Janji Allah Swt Tidak Main-main

Merujuk pada janji Allah Swt di dalam al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 160

“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya”… Q.S Al-An’am Ayat 160.

Lima hari yang lalu tepatnya pada hari Jum’at, 14 Oktober 2011, saat sore tiba tepat pukul 16:45 Saya memanaskan mesn motor yang terparkir di depan kamar kosan saya di daerah Cireundeu Pisangan Ciputat Tangerang Selatan, saat mesin motorpun terasa panas Saya pun bergegas menuju daerah Pertamina Pondok Ranji Tangerang Selatan dengan tujuan menjemput seorang wanita yang tidak lain adalah kekasih Saya sendiri (insya Allah dan mohon do’anya akan menjad istri) yang memang kebetulan dia ngajar di TPA Raudhatul Irfan yang berada di sekitar perumahan Pertamina tersebut.

Setibanya di Pemancingan yang ada di pinggir jalan Perumahan Pertamina, tempat biasanya saya menunggu dia pulang tepat pada pukul 17:00, sambil menunggu kehadiran dia seperti biasa Saya pun mengeluarkan Handphone yang terdapat di saku celana Saya sekedar untuk update status lewat jejaring sosial Facebook. Tepat di seberang jalan tempat Saya menunggu terdapat taman bermain anak-anak perumahan, dan memang sangat ramai sekali anak-anak yang sedang bermain di taman tersebut pada saat itu.

Namun ada pemandangan yang menurut Saya agak aneh dan tidak wajar Saya saksikan di tempat itu, di tengah keramaian anak-anak perumahan itu bermain dengan segala kemewahan dan kebahagiaan yang mereka munculkan, ada seorang anak kecil yang berusia sekitar 6-7 tahun dengan kaos puth yang sudah tidak jelas warnanya dan mengenakan celana pendek sambil memegang sebuah karung di tangan kiri dan pancungan (sejenis alat untuk mengais sesuatu) di tangan kanan yang sedang duduk termenung memandang keramaian anak-anak seusianya yg tengah asyik bermain di lapangan tersebut, sementara dia sedang berusaha mempertahankan hidupnya dengan mengais sampah yang masih layak dia pungut dan di jual demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari kejauhan Saya hanya dapat menyaksikan pemandangan tersebut dengan hati yang sangat sedih dan saat itu pula tidak terasa bola mata Saya sebelah kanan meneteskan air mata. Sambil berkata dalam hati “anak sekecil itu, sudah bertarung dengan kehidupan yang keras ini demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarga, sementara Saya sampai detik ini tidak dapat melakukan seperti apa yang anak itu lakukan untuk memperoleh rizki yang telah Allah sediakan untuk kehidupan kta masing-masing, betapa dholimnya diri Saya”.

Pemandangan itu cukup lama Saya saksikan, terkadang Si Anaka kecil tersenyum, termenung, dan banyak sekali mimik wajah yang dia tampilkan saat itu sebagai bentuk dan wujud ekspresi kehidupan yang dia alami. Setelah beberapa menit Saya saksikan pemandangan itu, Si Anak kecil itu berdiri dan berjalan menghampiri Saya, setelah dia tepat melintas di depan Saya, Saya pun menyapa Si Ade kecil itu.

Dek kesini deh, sapa Saya dan memanggil Si Anak kecil itu

Ya Om ada apa?  jawab sapa si anak itu sambil bertanya

Ini ada rizki buat Ade, mudah-mudahan bermanfaat.

Terimaksih Om,  jawab Si Anak Kecil itu sambil berjalan meninggalkan saya.

Sungguh hati ini menjadi tenang dan damai setelah bertatapan langsung dengan Si anak kecil yang sempat Saya lihat tadi dari kejauhan! Dalam hati sambil berdo’a mudah-mudahan kelak dia menjadi orang yang kaya!

Mudah-mudahan ini tidak menjadi fitnah dan riya untuk di baca, tulisan ini hanya sekedar ungkapan perasaan yang terjadi dan Saya alami beberapa hari yang lalu, dan hikmah yang Saya petik dari pengalaman ini adalah tentang “indahnya berbagi”

Merujuk pada janji Allah Swt di dalam al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 160
“Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya”… Q.S Al-An’am Ayat 160.

Dan demi Allah ini terbukti dan nyata saya Alami, setelah beberapa hari dari peristiwa itu, tepatnya tadi malam, di rumah salah satu Jama’ah pengajian yang sedang menunaikan Ibadah haji, kebetulan di rumah mereka di adakan pengajian pembacaan dzikir Hizib Nahdlatul Wathan dan dilanjutkan dengan pembacaan Ratibul Haddad, dan secara kebetulan juga untuk pembacaan dzikir Hizib Nahdlatul Wathan Saya yang mendapat kesempatan untuk memandu acara tersebut di teman beberapa teman Saya. Setelah acara demi acara berlangsung dan selesai, tak ubahnya pada sebuah kebasaan warga setempat untuk beramah tamah sekedar mencicipi hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah.

Setelah para Jama’ah mulai sepi meninggalkan rumah sohibul hajat untuk kembali ke rumah masing-masing, Saya pun bergegas pamit pulang, namun ketika kunci motor sudah saya masukan, dan starter pun telah Saya nyalakan, dari dalam rumah teriakan keluarga sohibul hajat memanggil nama Saya, dan sepontan Saya pun mematikan mesin motor yang yang sudah siap Saya tarik gasnya. Saya pikir ada apa atau ada yang tertinggal barang bawaan Saya, dan ternyata salah seorang dari keluarga sohibul hajat dating menghampiri Saya dan memasukan amplop ke dalam saku Saya sambil berbisik “buat beli bensin”, terimakasih Bang, jawab Saya kepada orang yang telah memasukan amplop ke saku baju Saya!

Akhirnya saya pun melanjutkan niat Saya untuk pulang ke rumah, singkat cerita sesampainya Saya di rumah Saya lupa dengan amplop yang telah di masukan ke kantong baju Saya hingga pagi hari ini, dengan rasa penasaran dan bertanya tentang amplop tersebut akhirnya Saya pun merobek dan membuka amplop tersebut dan ternyata di dalamnya terdapat uang sejumlah sekian…(tidak perlu Saya sebut jumlah nominalnya), dan Saat itu pula Saya kembali meneteskan air mata, ternyata janji Allah Swt tidak main-main. Saat itu pula Saya langsung teringat sama Si Anak kecil yang sedang menatap keceriaan anak-anak lain seusianya yang tengah asyik bermain di lapangan. Paslanya pada saat itu Saya memberi dia uang dengan nominal yang apabila Saya kalikan sepuluh maka jumlahnya pun demikian, dan ternyata janji Allah Swt nyata. Jumlah nominal uang yang telah Saya terima semalam dari keluarga shohibul hajat yang tengah menunaikan ibadah haji sebanyak 10 kali lipat dari uang yang telah Saya berikan kepada Si Anak kecil lima hari yang lalu. Sungguh kekuasaan Allah Swt yang tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi kekuasaan dan kebesarn-Nya!

Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illa Allahu Wallahu Akbar

Wala Haula Walaa Quwwata Illa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adziim

Mudah-mudahan ni dapat menjadi renungan untuk diri Saya pribadi dan kita semua.

Kurang lebihnya mohon di bukakan pintu maaf yang seluas-luasnya

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s