Unek-Unek Perayaan Tahun Baru 2014

Oleh : Supriyatna, S.Pd.I

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh
Alhamdulillah, pada akhirnya penulis memiliki kesempatan untuk sekedar melampiaskan kebiasaan jari jemari dalam merubah bahasa lisan menjadi bahasa tulisan. Hanya sekedar tambahan informasi bagi pembaca sekalian, yang mudah-mudahan dapat menjadi referensi kepustakaan wawasan dan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan kali ini saya hanya ingin menuangkan unek-unek yang belakangan ini ternyata menjadi sebuah fenomena yang sangat menyedihkan bagi generasi muda di mana saja berada.
Sobat pembaca yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung,
Tanpa kita sadari bahwa detik telah berganti menit, menit telah berganti jam, jam telah berganti hari, hari telah berganti minggu, minggu telah berganti bulan, bulan telah berganti tahun. Tidak terasa juga bahwa hari ini kita semua telah berada di akhir tahun 2013, dan sebentar lagi dalam hitungan jam kita akan memasuki tahun baru 2014.
Berbagai persiapan telah dilakukan oleh sebagian orang atau bahkan hampir semua orang di dunia untuk menyambut pesta rakyat yang sangat ditunggu-tunggu oleh siapapun. Sobat pembaca yang budiman, tanpa disadari oleh kita bahwa pada pergantian tahun baru itu SEMUA usia makhluk yang menempati dunia ini semakin bertambah, itu artinya bahwa KESEMPATAN HIDUP kita semua di dunia semakin berkurang. Lantas apakan kita sudah siap untuk menyambut kematian kita? Nah itu yang harus kita renungkan dalam pergantian tahun baru, bukan hanya sekedar pergi jalan-jalan bersama teman atau pacar, meniup terompet, membakar petasan, dan lain sebagainya.
Di akhir tahun iblis dan sekutunya telah menyiapkan rencana yang sangat matang dan mereka yakin pasti akan memperoleh teman sebanyak-banyaknya untuk dapat menemaninya nanti kelak di neraka, hal ini terbukti bahwa setiap perayaan pergantian malam tahun baru tidak sedikit manusia yang menginginkan sesuatu yang berbeda dari hari-hari biasanya, dan menginginkan hari tersebut sebagai hari yang sangat special dalam sejarah kehidupannya di dunia, padahal apa yang mereka persiapkan itu adalah perkara yang sangat dan akan menyesatkan mereka sendiri.
Percaya tidak percaya sobat pembaca dapat menilai sendiri, coba bandingkan:
1. Untuk menyambut detik-detik pergantian tahun baru masehi, segala sesuatu sudah dipersiapkan dengan matang, mulai dari inilah, itulah, dan lain sebagainya. Tapi untuk menyambut tahun baru hijriyah yang notabennya tahun barunya ummat islam, apa yang dipersiapkan? bahkan yang sangat menyedihkan lagi, banyak anak-anak diusia remaja yang tanggalnya saja tidak tahu. Di mana pengetahuan islam mereka?
2. Untuk menyambut detik-detik pergantian malam tahun baru, hampir semua remaja atau bahkan juga orang tua sudah mempersiapkan diri dengan segala persiapan yang mereka siapkan untuk berangkat ke suatu tempat sebagai tempat berkumpulnya orang-orang yang merayakan perayaan tersebut sejak siang hari, atau bahkan pagi hari, atau bahkan mereka menginap hanya untuk perayaan tersebut. Tapi coba ketika mendengar kumandang adzan dari masjid, apakan mereka langsung menuju masjid dengan segala persiapan diri untuk menunaikan kewajibannya kepada Allah SWT? Di mana iman mereka?
3. Untuk menyambut detik-detik pergantian malam tahun baru, terutama anak-anak dan juga remaja dan bahkan orangtua, mempersiapkan diri dengan membeli petasan, terompet, ini dan itu banyak lagi, yang tidak ada diada-adakan. Tapi untuk bersodaqoh sangat susah? Di mana pendidikan orangtua yang menginginkan anaknya menjadi baik?
4. Masih banyak lagi deh, coba pikirkan sendiri…
Sungguh sangat disayangkan bagi orangtua yang justru mendukung kegiatan-kegiatan tersebut, padahal tida ada kewajiban untuk merayakannya.
Kalau saja manusia di negeri tercinta Indonesia ini berpikir sehat dan baik untuk masa depan, mulai dari pemerintahnya sampai kepada masyarakatnya, mungkin negeri ini akan menjadi negeri yang tidak tertinggal dalam masalah pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.
Bayangkan, pemerintah berani mengeluaran dana ratusan juta rupiah atau lebih hanya untuk memeriahkan malam pergantian tahun baru yang alasannya hanya dilakukan satu tahun sekali. Kalau saja dana yang dikeluarkan setiap akhir tahun itu dimanfaatkan untuk shadaqah dan beramal baik lainnya mungkin akan lebih bermanfaat.
Membahagiakan orang banyak memang salah satu perbuatan baik, tapi kalau kebahagiaan itu hanya diberikan dalam waktu sesaat seperti perayaan tahun baru yang akan diselenggarakan besok, mereka pun hanya memperoleh kebahagiaan sesaat di pergantian tahun baru saja, besoknya mereka akan kembali bersedih memikirkan hutang, pekerjaan, dan lain sebagainya.
Sebenarnya masih panjang yang penulis ingin sampaikan, tetapi karena masih banyak aktivitas yang harus penulis lakukan, jadi kapan-kapan kita sambung lagi…
Intinya, mari kita sikapi pergantian tahun baru 2014 ini dengan lebih dalam dan lebih jauh lagi kita mengenal diri kita ini siapa, untuk apa kita hidup, dan kemana kita akan kembali? daripada hanya sekedar hura-hura, poya-poya, dan lain sebagainya yang kebahagiaannya bersifat sesaat pada saat itu saja. Karena orang yang merayakan pergantian tahun baru senangnya pada saat mereka melihat petasan, meniup terompet, jalan berama teman, dan lain-lain. Tapi besoknya yaaaa berlalu begitu saja atau bahkan ia lebih buruk dari tahun sebelumnya.
Akhirnya penulis hanya mampu berdo’a kepada Allah SWT, semoga kita semua diberikan kekuatan iman dan islam, kesungguhan hati dalam memeluk dan mengamalkan ajaran islam, keseriusan dalam belajar dan mencari ilmu, semoga ditahun 2014 ini kita semua menjadi pribadi yang pandai berpikir dan berdzikir, menjadi manusia yang pandai bersyukur dan bersabar, serta menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Semoga bermanfaat, kritik dan saran langsung saja ketik di bawah ini atau via sms ke nomor yang tertera di atas.

Terima Kasih
Supriyatna, S.Pd.I

2 thoughts on “Unek-Unek Perayaan Tahun Baru 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s