Kini “Bunga”ku Tidak Ber”tangkai”

Oleh: U. Supriyatna As-Syianjury

“Seperti Bunga dan Tangkai”

Meski kini “bunga”ku tak ber”tangkai”, namun ia akan tetap menghiasi taman hati para generasi perjuangan di mana saja berada.
Meski kini “bunga”ku tak ber”tangkai”, kami yakin dan optimis ia akan tetap tegar meneruskan perjuangan
Meski kini “bunga”ku tak ber”tangkai”, kami yakin ia akan tetap memancarkan sinar perjuangan pd generasi Nahdlatul Wathan.
Meski kini “bunga”ku tak ber”tangkai”, kami yakin dan optimis Nahdlatul Wathan akan tetap bersinar dan berkibar.
Meski kini “bunga”ku tak ber”tangkai”, namun semangat juangnya tak akan pernah pudar.
Meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, ia akan tetap tersenyum menghadapi setiap cobaan
Meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, ia pasti akan tetap menanamkan nilai perjuangan kepada benih-benih pejuang yang telah ia siapkan.
Meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, kecintaannya terhadap Nahdlatul Wathan TIDAK akan pernah pudar.
Meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, ia akan tetap berdiri kokoh sebagai pejuang Nahdlatul Wathan.
Meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, tak akan mampu untuk tergantikan.
Meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, kami siap menjadi pagar bagi “bunga”ku yang kini tak ber”tangkai”.
Bukan Aku
Bukan Kamu
Tapi KITA.
NW-ku
NW-mu
NW Kita Bersama

Tulisan ini sengaja Saya buat untuk mengenang kepergian Ust. Drs. H. Syahabuddin, Seorang Tokoh, Guru, Pengasuh, Pembimbing, sekaligus orangtua, yang begitu banyak meninggalkan kenangan saat bersama, menanmkan nilai-nilai pendidikan dan perjuangan kepada benih-benih penerus Nahdlatul Wathan.
Tulisan ini juga sengaja Saya persembahan untuk seluruh generasi Nahdlatul Wathan di mana saja berada, dan tulisan ini pula terinspirasi dari sebuah “nilai persahabatan” yang ada pada Orangtua kita Bpk. Drs. H. M. Suhaidi dan Ust. Drs. H. Syahabuddin, yang begitu melekat pada kedua tokoh dan pelopor dalam menumbuhkembangan perjuangan Nahdlatul Wathan di tanah Jakarta.
Secara pribadi, Saya mengibaratkan mereka seperti “bunga” dan “tangkai”, yang begitu banyak memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain.
Mungkin tulisan ini akan banyak menimbulkan berbagai komentar dari para pembaca yang budiman, sebuah pengibaratan yang mungkin saja tidak sejalan dengan pemikiran yang para pembaca bayangkan pada kedua tokoh tersebut, namun demikan itulah yang saat ini Saya rasakan.
Akan tetapi, meski “bunga”ku tak ber”tangkai”, perjuangan Nahdlatul Wathan tidak akan pernah berubah dari tujuan awal dalam mengoptimalkan nilai-nilai pendidikan, sosial, dan dakwah. Nahdlatul Wathan akan tetap ada dan berkembang samapi hari kiamat.
Semoga darah perjuangan mereka dan seluruh guru-guru kami yang cinta dengan Nahdlatul Wathan tetap mengalir pada seluruh jiwa raga generasi penerus perjuangan Nahdlatul Wathan di mana saja berada.

Pokoknya…NW
Pokok NW…Iman dan Taqwa

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s