Menghitung Banyaknya Pasir di Tepi Lautan

Malamku yang sangat melelahkan menjadi tidak nyenyak dalam menikmati bunga-bung mimpi, pasalnya saat mata ini mulai terpejam teriakan demi teriakan terus bersahutan dari kamar sebelah, sungguh tidak punya malu dan belas kasihan pada tetangga yang sedang menikmati indahnya malam.

Oh malam,,, Aku ingin bercumbu denganmu.. memeluk halus setiap hembusan angin yang telah engkau tiup keseluruh tubuhku, meski badan menjadi agak kembung,,, tapi itu semua memang nikmat hidup..

Meski gak nyambung apa yang ada ditulisan ini biarkan saja, barkan tulisan ini gak nyambung yang penting bisa nulis. Sekedar saran jangan diterusin bacanya, karena semakin Anda baca maka Anda akan semakin dalam menemukan ketidak jelasan dalam tulisan ini. Ini semua hanya sekedar iseng-iseng mengisi waktu yang sayang-sayang untuk dibuang-buang. daripada dibuang percuma lebih aik digunakan untuk berkarya meski karyanya tidak nyambung. sekali lagi mohon jangan diteruskan membaca tulisan ini..Sudah saya katakan jang di teruskan membacanya tapi Anda malah penasaran untuk tetap membaca.

pernahkah Anda menghitung banyaknya pasir di tepi lautan???? Jika sudah, Anda sungguh…

amat…

KURANG KERJAAN BANGEEEEEEEEEEEEEEEEt.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s