Pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Minggu, 14 Mei 2017

Oleh : U. Supriyatna

Bismillahi Wabihamdihi

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillah, pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi berjalan dengan lancer. Malam kelima pengajian yang bertempat di rumah Saudara Joni Rt. 01/06 Kp. Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor disambut antusias oleh warga Kampung Cibolang baik itu oleh para pemuda, orangtua, bahkan anak-anak. Kegiatan yang menjadi agenda rutin yang dipelopori oleh para pengurus dan tokoh pemuda Kampung Cibolang ini menjadi salah satu wadah dalam menuntut ilmu yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali ba’da isya.

Kegiatan yang diawali dengan tawashul, dzikir, dan do’a bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan marhaba, do’a, dan ditutup dengan tausiah ini menjadi daya tarik bagi jama’ah yang semakin hari semakin banyak meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya pemuda, namun banyak pula dihadiri oleh para anak-anak dan juga para orangtua dari warga di kampung tersebut.

Di kesempatan malam ini, kajian yang dibahas adalah seputar persiapan menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Ada beberapa kesamaan makna filosofis yang terdapat pada amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dengan sebuah pertandingan sepak bola. Pemuda yang sebagian besar gemar bermain sepak bola menjadikan materi kali ini cukup menarik untuk dibahas.

Pertama, antara orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan dengan orang yang bertanding sepak bola sama-sama melakukan perjuangan. Perjuangan seseorang yang berpuasa di bulan suci ramadhan yaitu dengan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan dan mengurangi nilai-nilai pahala dari ibadah puasa sejak di mulai waktu berpuasa sampai masuk waktu berbuka puasa. Perjuangan ini sangat jelas dimana kebiasaan sebelas bulan sementara waktu harus dihentikan karena melaksanakan ibadah puasa di siang hari. Sementara perjuangan bagi seseorang yang bertanding sepak bola itu adalah berjuang sekuat tenaga untuk dapat bermain dengan baik dan benar sesuai prosedur yang diarahkan oleh sang wasit. Baik orang yang berpuasa ataupun bermain sepak bola dalam berjuang itu memiliki sebuah tujuan yaitu kemenangan. Kemenangan bagi orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan adalah mencapai derajat yang dijanjikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an yaitu “La’allakum Tattakuun” yaitu menjadi pribadi seorang muslim yang bertaqwa. Sementara kemenangan bagi pemain bola yaitu menjadi juara. Kedua kemenangan tersebut tentu menjadi sebuah keberhasilan yang ada balasannya, dan balasan dari kemenangan itu adalah sebuah kebahagiaan, dan kebahagiaan itu berakhir dengan sebuah kebaikan, dan kebaikan itu adalah tujuan dari perjuangan yang kita lakukan.

Kedua, adanya kerja keras. Antara amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dan pertandingan sepak bola keduanya butuh kerja keras baik itu sebelum bertanding, ketika bertanding, dan setelah bertanding. Sebelum bertanding sepak bola, para pemain harus bekerja keras dalam latihan sebagai persiapan diri sebelum bertanding, mulai dari mengatur strategi sampai kepada eksekusi. Ketika bertanding pun kerja keras sangat perlu dilakukan antara pemain yang satu denga pemain lainnya, sejak peluit tanda dimulainya pertandingan sampai berakhirnya pertandingan para pemain tentu bekerja keras dalam mempertahankan tim tercintanya sehingga dapat membobol gawang lawan. Ketika sudah memenangkan pertandingan bukan berarti kerja keras para pemain berakhir akan tetapi waktu itulah kerja keras baru dimulai untuk dapat bertanding di kejuaraan yang lebih tinggi. Tentu ini menjadi bagian tersulit dalam mempertahankan kemenangan yang pernah diperoleh. Kaitannya dengan orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan, sebelum masuk bulan suci ramadhan seseorang dilatih bekerja keras dalam mempersiapkannya baik jasmani ataupun ruhani. Adanya amalan puasa-puasa sunnah menjadi wadah pelatihan dalam bekerja keras untuk mempersiapkan puasa wajib di bulan suci ramadhan. Ketika ramadhan berlangsung, kerja keras seseorang sangat dibutuhkan yaitu kerja keras dalam menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ataupun yang mengurangi nilai pahala dari ibadah puasa yang kita jalani. Ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan bagi eorang muslim, banyak godaan dan tantangan yang mau tidak mau siap tidak siap harus dijalani. Dan yang tidak kalah penting lagi adalah bekerja keras setelah kita memperoleh kemenangan dari amalan ibadah puasa kita selama satu bulan yang ditutup dengan ‘idul fitri sebagai hari kemenangan setelah satu bulan bertanding melawan hawa nafsu dan keinginan. Inilah puncak kerja keras yang sesungguhnya, karena setelah puasa sebulan penuh apakah kita menjadi lebih baik atau malah kembali melakukan kebiasaan buruk yang menjadikan kita semakin terpuruk.

Ketiga, Adanya pengendalian diri. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola harus bisa mengendalikan diri dari segala sesuatu yang dapat mengakibatkan hilangnya pahala ibadah puasa dan kekalahan dalam bertanding sepak bola. Pengendalian diri ini adalah salah satu usaha yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang sedang menjalani ibadah puasa dan juga yang sedang bertanding sepak bola, sebab tanpa adanya pengendalian diri maka ia akan kebablasan dalam bertanding yang mengakibatkan kekalahan dan membatalkan amalan ibada puasa. Saling berbagi antara satu pemain dengan pemain lainnya sehingga tercapailah harapan kemenangan yang menjadi cita-cita bersama. Pengendalian diri itu seperti rem pada sebuah kendaraan. Orang yang berkendara, di depan ada lubang, keputusan ada pada diri si pengendara itu sendiri. Mau berhenti atau mau tabrak lubang itu, tapi resiko sangat jelas berbeda. Jika berhenti atau menghindar insya Allah pasti aman. Tapi jika ditabrak, resiko pasti cilaka. Semua kembali kepada pribadi masing-masing dalam menjalankannya.

Keempat, adanya ketahanan tubuh. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola sama-sama harus memiliki ketahanan tubuh yang kuat, stamina yang hebat, agar pelaksanaan ibadah puasa berjalan dengan lancer. Ibarat pemain bola jangan memporsir tenaga di awal permainan, karena apabila hal itu terjadi maka diakhir-akhhir waktu pertandingan pasti akan merasakan lelah yang berlebihan, sehingga ada yang cidera, sakit, bahkan tidak jarang mengabatkan kematian. Padahal diakhir waktu pertandingan saat itulah detik-detik penentu kemenangan sebuah pertandingan. Sama halnya seperti orang yang berpuasa yang semakin hari semakin lemah, apalagi di akhir-akhir hari dalam menjalani ibadah puasa sehingga tidak sedikit orang yang mempertahankan puasanya samapi batas waktu yang ditentukan.

Kelima, adanya kesehatan. orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola, harus sehat jasmani maupun ruhani. Karena apabila sakit menjalani ibadah puasa ataupun bertanding sepak bola pasti tidak akan maksimal. Salah satu tujuan puasa selain menjadikan pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT juga menjadikan diri sehat. Hal ini sesuai dengan hadist nabi SAW “Shuumuu Fattasihuu”, berpuasalah kalian niscaya kalian sehat. Olah raga yang benar, bermain sepak bola yang benar, tentu akan menyehatkan badan. Puasa yang benar pun sesuai aturan yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW insya Allah akan menyehatkan jasmani ataupun ruhani.

Oleh karena itu, ketika berbuka puasa jangan terlalu banyak makan atau menikmati hidangan, secukupnya saja. Seteguk air jernih sebenarnya sudah mengenyangkan. Boleh saja menikmati semua hidangan akan tetapi harus diimbangi dengan gerakan badan, artinya jangan sampai setelah berbuka puasa justru malas yang kita dapatkan akibat kekenyangan, malas shalat magrib, malas tarawih, dan sebagainya. Padahal pelaksanaan shalat tarawih itu justru dapat menyehatkan, karena makanann yang baru kita makan tadi ketika berbuka puasa saripatinya bisa terurai dan tersebar ke seluruh anggota tubuh kita sehingga dapat menyehatkan tubuh kita. Sama seperti waktu sahur, setelah makan sahur maka lakukanlah gerakan badan dengan melaksanakan ibadah shalat subuh, prosedur yang tepat maka ibadah puasa menjadi sehat.

Inilah sedikit materi sebagai modal persiapan kita dlam menyambut datangnya bulan suci ramadhan yang hanya dalam hhitungan hari saja.

Marhaban Yaa Ramadhan, semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan ruhani, panjang umur, berjumpa dengan bulan suci ramadhan dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan sesuai dengan keinginann kita masing.

Akhirnya, kebenaran hanya milik Allah SWT. Kesalahan, kekurangan, kekhilafan, itulah sifat manusiawi yang ada pada dalam diri saya ini. Hanya kepada Allah SWT kita memohon dan berserah diri.

Demikian hanya ini yang dapat saya sampaikan setelah menghadiri dan mengisi pengajian Pemuda Kampung cibolang Desa banjarwangi Kecamatan Ciawi kabupaten Bogor. Semoga Allah SWT selalu memelihara keistiqamahan dalam meneruskan, melestarikan, dan mempertahankan kegiatan positif yang belum tentu dilakukan oleh para pemuada di kampung lain.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s