Smile, smile and smile ^_^

Elia Abu Madhi berkata:

(‘Aidh Al-Qarni, La Tahzan,Jakarta; Qisthi Press. 2004. hlm. 61-61)

Orang berkata, “Langit selalu berduka dan mendung.”

Tapi aku berkata, “Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana.”

Orang berkata, “Masa muda telah berlalu dariku.”

Tapi aku berkata,”Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya”

Orang berkata “Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka.

Janji-janji telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya.

Bagaimana mungkin jiwaku sangggup mengembangkan senyum manisnya

Maka akupun berkata,”Tersenyum dan berdendanglah,

kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya.

Orang berkata, “Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan,

ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus.”

Tapi aku berkata, “Tetaplah tersenyum, karena engkau akan

mendapatkan penangkal dahagamu.

Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh

dengan sendirinya.

Maka mengapa kau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang

lain,

apalagi sampai engkau seolah-olah yang melakukan dosa dan

kesalahan itu?

Orang berkata, “Sekian hari raya telah tampak tanda-tandanya

seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka-boneka.

Sedangkan aku punya kewajiban bagi teman-teman dan saudara,

namun telapak tanganku tak memegang walau hanya satu dirham

adanya

Ku katakan: Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena Anda masih

eBook by MR.

hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara-saudara dan kerabatyang

kau cintai.

Orang berkata, ” Malam memberiku minuman ‘alqamah

tersenyumlah, walaupun kau makan buah ‘alqamah

Mungkin saja orang lain yang melihatmu berdendang

akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah

Apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham

atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri?

Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium

juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri

Tertawalah, sebab meteor-meteor langitjuga tertawa

mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang-bintang

Orang berkata, “Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia

yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah.

Ku katakan, “Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian

ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum.”

Sungguh, kita sangat butuh pada senyuman, wajah yang selalu berseri,

hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut, dan pembawaan

yang tidak kasar. “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian

berendah hati, hingga tidak ada salah seorang di antaramu yang berlaku jahat

pada yang lain dan tidak ada salah seorang di antaramu yang membanggakan diri

atas yang lain.” (Al-Hadits)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s