Indahnya Do’a

Ada sebuah hadits dari Ibnu Mas’ud, sesungguhnya Rasul bersabda dengan mengucapkan doa “Ya Allah berikan aku hidayah, berikan aku nilai ketakwaan, berikan aku nilai kesopanan, dan berikan aku kekayaan”.
Melalui hadits ini kita dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui penghayatan doa kemudian dibuktikan dengan pekerjaan, karena kita yakin doa sebagai senjata kita semua dengan penuh keyakinan.

Ada 4 point untuk meraih dari 2 kehidupan yakni dunia (sekarang ini) dan akhirat (setelah kehidupan dunia berakhir):

Pertama, terdapat permohonan petuinjuk (Hudan), petunjuk ialah bimbingan suatu jalan yang hendak dituju melalui auan cara atau peta bagaimana caranya agar sampai kepada tujuan, sudah jelas bahwa peyunjuk tak lepas dari al-Qur’an dan hadits nabi, semua ini didapat semata-mata tuntunan dan bimbingan Allah.

Kedua, nilai ketakwaan, ketakwaan diresapi pengakuan tugas kerja seorang hamba kepada Tuhan mencakup nilai perintah dan larangan. karena takwa bermakna takut, orang yang takut kepada sesuatu yang ia anggap berpengaruh maka ia taat kepada yang memberikan peangaruh tersebut. begitu pula Allah lah yang paling berpengaruh dalam kehidupan kita yang wajib kita takuti.

Ketiga, nilai kesopanan. Sopan termasuk bagian sipat nilai terpuji dari kehidupan sosial, sudah barang tentu kesopanan terkait dalam meraih kehidupan yang bahagia, dengan kesopanan terjalinlah hubungan yang harmonis antar manusia, kelompok, bukankah” hablum minan nas”yang baik cara penempuhan untuk mendapatkan ridho Tuhan, kesopanan pasti terkait di dalamnya.

Keempat, nilai kekayaan. Sudut pandang kaya dapat dilihat dari 2 nilai kekayaan, yakni kaya akan harta, dan kaya akan hati (maupun sumber daya manusia), dengan kaya harta sesorang dapat memanfaatkan harta kekayaan tersebut dengan tujuan beribadah dgn cara menyalurkan dan meyakini kekayaan harta yang dimilikinya itu terdapat hak-hak orang lain, ISYARAT INI menjelaskan bahwa manusia atau kita harus kaya akan materi dengan bekerja menghasilakan biaya dan larangan hidup lemah dalam perekonomian. kemudian kaya akan sumber pengetahuan, yakni kaya akan ilmu yang dapat menbentengi kehidupannya disaat saat cobaan menimpahnya, maka berperanlah nilai kekayaan ilmu tersebut. kaya disini dapat diartikan sebagai kaya akan hati, yang selalu berhubungan erat dengan Tuhannya.
Semoga Allah membimbing kita, Amin.
Wallahu ‘A’lam bi Showab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s