Tugas Akhir Semester Masail Fiqhiyah Kontemporer

Oleh: Supriyatna As-Syianjury

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman dan islam kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan kita sebagai generasi penerusnya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, atas segala rahmat dan hidayah Allah swt, serta motivasi yang telah diberikan oleh kawan-kawan seperjuangan, penulis dengan segala keterbatasan dapat menyelesaikan tugas penelitian yang sangat kurang dari kesempurnaan sebagai syarat dalam mengikuti Ujian Akhir Semester pada Mata Kuliah Masail Fiqhiyah Kontemporer.

Penulis sangat menyadari bahwa tulisan ini belum mencapai taraf yang sempurna, bahkan masih banyak kekeliruan dan kekurangan pada tulisan ini, terlebih lagi pembahasan yang penulis angkat merupakan contoh kasus yang terjadi belum lama ini. Meskipun peristiwa maraknya penjualan lemak manusia terjadi di Negara luar, tidak menutup kemungkinan Negara kita dijadikan sebagai salah satu Negara yang menjadi target penyebaran kosmetik yang berbahan dasar lemak manusia. Pembahasan yang menceritakan tentang penggunaan lemak manusia sebagai bahan kosmetik sangat jarang bahkan penulis tidak mendapatkan secara pasti hukum penggunaan lemak tersebut.

Tulisan ini hanya sebuah pengembangan analisis penulis dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki sangat sedikit. Sehingga, mungkin para pembaca akan merasa sangat tidak puas setelah membaca tulisan yang sangat sedikit ini, bahkan pembaca tidak memahami apa yang menjadi permasalahan hukum yang penulis angkat.

Oleh karena itu, kritik dan saran serta masukan yang membangun sangat penulis sambut dengan senang hati agar dapat menambah pengetahuan yang lebih luas dalam memahami perkembangan hukum yang terjadi di sekitar kita.

Akhirnya penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan tulisan yang sangat sederhana ini sehingga berada di hadapan pembaca sekalian. Semoga Allah swt memberikan taufik dan hidahay-Nya kepada kita semua. Amin!

Jakarta, 15 Januari 2010

Penulis

Pendahuluan

Islam merupakan agama penyempurna dari agama-agama lain. Sebagai agama penyempurna, tentunya islam memiliki aturan dan ketentuan dalam mengaktualkan suatu hukum yang terjadi di sekitar kita. Kesempurnaan islam sangat jelas tergambar dalam aturannya yang lengkap terhadap berbagai aspek kehidupan manusia tanpa melewatkan perkara yang kecil maupun besar. Setiap perkara yang terjadi di dalam islam baik mengenai akidah, ibadah, akhlak, maupun muamalah, semua itu memiliki aturan yang sangat jelas dalam ajaran islam.

Ketentuan halal dan haram sangat fenomenal dalam memecahkan dan menentukan suatu hukum dalam suatu perkara yang sering timbul seiring perkembangan zaman. Sehingga timbul berbagai pendapat dan kontroversi dalam menentukan suatu hukum mengenai permasalahan yang muncul pada saat itu.

Menetapkan suatu hukum mengenai permasalahan yang timbul memang telah menjadi hal yang tidak aneh dan sangat banyak kita jumpai setelah timbul suatu ketentuan yang menjadikan hukum itu muncul dengan sangat cepat setelah mengkaji berbagai masalah yang menyerupai ataupun masalah ketentuan hukum yang memang telah ditetapkan dalam al-qur’an dan as-sunnah. Ketetapan halal dan haramnya suatu perbuatan dapat ditentukan dengan mengambil beberapa permasalahan yang mengarah pada perbuatan tersebut.

Persoalan halal bukan saja dilihat dari bahannya semata, tetapi juga dari proses pengolahan yang bercampur dengan aneka bahan tambahan, hingga tahap pengemasan yang masih kritis tercampur dengan bahan-bahan tidak halal. Dalam hal inilah diperlukan label halal yang terpercaya, yang dapat memberikan ketentraman bagi konsumen untuk mengkonsumsi pangan halal.

Hukum Penggunaan Lemak Manusia pada Kosmetik

A. Halal dan haram

Bangsa Arab di zaman Jahiliah merupakan contoh nyata, betapa rusaknya barometer untuk menentukan halal-haramnya sesuatu benda atau perbuatan. Oleh karena itu, di zaman Jahiliah membolehkan meminum-minuman keras, makan riba yang berlipat-ganda. Lebih dari itu, mereka juga telah dipengaruhi oleh godaan syaitan yang terdiri dari jin dan manusia sehingga mereka tega membunuh anak mereka, menganiaya perempuan, serta berbagai perbuatan tercela dan sangat tidak manusiawi lainnya.

Kedatangan Islam langsung dihadapkan dengan kesesatan dan rusaknya persoalan halal dan haram. Oleh karena itu, pertama kali undang-undang yang dibuat guna memperbaiki segi yang sangat membahayakan ini ialah dengan membuat sejumlah pokok-pokok perundang-undangan sebagai standar untuk dijadikan landasan guna menentukan halal dan haram. Seluruh persoalan yang timbul, dapat dikembalikan kepadanya, kejujuran dapat ditegakkan, keadilan dan keseimbangan yang menyangkut soal halal dan haram dapat dikembalikan.[1]

Kedatangan agama islam merupakan jawaban yang sangat tegas dalam menentukan halal dan haram. Islam datang pada saat manusia berselisih mengenai hukum yang memandang masalah makanan berupa binatang. Islam berada di antara suatu faham kebebasan soal makanan dan extrimis dalam soal larangan. Oleh karena itu, Islam kemudian menjadi agama penegas bagi umat manusia dalam menentukan halal dan haram di tengah permasalahan yang ada pada saat itu. Berdasarkan firman Allah swt pada surat Al-Baqarah ayat 168:

$yg•ƒr’¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qè=ä. $£JÏB ’Îû ÇÚö‘F{$# Wx»n=ym $Y7Íh‹sÛ Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÏNºuqäÜäz Ç`»sÜø‹¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNä3s9 Ar߉tã îûüÎ7•B ÇÊÏÑÈ

Artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Penulis meyakini bahwa islam sebagai agama yang tegas dalam menetapkan suatu hukum, memerintahkan kepada manusia agar memakan makanan yang baik dan halal, yang telah disediakan oleh Allah swt kepada manusia, yaitu bumi lengkap dengan isinya, dan kiranya manusia tidak mengikuti jejak syaitan yang selalu menggoda manusia supaya mau mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan Allah swt, dan mengharamkan kebaikan-kebaikan yang dihalalkan Allah swt; dan syaitan juga menghendaki manusia supaya terjerumus dalam lembah kesesatan agar kelak menjadi teman yang kekal di dalam neraka.

Ketentuan halal dan haram sangat jelas diatur dan ditetapkan dalam ajaran islam, baik dalam penggunaan suatu barang, makanan, minuman, serta berbagai ketentuan lain yang menyerupai permasalahan yang ada. Pada dasarnya segala sesuatu yang ada di bumi diciptakan oleh Allah swt untuk digunakan oleh manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya, berdasarkan firman-Nya pada surat Al-Baqarah ayat 29:[2]

uqèd “Ï%©!$# šYn=y{ Nä3s9 $¨B ’Îû ÇÚö‘F{$# $YèŠÏJy_ §NèO #“uqtGó™$# ’n<Î) Ïä!$yJ¡¡9$# £`ßg1§q|¡sù yìö7y™ ;Nºuq»yJy™ 4 uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« ×LìÎ=tæ ÇËÒÈ

Artinya: Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Berdasarkan ayat tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa tidak ada sesuatu yang haram baik berupa makanan, minuman, ataupun penggunaan barang dalam kehidupan sehari-hari kecuali yang telah ditetapkan dan diharamkan oleh dalil-dalil al-qur’an, as-sunnah, serta qiyas yang dianggap sahih.

Pengharaman terhadap sesuatu dapat dilihat dari bahaya yang akan terjadi. Seperti pada makanan dan penggunaan suatu barang. Islam sangat teliti dalam hal yang sangat kecil namun memiliki dampak yang sangat besar terhadapat laju perkembangan hukum islam yang berada di sekitar kita. Sebagaimana penulis ketahui, bahwa ulama mengharamkan beberapa makanan karena terdapat bahaya yang dapat mengancam tubuh atau merusak akal bagi yang memakannya. Begitu pula dengan penggunaan suatu produk barang yang dinilai dapat menimbulkan kerusakan dan ketidaksesuaian bagi yang menggunakannya.

B. Kosmetik

Secara umum, menurut penulis  bahwa kosmetik merupakan suatu produk kecantikan yang digunakan oleh manusia pada sebagian atau seluruh anggota tubuh manusia dengan tujuan membersihkan, mempercantik, meningkatkan daya tarik, atau memperbaiki penampilan hidup.

Dalam dunia kecantikan, pada umumnya wanita tidak terlepas dari segala sesuatu yang dapat memanjakan diri demi perubahan dan gaya hidup yang menjadi faktor utama dalam penampilan. Salah satu kebanggaan dan kebahagiaan pada diri seorang wanita yaitu berpenampilan menarik dan memiliki tubuh yang ideal. Banyak hal yang mampu memanjakan wanita dalam merawat tubuh dan penampilan, salah satunya adalah kecantikan wajah. Wajah cantik merupakan keinginan bagi setiap wanita. Bahkan, kecantikan wajah bagi wanita menjadi faktor utama dalam penampilah hidup karena seseorang akan terlihat menarik jika memiliki wajah yang cantik.

Kecantikan pada wanita menjadi sesuatu yang sangat mutlak dimiliki, tentunya itu semua tidak terlepas dari peranan wanita itu sendiri dalam merawat dan menjaga kecantikan yang dimilikinya. Dalam hal tersebut, kosmetik memiliki peran yang sangat menentukan seorang wanita itu menjadi lebih menarik. Kosmetik tidak hanya menjadi keperluan tetapi kehadiran kosmetik dengan sendirinya telah menjadi kebutuhan yang sangat mutlak. Bahkan, kebutuhan menggunakan kosmetik melebihi kebutuhan lainnya. Pasalnya, setiap wanita merasa tidak nyaman jika ada sedikit saja yang kurang dari penampilannya, terlebih lagi penampilan wajah yang mampu menarik perhatian banyak orang terutama lawan jenis yang berada di sekitarnya. Terkadang seorang lelaki memusatkan sebagian perhatiannya terhadap kecantikan yang terpancar dari wajah seorang wanita. Oleh karena itu, kosmetik dalam kehidupan manusia khususnya wanita hampir tidak bisa dipisahkan.

Sehingga menimbulkan beragai tawaran untuk membuat diri menjadi cantik dan menarik merupakan janji yang selalu ditawarkan oleh produsen kosmetik. Kulit putih mulus, rambut hitam lurus panjang berkilau, badan langsing dan awet muda adalah gambaran ideal seorang wanita yang dibentuk di hampir seluruh media massa. Akibatnya banyak wanita yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan dalam majalah-majalah kecantikan, mereka tergoda untuk membeli kosmetik yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan anjuran islam yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang ragu dalam penggunaan kecantikan seperti mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian operasi yang mengeluarkan biaya sangat banyak tidak menjadi masalah bagi mereka yang mementingkan kecantikan pada dirinya.

Menurut penulis, permasalahan yang sering dihadapai oleh konsumen adalah ketidakcocokan terhadap bahan kosmetik yang digunakannya. Ketidakcocokan ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor seperti alergi atau karena adanya penggunaan bahan-bahan berbahaya. Efek dari penggunaan bahan-bahan tersebut sangat bervariasi, seperti memberikan efek iritasi ringan hingga meyebabkan kerusakan organ-organ tubuh tertentu. Bahkan, kerusakan yang sangat fatal yang menyebabkan kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu.

Sudah menjadi fitrah manusia ingin selalu hidup sehat, baik fisik maupun mental. Namun, keinginan manusia itu tidak selalu terpenuhi. Dalam kehidupannya manusia terkadang sakit atau menderita suatu penyakit.[3]

Lebih lanjut penulis dapat menggambarkan bahwa memiliki wajah dan kepribadian yang cantik itu memang menjadi harapan semua orang yang tidak terlepas dari gaya hidup yang semakin moderen sesuai dengan perkembangan zaman. Akan tapi, tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah bukti bahwa Allah swt Maha adil terhadap segala apa yang diciptakan, ada kelebihan dan kekurangan pada diri setiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata.

Menurut penulis, mereka merupakan korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang hanya berpikiran kecantikan adalah segalanya, mudah tergoda dan menggoda. Sehingga banyak menimbulkan pemikiran bahwa kecantikan sebagai penentuan hidup dan matinya dalam bersosialisasi terhadap orang-orang yang berada di sekitarnya. Sungguh ironis sekali bagi orang yang terlalu mementingkan hidupnya dengan kecantikan yang bersifat sementara.

C. Lemak Manusia

Lemak di dalam tubuh makhluk hidup seperti manusia dan hewan dapat diartikan sebagai suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.

Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh.[4]

Menurut informasi yang penulis baca dan ketahui dari berbagai situs internet, televisi, serta beberapa media masa yang mengabarkan bahwa ” kepolisian Peru berhasil membongkar sindikat yang mendistribusikan cairan lemak manusia yang diperjual belikan, mereka juga melangsungkan aksi penculikan terhadap korban yang nantinya akan diambil cairan lemaknya”

Sebelum mengetahui kabar tersebut, awalnya penulis pernah mendengar pakar kesehatan  yang menjelaskan pada suatu tayangan televisi yang sampai saat ini penulis juga masih tidak dapat memastikan pada stasiun yang menayangkan penjelasan pakar kesehatan tersebut, bahkan nama dari pakar kesehatan itu pula tidak dapat penulis pastikan, karena berawal dari ketidak sengajaan penulis menyaksikan acara yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi tersebut namun berita itu masih dapat penulis ingat. Berita itu menjelaskan proses penggunaan lemak manusia untuk kecantikan. ”Caranya lemek tersebut bukan dioleskan ke wajah atau bagian tubuh tertentu, melainkan lemak tersebut dimasukan kedalam suatu alat khusus, kemudian di suntikan ke bagian tubuh yang dianggap kurang pas seperti pada kerutan wajah dan bagian wajah yang berwarna gelap.” Namun tetap saja penggunaan kosmetika berbahan dasar lemak manusia sangat tidak baik untuk digunakan..

Lebih lanjut, ternyata menurut kabar yang penulis terima dari berbagai sumber sindikat penculikan tersebut ternyata mendistribusikan cairan lemak tersebut ke Laboratorium kosmetika di Eropa. Dalam aksinya para kepolisian Peru menemukan adanya botol – botol yang berisikan lemak manusia yang siap untuk dipasarkan. Ada pula yang menduga, kemungkinan peristiwa hilangnya 60 orang di pegunungan Andes ada kaitannya dengan sindikat tersebut. Lemak manusia itu biasa mereka jual seharga US$15 ribu, atau sekitar Rp. 142,5 juta per liternya.

Menurut penulis, tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang di sana terbilang sangat nekat dan wajar meski terdengar agak mengerikan dan sangat tidak manusiawi jika kosmetika yang konon katanya dapat membuat kecantikan para wanita itu terpancar ternyata ada yang berbahan dasar dari lemak manusia. Dan dikhawatirkan tindakan tersebut tidak hanya terjadi di Negara luar, mungkin saja Indonesia juga termasuk sebagai Negara yang menjadi sasaran beredarnya kosmetik yang ternyata berbahan lemak manusia.

Menurut seorang dokter kecantikan di Indonesia, hal tersebut memang kerap muncul di negara kita, bahkan sudah terjadi sejak dulu. Namun yang menjadi bahan dasar yang digunakan bukan lah lemak manusia, melaikan lemak hewani atau tumbuh – tumbuhan. Mungkin hal seperti ini juga sudah mulai merebak di negara kita, sehingga tidak jarang ketika kita menyaksikan suatu kabar berita di televisi antipasi dari kepolisian juga sudah mulai berjalan lancar, yaitu dengan melakukan penyitaan terhadap kosmetik – kosmetik yang dianggap mengandung bahan dasar tersebut.

Terkait masalah ini, dosen Fakultas Farmasi Monash University, Profesor Barrie Finnin mengatakan, ada alasan ilmiah mengenai penggunaan lemak manusia sebagai bahan dasar kosmetik. Terutama karena lemak manusia memang lebih baik ketimbang hewan. “Lemak manusia terasa lebih halus di kulit, menyebar dengan lebih merata dan membuat kulit tampak lebih baik. Namun, belum ada dasar yang membuat orang percaya akan hal ini,” ujarnya. Finnin mengaku, pernah mendengar laporan bahwa beberapa perusahaan kosmetik kecil di Eropa menggunakan lemak manusia dalam proses produksi. Namun ia tak pernah melihat secara nyata kebenaran laporan tersebut. Menurutnya, industri kosmetik selalu menuntut pembaruan. Hal ini menyebabkan pengenalan bahan baru akan membuat sebuah produk selalu menarik. “Produsen berlomba-lomba membuat produk mereka lebih menarik, dibanding dengan para pesaingnya. Sehingga mereka bisa menjualnya secara berbeda. Inilah cara mereka bertahan,”. Sementara ahli kosmetik dan kolumnis Amanda Foxon-Hill mengakui, pasar modern untuk lemak manusia memang ada. Namun lemak itu tidak digunakan untuk industri kosmetik mainstream. Penggunaan lemak manusia ini, lanjutnya, bisa jadi juga merupakan tuntutan dalam dunia marketing.[5]

Ahli medis meragukan kalau lemak manusia itu untuk kosmetik, sekalipun memiliki aplikasi medis. Lemak manusia biasanya untuk menghilangkan kerutan di tubuh, tetapi selalu di ambil dari perut atau bokong pasien bersangkutan. “Akan ada resiko mengancam jiwa kalau diambil dari lemak orang lain[6]

Menurut Pemerhati isu globalisasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Adde Ma’rup Wirasenjaya, S.IP, munculnya perdagangan lemak manusia yang saat ini ramai dibicarakan masyarakat  menunjukkan adanya Globalisasi berlebihan. Adde memaparkan, Globalisasi ini muncul saat para ilmuan menemukan fungsi lemak manusia  sebagai anti aging (penuaan) untuk kulit manusia. ”Sesegera itu pula muncul jejaring – jejaring korporasi berupa korporasi produk – produk kecantikan yang memproduksi  krim – krim anti aging”.[7]

Komisi Fatwa MUI mengharamkan penggunaan organ tubuh manusia didalam makanan dan minuman termasuk rambut manusia yang mengandung sitein.

Menurut penulis, dari beberapa pernyataan para ahli yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pemerhati kesehatan, sudah sewajarnya perhatian dan kesadaran masyarakat tentang adanya penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam kosmetika semakin meningkat serta kesadaran konsumen tentang adanya penggunaan bahan-bahan haram dan najis dalam kosmetika. Berbeda dengan kesadaran konsumen terhadap kehalalan makanan, kesadaran konsumen tentang pentingnya kehalalan kosmetika masih terhitung rendah. Rendahnya kesadaran konsumen dengan sendirinya tidak mendorong produsen untuk memperhatikan kehalalan produknya. Hal ini dapat dibuktikan dari sedikitnya jumlah produsen konsumen yang telah memiliki sertifikat halal. Kenyataan ini memberikan tantangan kepada konsumen untuk mengenal lebih baik bahan-bahan kosmetika untuk dapat memilih kosmetika yang akan digunakan.

Bahan-bahan yang berpeluang berasal dari hewan merupakan jenis bahan yang perlu diwaspadai dalam memilih kosmetika. Jika kosmetika yang mengandung bahan hewani yang tidak halal, maka penggunaannya pun tergolong bahan najis. Terlebih lagi seperti kasus yang telah dijelaskan di atas, lemak manusia yang diambil secara tidak manusiawi dengan melakukan pembunuhan secara masal, kemudian lemaknya di ambil dan dijual dengan harga yang sangat tinggi, telah menjadi pertentangan dalam islam. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa penggunaan lemak manusia pada kosmetik yang telah beredar seperti kasus yang telah dijelaskan diatas hukumnya haram. Dapat dilihat dari bagaimana cara sesorang memperoleh lemak tersebut, yaitu dengan melakukan pembunuhan yang merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Bahkan seperti yang kita ketahui dalam ajaran islam melakukan pembunuhan atau menghilangkan nyawa seseorang adalah perbuatan dosa besar.

Oleh karena itu, sikap hati-hati dan lebih teliti menjadi lebih penting dalam memilih dan menggunakan suatu produk yang memang telah menjadi kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan-bahannya, zat yang terkandung di dalamnya, serta dampak yang ditimbulkan setelah menggunakan produk yang dipilih.

Kesimpulan

Merupakan prinsip dasar Islam, bahwa seorang muslim wajib mengaitkan perbuatannya dengan hukum syara, sebagai konsekuensi keimanannya pada Islam. Sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW “Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu, hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (Islam)”. Oleh karena itu, sudah seharusnya dan sewajarnya seorang muslim mengetahui halal dan haramnya perbuatan yang dilakukannya, dan benda-benda yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhannya. Termasuk dalam hal ini, halal dan haramnya makanan, obat, dan kosmetik, serta kebutuhan lain yang menjadi pelengkap atau hanya sekedar penghias dalam kehidupan semata.

Akan tetapi, penentuan status halal haramnya suatu makanan, obat, atau kosmetik kadang bukan perkara mudah. Di satu sisi, para ulama mungkin belum seluruhnya menyadari betapa kompleksnya produk pangan, obat, dan kosmetik yang beredar belakangan ini. Asal usul bahan bisa melalui jalur yang berliku-liku. Bahkan dalam beberapa kasus, sulit ditentukan asal bahannya. Di sisi lain, pemahaman para ilmuwan terhadap syariah Islam, ushul fiqih dan metodologi penentuan halal haramnya suatu bahan pangan dari sisi syariah, menurut penulis masih relatif minimal.

Sikap berhati-hati sebaiknya juga diterapkan setiap kali kita hendak membeli atau mengkonsumsi makanan, minuman, obat-obatan maupun kosmetik terutama untuk produk-produk yang mengalami proses pengolahan. Karena konsumen pada umumnya hanya terfokus pada pemakaian tanpa memperhatikan dalam produk-produk tersebut terkandung bahan atau ramuan tidak halal alias haram atau syubhat.

Pembunuhan yang dilakukan sekelompok orang demi memperoleh kebutuhan yang telah ditawarkan oleh sejumlah laboratorium dengan imbalan yang sangat besar, sehingga sekelompok orang tersebut melakukan pembantaian pada sejumlah orang yang akan diambil lemaknya untuk dijadikan sebagai bahan dasar kosmetik. Tentunya perbuatan tersebut sangat salah menurut pandangan apapun. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa penggunaan lemak manusia yang diambil secara tidak wajar maupun wajar maka hukumnya haram. Karena telah mengurangi apa yang telah diberi oleh Allah swt, bahkan lebih jauh menghilangkan hak hidup pada manusia yag telah menjadi korban pembunuhan yang kemudian dimanfaatkan lemaknya untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber Bacaan

Syeikh Muhammad Yusuf Qordowi, Halal dan haram dalam Islam, PT. Bina Ilmu, 1993. hlm. 35

Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri, Minhajul Muslimin Konsep hidup Ideal dalam Islam, Jakarta: Darul Haq. Cet III. 2008. hlm. 620.

Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, MA, Masail Fiqhiyah Kajian Hukum Islam Kontemporer, Bandung: Angkasa, 2005. Cet. I, hlm. 103

http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/kliping/lemak171006.htm

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/11/22/183435/kosmetik-dari-lemak-manusia/

http://www.beritaterkinionline.com/2009/11/lemak-manusia-untuk-bahan-kosmetik.html

http://www2.umy.ac.id/2009/11/perdagangan-lemak-bentuk-globalisasi-barbarian.umy

Hukum Penggunaan Lemak Manusia pada Kosmetik

Dibuat sebagai pelengkap tugas Ujian Akhir Semester

Mata Kuliah

Masail Fiqhiyah Kontemporer

Disusun Oleh :

Supriyatna : 106011000189

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FIQIH A

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2010


[1] Syeikh Muhammad Yusuf Qordowi, Halal dan haram dalam Islam, PT. Bina Ilmu, 1993. hlm. 35

[2] Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri, Minhajul Muslimin Konsep hidup Ideal dalam Islam, Jakarta: Darul Haq. Cet III. 2008. hlm. 620.

[3] Prof. Dr. Hj. Huzaimah Tahido Yanggo, MA, Masail Fiqhiyah Kajian Hukum Islam Kontemporer, Bandung: Angkasa, 2005. Cet. I, hlm. 103

[4] http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/kliping/lemak171006.htm

[5] http://www.inilah.com/berita/politik/2009/11/22/183435/kosmetik-dari-lemak-manusia/

[6] http://www.beritaterkinionline.com/2009/11/lemak-manusia-untuk-bahan-kosmetik.html

[7] http://www2.umy.ac.id/2009/11/perdagangan-lemak-bentuk-globalisasi-barbarian.umy

One thought on “Tugas Akhir Semester Masail Fiqhiyah Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s