soleh) 10 hari pertama Dzul Hijjah, tiga hari setiap bulan dan dua rakaat sebelum pagi” h.r. Ahmad dan Nasai.

Berdasarkan hadist tersebut, cukup kuat pendapat ulama yang mengatakan bahwa disunnahkan puasa pada hari Tarwiyah.

Pendapat yang mengatakan bahwa puasa Tarwiyah disunnahkan karena termasuk amal saleh yang dianjurkan pada 10 hari pertama dalam bulan Dzul Hijjah. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa tidak disunnahkan secara khusus puasa pada hari Tarwiyah karena melihat hadist di atas yang dlaif atau lemah. Ini juga terkembali pada masalah perbedaan pendapat mengenai apakah hukum menggunakan hadist dlaif.

Sebaiknya pengikut kedua pendapat tersebut saling menghargai karena masing-masing mempunyai landasan dalil yang diyakini.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

 “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.”

Adapun orang yang berhaji tidak disunnahkan untuk melaksanakan puasa Arafah.

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi SAW. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari Muslim).

عَنْ مَيْمُونَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

“Dari Maimunah RA, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi SAW berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

http://al-badar.net/pengertian-niat-keutamaan-puasa-tarwiyah-dan-arafah/

Syair Nadzhom Batu Ngompal

Oleh :

Sulthonul Auliya Maulana Asy-Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Abdul Madjid Al-Fansyaury

(Pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah, dan Nahdlatul Wathan)

logo_nw_500

74670f3141f051e543919a54e2a7ed9c

 

Belajar Olehmu Tajwid yang soheh

Karena Qur’an turunya pasih

Jangan membaca bacaan Qobih

Takut ancaman Hadits yang Soheh

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Baca olehmu bacaan Jibrila

Jangan membaca bermain gila

Firman Ilahi didalam Tanzila

(ورتل القران ترتيلا  )

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Jaranglah pandai membaca Qur’an

Kebanyakan asyik tidak karuan

Malu berguru tajwidnya Qur’an

Besar kepala takut teguran

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

Ayo hai saudara ayo hai saudari

Tuntutlah ilmu setiap hari

Jangan bermegah kesana kemari

Agar selamat belakang hari

RAJIN BERGURU PADA AHLINYA

MUQADDIMAH PENYUSUN

Kata pakir yang mengharap rahmat Tuhan

Khodimuthullabin Binahdlatil Wathan

Alhamdulillah dengan Sholat Salam

Atas Muhammad penghulu kullil Anam

Wa alihi dan shohabatnya yang nujum

Dan thabi’in dan muslimin dengan umum

Waba’du ini terjemah melayu

Untuk anak yang mubtadi berguru

Anak sasak bangsaku Indonesia

Pada hukum tajwid kitab yang mulia

Diterjemah dari Nazam yang bernama

TUHPATUL ATHFALI kitab yang utama

Dinamakan Nazam Batu Ngumpal atas

Air Otak murid rajin tidak malas

Moga-moga Nazam ini bermanfa’at

Bagi umum didunia dan Akhirat

HUKUM NUN MATI DAN TANWIN

Tsabit bagi Nun yang mati dan tanwin

Empat Hukum maka bacalah Tabyiin

Yang pertama hukumnya IZHAR HALQI

Jika datang sebelum HURUFIL HALQI

Enam huruf yaitu HAMZUN HAA-U

‘AINUN WA HA UN TSUMMA GHAINUN KHAA-U

Yang kedua nama Hukumnya Idgham

Di YARMULUNA tersusun nyata Enam

Huruf ini Qismani bila bertemu

IDGHAM BIGUNNATIN hurufnya Yanmu

Tapi jika pertemuan dikalimah

Satu  KASHINWANIN WADUN YA tertegah

Yang kedua IDGHAM BIGAIRI GUNNAH

Dalam huruf ROL terdapat pahamlah

Ketiganya IQLAABU ‘INDAL BAA-‘I

Suara Mim dengung sama IKHFAA-I

Hukum keempat dinamakan Ikhfak

Pada Huruf yang Baqiyah minal Hijak

Lima belas hurufnya terbilang terang

Cukup pada awal kalim bait yang datang

SHIF DZA TSANA KAM JA DA SYAKHSHUN QAD SAMA

DUM THOYYIBAN ZIDFI TUQO DO’ ZOLIMA

HUKUM MIM DAN NUN BERTASYDID

Mimun Wa Nunun Syuddida dengung keras

Dinamakan Gunnah Musyaddadah Jelas

HUKUM MIM MATI

Mim yang mati bila datang sebelum Hijak

Selainan Alif katanya ‘Ulamak

Maka Hukumnya terdapat tiga rata

IKhfaa-u Idghamu Wa Izharu nyata

Yang pertama bernama Ikhfak Syafawi

Datangnya Qoblal Baa-‘i terketahui

Yang kedua Idgham bimitsliha ada

lah namanya Idgham Shagir hai pemuda

Yang ketiga Izhar pada baqiyyah

Min ahrufin dinamakan Syafwiyyah

Awas jangan Ikhfak pada Wawin Wafa

Karna dekat dan bersatu jangan lupa

HUKUM ALIF LAM DAN LAM FI’IL

Lam Al dua hal pemuda dan pemudi

Yang pertama Izhar hurufnya terjadi

Empat belas maka pahamkan Romzah

Di IBGI HAJJAKA WAKHOF ‘AQIMAH

Yang kedua wajib di Idghamkan dalam

Empat belas pula Rumusnya didalam

THIBTUMMA TSUMMA SHIL RAHMAN TAPUZ DHIF DZA NI-‘AM

DA’ SUU-A ZONNIN ZUR SYARIFAN LIL KAROM

Lam pertama dinamakan Qomriyyah

Lam kedua dinamakan Syamsiyyah

Izhar nyatalah Lam Fi’il Muthlaqo

Seperti qul nq’qm waqulna waltaqo

HUKUM IDGHAM MUTAMATSILAIN,MUTAQORIBAIN

DAN MUTAJANITSAIN

Dua Huruf jika akur pada Sifat

Dan makhrojin mitslani yakni sepakat

Jika dua makhraj datang berhampiran

Dan disifat bersalahan dinamakan

Mutqoribain tapi jika bersamaan

Dimakhrojin dan disifat bersalahan

Dinamakan mutjanitsain jika mati

Awal Huruf Idgham shogir didapati

Jika dua hurufnya bebaris benar

lah namanya Idgham kabir yakni besar

BAGIAN-BAGIAN MAD

Dan Mad ada asli ada yang Far’i

Yang pertama dinamakan Thabi’i

Tidak dihentikan atas sebab datang

Dengan tiadanya huruf tak terdatang

Mutlak huruf lainnya Hamzah ausukun

Mengiringi mad Fatthobi’iya yakun

Mad kedua Far’i terhenti atas

Hamzah atau sukun semata mata pas

Hurufnya tiga tersusun pada lapaz

Wayin dinuhiha misalnya terhapaz

Jar sebelum Yadom sebelum Wawiqot

Fathah tetap sebelum Alif mesti Syarat

Jadi huruf Liin ya sama wawin rata

Insakana dan sebelum Fathah nyata

HUKUM MAD BERSAMA HAMZAH

MAD didalam Qur’an suci tiga hukum

Itu wujubu  waljawazu walluzum

Mad wajibun muttashilun bila jitu

Hamzah mengiringi Mad dikalimah satu

Mad Ja izun munfashilun dua wajah

Bilamana masing-masing dikalimah

Bersamaan in  a’rodussukunu

Pada Wakaf seperti nasta’inu

Bila ada hamzah datang mendahulu

Mad ternamalah Mad Badal Ka-amanu

Mad Lazimun tiga alif sukun tetap

Mengiringi Mad di Washal dan diwakap

HUKUM MAD LAZIM

Empat cukup keterangan Mad lazimi

Karna ada harfi ada yang kalimi

Masing-masing mukhaffafun Mutsaqalun

Maka ini empat nyata Mufasshalun

Maka jika dikalimah sukun datang

Serta Huruf Mad bernama Kilmi terang

Jika pada Huruf Tsulasi terdapat

Mad menengahi namanya Harfi tepat

Jika di Idghamkan Mutsaqalun nyata

Jika tidak maka Mukhaffafun rata

Mad Lazimi Harfi pada awal surat

Didelapan Huruf adanya terdapat

Kumpul pada katanya Kam ‘asal Naqos

Dan ‘ain dua wajah nyata madnya Akhos

Dan yang lain Huruf Tsulasi Ta’ Alif

Madnya thobi’I dibaca satu Alif

Itu pula dalam Fawatihissuar

Kumpul di Hayyun Thohirun nyata benar

Majmu’  Fawatihissuar empat belas

Shilhu Suhairon mangkoto’ka hai awas

Cukup dengan Hidayatillahissomad

Nazom BATU NGUMPAL atas yang di Qasad

Barmi menterjemah dengan Rajaz  Arab

Dan terhias dengan Lisan orang Arab

Diterjemah oleh Otak luar Jasad

Tahun tetap tapa fikirkan dijasad

Wahai adek hai saudara hai saudari

Cuba ukur ini Sya’ir kanan kiri

MUSTAF’ILUN MUSTAF’ILUN MUSTAF’LUN

MUSTAF’ILUN MUSTAF’ILUN MUSTAF’LUN

Moga Tuhan yang bersifat Rahman Rahim

Mengurnia paham jelas jadi ‘alim

Puji Ilahi dan Sholat serta Salam

Atas nabi dan semua ‘alattamam

 

Tips Mudik Menggunakan Sepeda Motor

17903510_1483789314964943_2511082392361814068_n

Oleh : Putra Cianjur – Bekasi yang Merantau di Kampung Cibolang Ciawi Bogor

Sahabat pembaca yang rindu dengan keluarga, hari raya ‘idul fitri 1438 H tinggal menghitung hari. Antusias para pendatang untuk kembali ke kampung halaman sangat tinggi, berjumpa dengan orangtua, keluarga, tetangga, sahabat lama, sanak saudara menjadi sebuah tradisi wajib bagi sebagia perantau di nusantara. Momentum yang tidak bisa tergantikan oleh apapun yang hanya dilakukan dalam satu tahun sekali.

Berbagai sarana moda transportasi pun sudah menjadi pilihan bagi para pemudik dalam mewujudkan impiannya berjumpa dengan keluarga tercinta di kampung halamannya.

Kali ini, saya hanya ingin berbagi tips bagi sahabat pembaca yang akan melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan sepeda motor. (Soalnya saya belum bisa mengendarai mobil, kereta, apalagi pesawat). Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian berikut ini :

Satu …..

Dua …..

Tiga …..

bedug-727189

Eits jangan terlalu tegang, magib masih lama Mas Brooo…..

Dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, ada beberapa hal yang sahabat pembaca perhatikan, diantaranya:

  1. Harus punya motor, sebab kalau motrnya tidak ada perjalanan mudik menggunakan sepeda motor sahabat pembaca akan terhambat. Hehehe. Hal ini wajib terpnuhi,mau beli motor dulu, mau pinjem motor tetangga, mau sewa motor orang, itu semua sesuaikan kemampuan masing-masing saja ya! Tidak usah dipaksakan bisa berakibat buruk.

2. Cek kondisi sepeda motor, jika sahabat tidak memahami kondisi motor jangan sekali-kali sahabat merasa sok tahu, apalagi sok bisa bongkar-bongkar, nanti gak bisa dipasang lagi bisa berbahaya! Jika tidak yakin dengan kemampuan sahabat pembaca untuk mengecek kondisi kendaraan layak atau tidak saran saya lebih baik bawa ke bengkel-bengkel terdekat tempat sahabat pembaca biasa melakukan cek/service. Insya Allah bisa lebih diandalkan.

3. Cek kelengkapan sepeda motor, mulai dari Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB/Kaleng Plat Motor) hal ini untuk memastikan bahwa jangan sampai sahabat pembaca berkendara dengan indentitas kendaraan yang berbeda antara nomor kendaraan di STNK dengan TNKB. Jika hal ini terjadi, mungkin sahabat pembaca harus mampir dulu ke supermarket/minimarket untuk beli AQUA agar tiak terjadi gagal fokus. Eits tenang!!! Hal ini tidak membatalkan puasa sahabat pembaca ko, kan hanya beli saja tidak diminum ok!

4. Cek tanki penyimpanan bahan bakar, jangan sampai motor sudah siap, surat-surat sudah siap,  eeeeeeh bensinnya habis. Sungguh terlalu…

MensPushUpa

5. Pastikan kondisi tubuh  dalam keadaan sehat wal ‘afiyat, hal ini sangat penting dilakukan karena ini yang akan menentukan perjalanan mudik sahabat pembaca sampai di tempat tujuan sesuai yang sahabat pembaca inginkan, jangan sampai masuk rumah sakit. Naudzubillahi min dzalik! Semoga lancar dan selamat ya!

6. Gunakan beberapa kelengkapan berkendara seperti :

a. Helm, selain menjadi syarat wajib dalam berkendara sepeda motor hal ini juga dapat melindungi kepala dari godaan-godaan setan yang terkutuk. Hehehe bercanda dikit… Wajib pakai helm ya!

15317799_1336654299678446_7459934449614520210_n

b. Jacket/Rompi Motor, tapi jangan dikenakan pada motornya ya! Kenakan pada tubuh sahabat pembaca yang berkendara. Hal ini dapat mencegah masuknya angin pada tubuh sahabat pembaca, tapi kalau masih masuk juga itu angin yasudah itulah takdir! Disyukuri saja.

1238317_650093418334541_1802670568_n

c. Masker, alat ini sangat bermanfaat dalam berkendara terutama di bulan suci ramadhan, agar tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke mulut selama berkenara karena akan membatalkan puasa sahabat pembaca. Hehehe…

8378029_fd266d93-8658-46b3-b608-0921047595b4

d. Sarung tangan, hal ini jelas digunakan di tangan ya jangan sampai digunakan di kaki, kalau salah penggunaannya berarti ada yang salah dengan otak sahabat pembaca, segera perikasa ke dokter.

sarung-kaki-rapi2

e. Sarung kaki, hal ini agar memberi kenyamanan bagi sahabat pembaca yang menggunakan sepatu yang agak longgar.

a090584be03b8176dea1b1e57b35fa64

f. Sepatu, menghindari kaki dari panas matahari dan juga panas mesin motor yang tepat berada di kanan dan kiri dari kaki kita.

15259642_1330293116981231_2334348399288144352_o

g. Sendal, hal ini menjadi penting apabila dalam perjalanan mudik sahabat pembaca kehilangan sepatu di tempat sahabat pembaca istirahat, karena kejahatan bukan karena ada niat dari pelakunya tapi karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Itu kata Bang Napi.

rambu-peringatan

7. Patuhi aturan atau rambu-rambu lalu lintas, jangan sampai sahabat pembaca tidak memahami sandi-sandi atau petunjuk rambu-rambu lalu lintas, apabila hal ini terjadi maka dapat dipastikan nilai IPS sahabat pembaca waktu sekolah pasti buruk. Iya kan??? Coba lihat raportnya!

8. Yang terakhir PASTIKAN sahabat pembaca bisa mengendarai sepeda motor, hal ini sangat penting mengingat beberapa point di atas akan menjadi perkara sia-sia apabila sahabat pembaca tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimaksud di atas.

 

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan dapat menjadi referensi perjalanan mudik sahabat pembaca yang kebetulan ingin mudik dengan sepeda motor. Tetap berhati-hati di jalan. Pastikan untuk mematuhi aturan lalu lintas dalam berkendara, agar perjalanan mudik sahabat pembaca bernilai pahala.

Ohyaaa sebagai tambahan, (yang ini serius) sahabat pembaca bisa melakukan hal spele ini tapi rasakan perbedaannya.

1 – 30 menit pertama istiqamahkan kecepatan laju sepeda motor sahabat pembaca tidak lebih dari 30 km/jam.

31 – 60 menit berikutnya istqamahkan kecepatan laju sepeda motor sahabat pembaca tidak lebih dari 60 km/jam.

1 – 2 jam berikutnya pastikan laju sepeda motor sahabat tidak melebihi 80 km/jam.

Hal di atas berlaku apabila kondisi jalan sangat lancar, apabila macet maka disesuaikan saja dan dapat melatih emosi, kesabaran, serta tingkat konsentrasi sahabat pembaca dalam berkendara.

Dan yang terakhir jangan lupa, awali perjalanan sahabat pembaca dengan berdo’a terlebih dahulu.

doa sebelum makan=2

Ups!!! Salah!!! Ini mah do’a makan!…sorry sorry sorry…

Nah yang ini baru benar!

Akhirnya, saya ucapkan selamat mudik, selamat melakukan perjalanan ke kampung halaman masing-masing, semoga sehat, selamat, dan dapat berkempul dengan orang-orang tersayang di kampung halaman.

14753439_1298717473472129_5631735048157060011_o

15590743_1359533967390479_4957973888457755733_o

10479035_10205348664774039_5423333474149080138_n

Salam sehat

Salam semangat

Salam selamat

Semoga bahagia dunia akhirat.

Uje Si Abu Zahraan Zain

Pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Minggu, 14 Mei 2017

Oleh : U. Supriyatna

Bismillahi Wabihamdihi

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillah, pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi berjalan dengan lancer. Malam kelima pengajian yang bertempat di rumah Saudara Joni Rt. 01/06 Kp. Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor disambut antusias oleh warga Kampung Cibolang baik itu oleh para pemuda, orangtua, bahkan anak-anak. Kegiatan yang menjadi agenda rutin yang dipelopori oleh para pengurus dan tokoh pemuda Kampung Cibolang ini menjadi salah satu wadah dalam menuntut ilmu yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali ba’da isya.

Kegiatan yang diawali dengan tawashul, dzikir, dan do’a bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan marhaba, do’a, dan ditutup dengan tausiah ini menjadi daya tarik bagi jama’ah yang semakin hari semakin banyak meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya pemuda, namun banyak pula dihadiri oleh para anak-anak dan juga para orangtua dari warga di kampung tersebut.

Di kesempatan malam ini, kajian yang dibahas adalah seputar persiapan menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Ada beberapa kesamaan makna filosofis yang terdapat pada amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dengan sebuah pertandingan sepak bola. Pemuda yang sebagian besar gemar bermain sepak bola menjadikan materi kali ini cukup menarik untuk dibahas.

Pertama, antara orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan dengan orang yang bertanding sepak bola sama-sama melakukan perjuangan. Perjuangan seseorang yang berpuasa di bulan suci ramadhan yaitu dengan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan dan mengurangi nilai-nilai pahala dari ibadah puasa sejak di mulai waktu berpuasa sampai masuk waktu berbuka puasa. Perjuangan ini sangat jelas dimana kebiasaan sebelas bulan sementara waktu harus dihentikan karena melaksanakan ibadah puasa di siang hari. Sementara perjuangan bagi seseorang yang bertanding sepak bola itu adalah berjuang sekuat tenaga untuk dapat bermain dengan baik dan benar sesuai prosedur yang diarahkan oleh sang wasit. Baik orang yang berpuasa ataupun bermain sepak bola dalam berjuang itu memiliki sebuah tujuan yaitu kemenangan. Kemenangan bagi orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan adalah mencapai derajat yang dijanjikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an yaitu “La’allakum Tattakuun” yaitu menjadi pribadi seorang muslim yang bertaqwa. Sementara kemenangan bagi pemain bola yaitu menjadi juara. Kedua kemenangan tersebut tentu menjadi sebuah keberhasilan yang ada balasannya, dan balasan dari kemenangan itu adalah sebuah kebahagiaan, dan kebahagiaan itu berakhir dengan sebuah kebaikan, dan kebaikan itu adalah tujuan dari perjuangan yang kita lakukan.

Kedua, adanya kerja keras. Antara amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dan pertandingan sepak bola keduanya butuh kerja keras baik itu sebelum bertanding, ketika bertanding, dan setelah bertanding. Sebelum bertanding sepak bola, para pemain harus bekerja keras dalam latihan sebagai persiapan diri sebelum bertanding, mulai dari mengatur strategi sampai kepada eksekusi. Ketika bertanding pun kerja keras sangat perlu dilakukan antara pemain yang satu denga pemain lainnya, sejak peluit tanda dimulainya pertandingan sampai berakhirnya pertandingan para pemain tentu bekerja keras dalam mempertahankan tim tercintanya sehingga dapat membobol gawang lawan. Ketika sudah memenangkan pertandingan bukan berarti kerja keras para pemain berakhir akan tetapi waktu itulah kerja keras baru dimulai untuk dapat bertanding di kejuaraan yang lebih tinggi. Tentu ini menjadi bagian tersulit dalam mempertahankan kemenangan yang pernah diperoleh. Kaitannya dengan orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan, sebelum masuk bulan suci ramadhan seseorang dilatih bekerja keras dalam mempersiapkannya baik jasmani ataupun ruhani. Adanya amalan puasa-puasa sunnah menjadi wadah pelatihan dalam bekerja keras untuk mempersiapkan puasa wajib di bulan suci ramadhan. Ketika ramadhan berlangsung, kerja keras seseorang sangat dibutuhkan yaitu kerja keras dalam menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ataupun yang mengurangi nilai pahala dari ibadah puasa yang kita jalani. Ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan bagi eorang muslim, banyak godaan dan tantangan yang mau tidak mau siap tidak siap harus dijalani. Dan yang tidak kalah penting lagi adalah bekerja keras setelah kita memperoleh kemenangan dari amalan ibadah puasa kita selama satu bulan yang ditutup dengan ‘idul fitri sebagai hari kemenangan setelah satu bulan bertanding melawan hawa nafsu dan keinginan. Inilah puncak kerja keras yang sesungguhnya, karena setelah puasa sebulan penuh apakah kita menjadi lebih baik atau malah kembali melakukan kebiasaan buruk yang menjadikan kita semakin terpuruk.

Ketiga, Adanya pengendalian diri. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola harus bisa mengendalikan diri dari segala sesuatu yang dapat mengakibatkan hilangnya pahala ibadah puasa dan kekalahan dalam bertanding sepak bola. Pengendalian diri ini adalah salah satu usaha yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang sedang menjalani ibadah puasa dan juga yang sedang bertanding sepak bola, sebab tanpa adanya pengendalian diri maka ia akan kebablasan dalam bertanding yang mengakibatkan kekalahan dan membatalkan amalan ibada puasa. Saling berbagi antara satu pemain dengan pemain lainnya sehingga tercapailah harapan kemenangan yang menjadi cita-cita bersama. Pengendalian diri itu seperti rem pada sebuah kendaraan. Orang yang berkendara, di depan ada lubang, keputusan ada pada diri si pengendara itu sendiri. Mau berhenti atau mau tabrak lubang itu, tapi resiko sangat jelas berbeda. Jika berhenti atau menghindar insya Allah pasti aman. Tapi jika ditabrak, resiko pasti cilaka. Semua kembali kepada pribadi masing-masing dalam menjalankannya.

Keempat, adanya ketahanan tubuh. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola sama-sama harus memiliki ketahanan tubuh yang kuat, stamina yang hebat, agar pelaksanaan ibadah puasa berjalan dengan lancer. Ibarat pemain bola jangan memporsir tenaga di awal permainan, karena apabila hal itu terjadi maka diakhir-akhhir waktu pertandingan pasti akan merasakan lelah yang berlebihan, sehingga ada yang cidera, sakit, bahkan tidak jarang mengabatkan kematian. Padahal diakhir waktu pertandingan saat itulah detik-detik penentu kemenangan sebuah pertandingan. Sama halnya seperti orang yang berpuasa yang semakin hari semakin lemah, apalagi di akhir-akhir hari dalam menjalani ibadah puasa sehingga tidak sedikit orang yang mempertahankan puasanya samapi batas waktu yang ditentukan.

Kelima, adanya kesehatan. orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola, harus sehat jasmani maupun ruhani. Karena apabila sakit menjalani ibadah puasa ataupun bertanding sepak bola pasti tidak akan maksimal. Salah satu tujuan puasa selain menjadikan pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT juga menjadikan diri sehat. Hal ini sesuai dengan hadist nabi SAW “Shuumuu Fattasihuu”, berpuasalah kalian niscaya kalian sehat. Olah raga yang benar, bermain sepak bola yang benar, tentu akan menyehatkan badan. Puasa yang benar pun sesuai aturan yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW insya Allah akan menyehatkan jasmani ataupun ruhani.

Oleh karena itu, ketika berbuka puasa jangan terlalu banyak makan atau menikmati hidangan, secukupnya saja. Seteguk air jernih sebenarnya sudah mengenyangkan. Boleh saja menikmati semua hidangan akan tetapi harus diimbangi dengan gerakan badan, artinya jangan sampai setelah berbuka puasa justru malas yang kita dapatkan akibat kekenyangan, malas shalat magrib, malas tarawih, dan sebagainya. Padahal pelaksanaan shalat tarawih itu justru dapat menyehatkan, karena makanann yang baru kita makan tadi ketika berbuka puasa saripatinya bisa terurai dan tersebar ke seluruh anggota tubuh kita sehingga dapat menyehatkan tubuh kita. Sama seperti waktu sahur, setelah makan sahur maka lakukanlah gerakan badan dengan melaksanakan ibadah shalat subuh, prosedur yang tepat maka ibadah puasa menjadi sehat.

Inilah sedikit materi sebagai modal persiapan kita dlam menyambut datangnya bulan suci ramadhan yang hanya dalam hhitungan hari saja.

Marhaban Yaa Ramadhan, semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan ruhani, panjang umur, berjumpa dengan bulan suci ramadhan dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan sesuai dengan keinginann kita masing.

Akhirnya, kebenaran hanya milik Allah SWT. Kesalahan, kekurangan, kekhilafan, itulah sifat manusiawi yang ada pada dalam diri saya ini. Hanya kepada Allah SWT kita memohon dan berserah diri.

Demikian hanya ini yang dapat saya sampaikan setelah menghadiri dan mengisi pengajian Pemuda Kampung cibolang Desa banjarwangi Kecamatan Ciawi kabupaten Bogor. Semoga Allah SWT selalu memelihara keistiqamahan dalam meneruskan, melestarikan, dan mempertahankan kegiatan positif yang belum tentu dilakukan oleh para pemuada di kampung lain.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Muhasabah Diri di Penghujung Tahun 2016

Bismillahirrohmaanirrohiim

Sahabat pembaca yang dirahmati Allah SWT. Hanya dalam hitungan menit malam ini akan menjadi malam dimana gemuruh teriakan jutaan ummat manusia akan sorak gembira, bunyi terompet dan petasan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan menjadi pemandangan yang sangat menarik menghiasi langit malam di seluruh penjuru dunia.
Berbagai persiapan sudah banyak dilakukan oleh sebagian besar umat manusia untuk menyambut pergantian malam tahun baru 2017. Muda mudi, tua muda, kecil dewasa, semua berbaur dalam tujuan yang sama yaitu memeriahkan acara perayaan pergantihan tahun yang hanya terjadi setiap satu tahun sekali dan hal itu pula yang menjadikan sebagian besar orang mengatakan “setahun sekali, kapan lagi”.
Akan tetapi, sebelum pergantian tahun ini terjadi cobalah untuk sedikit kita renungkan kembali perjalanan hidup diri kita masing-masing pada setiap tahunnya.
Sahabat pembaca yang berbahagia, sadarkah kita bahwa setiap pergantian tahun itu adalah petanda bahwa semua yang hidup di dunia bertambah pula usianya, hal itu menunjukan bahwa dengan bertambahnya usia maka akan semakin dekat pula dengan akhir dari sebuah kehidupan dalam arti semakin sedikit pula kesempatan hidup kita di dunia yang sangat kita banggakan ini.
Sudah cukupkah shalat kita?
Sudah cukupkah puasa kita?
Sudah cukupkah shodaqoh kita?
Sudah cukupkah amal baik kita?
Sudah cukupkah berbakti kita kepada orangtua?
Terlalu banyak kebahagiaan dunia yang kita kejar sehingga kita lalai dalam urusan akhirat.
Malam pergantian tahun seharusnya dijadikan malam untuk lebih banyak mengingat setiap kekurangan serta kesalahan bahkan kekhilafan kepada orang-orang di sekitar kita.
Pengikisan akhlak sangat nampak terjadi di setiap malam pergantian tahun.
Malam yang menjadi bagian dari sedikit peristiwa penting yang harus kita ketahui yang akan terjadi di hari kiamat kelak, di mana ummat manusia akan dikumpulkan di satu tempat yang sama, mengharap satu harapan yang sama, menanti perhitungan sesuai dengan amal masing-masing ketika Allah SWT berikan kesempatan di dunia.
Bayangkan jika terompet yang kita tiup malam ini saja sangat menjadikan kegaduhan di setiap sudut penjuru dunia sehingga dapat mengganggu telinga siapapun yang mendengarkannya, bagaimana dengan tiupan Sangkakala Malaikat Israfil nanti, sudah siapkah telinga kita untuk mendengarkannya???
Bayangkan jika suara petasan yang kita bakar malam ini saja sangat menggemparkan langit malam, bagaimana dengan suara ledakan gunung-gunung saat bumi ini diguncang dengan sangat dahsyat, sudah siapkah diri kita untuk menyaksikan peristiwa itu???
Teriakan malam ini adalah teriakan kegembiraan, sedangkan teriakan di hari akhir kelak adalah teriakan permohonan taubat atas segala dosa yang pernah kita lakukan selama kita hidup di dunia. Siapkah kita menghadapi itu semua???
Mudah-mudahan pergantian tahun ini banyak memberikan arti dari sebuah perjalanan hidup setiap jiwa yang merindukan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk selalu taat dalam menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Mudah-mudahan Allah SWT berikan kemudahan, kelancaran, serta keberhasilan dalam urusan kita masing-masing.
Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan pada jasmani dan ruhani kita, agar kita tetap istiqomah dalam beribadah, berusaha, dan bekerja.
Sahabat pembaca yang berbahagia, jika malam pergantian tahun ini adalah malam pergantian tahun terakhir yang kita lalui. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan, keridhoan, serta ampunan atas segala kekurangan, kesalahan, serta kekhilafan kita semua sebagai manusia.
Wallhul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilir Rasyad.

Supriyatna Asy-Syianjury
Ikatan Alumni Nahdlatul Wathan Jakarta

Ayahanda KH. Muhammad Suhaidi, SQ. Siapakah Beliau?

Beliau laksana matahari yang senantiasa memberi kehangatan di pagi hari dan terus bersinar tanpa ada kata berhenti sepanjang hari.
Beliau laksana bulan yang bersinar di tengah malam yang mampu memberi kebahagiaan setiap hati yang sedang dirandu kegelisahan.
Beliau laksana setitik cahaya yang senantiasa memberikan petunjuk jalan dalam kegelapan hati dan pikiran.
Beliau laksana air yang mampu menghilangkan dahaga di tengah panasnya diri dan jiwa yang melanda.
Beliau laksana angin yang memberi kesejukan disaat diri ini mulai lelah.
Beliau laksana nasi yang bisa mengenyangkan dan bisa menjadi sumber energi dalam menjalani aktivitas kehidupan.
Beliau laksana pulsa yang tanpa keberadaannya menjadikan handphone menjadi sia-sia.
Beliau laksana sinyal yang keberadaannya banyak dibutuhkan oleh banyak orang.
Beliau laksana bumi dimana banyak orang mampu berdiri karena keberadaannya.
Beliau laksana bunga yang senantiasa menjadi simbol kebahagiaan.
Beliau laksana obat yang senantiasa memberikan kesehatan bagi mereka yang sedang sakit.
Beliau laksana pakaian yang mampu menjadikan tampilan hidup kita lebih rapi.
Beliau laksana nyawa yang tanpa keberadaannya pasti tidak akan ada kehidupan di dunia ini.
Terlalu banyak untuk mengungkapkan dan menilai diri beliau, sehingga otak ini tidak mampu untuk merangkainya.
Semoga ayahanda senantiasa dipelihara kesehatan jasmani dan ruhaninya, dimudahkan setiap urusannya, dijadikan ilmunya menjadi ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat.
Semoga beliau dapat menjadi tauladan bagi kita semua sebagai generasi perjuangan Nahdlatul Wathan di mana saja kita berada.
“Janganlah Nanda Lupa Daratan, Lantaran Kursi dan Jabatan, Kursi Ananda Diberikan Tuhan, Lantaran Jasa Nahdlatul Wathan”.

Supriyatna
Kp. Cibolang Rt 02/06 Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat