“Doraemon oh Doraemon”

Dalam arti secara umum, tentunya Anda sudah tidak asing dengan nama Doraemon, yaaa…dialah sosok tokoh kartun yang memiliki segalanya di dalam kantung ajaibnya. Bahkan semua permintaan partnernya yang bernama Nobita, dapat diwujudkannya lewat kantung ajaib yang dimiliki oleh Doremon tersebut. Sungguh sangat luar biasa pemilik ide tokoh kartun tersebut yang selalu menampilkan terwujudnya segala keinginan dan tentunya hal tersebut sangat menarik perhatian para penggemarnya yang mayoritas adalah anak-anak termasuk aku yang hingga saat ini terkadang masih gemar dengan sosok pahlawan di massa kecilku. La…la…la…aku senang sekali Doraemon. Seperti itulah penggalan lagu dalam film kartun tersebut.

Akan tetapi, yang dimaksud dengan Doraemon disini bukan sosok tokoh kartun yang telah digambarkan di atas yang telah Anda ketahui. Melainkan, sebuah alat komunikasi yang semua orang saat ini bebas menggunakannya dari kalangan anak-anak hingga tua, karena alat tersebut sekarang ibarat permen yang pasti ada di setiap warung atau toko yang Anda jumpai di pinggir jalan. Yaitu Handphone (HP).

Berawal dari rasa ingin tahu yang sangat mengganggu hati dan perasaan, ketika aku memasuki jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) paada tahun 2002, aku sangat menginginkan sebuah teman baru dalam kehidupanku yang sebenarnya aku juga belum tau apa tujuanku menginginkan hal tersebut, yang labih parah lagi aku juga belum pernah tau sedikitpun bagaimana cara kerjanya, ini untuk apa, itu untuk apa, yang ada pada saat itu hanyalah sebuah keinginan yang tidak jelas namun aku sangat penasaran ingin memilikinya. Mungkin dapat dikatakan juga saat itu aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya punya HP, maklum woong desooo!

Berangkat dari keinginan yang tidak jelas itu_lah akhirnya aku memiliki suatu tekad untuk benar-benar ingin memilikinya. Akhirnya, setelah beberapa bulan kemudian tekadku telah bulat dan persiapan sudah matang dan akupun siap meluncur menuju pusat perbelanjaan yang berada di wilayah Perumnas Kelender Jakarta Timur, di sanalah sku mulai mencari dan treus mencari sesuatu yang sangat aku inginkan. Conter demi conter aku jelajahi, namun yang terjadi justru aku tambah pusing dengan banyaknya merk dan type yang ada pada saat itu meskipun tidak secanggih seperti saat ini. Maklum namanya juga baru pertama kali. Jadi, masih agak gerogi-gerogi gimanaaaaaaa githu! Hingga aku putuskan untuk kembali pulang, dan sesampainya di rumah justru bayang-bayang HP yang aku lihat di sana seolah menghantui diriku sehingga akupun menjadi sangat resah dan gelisah. Dan tanpa berpikir panjang, aku langsung kembali ke pusat perbelanjaan saat itu juga untuk datang yang ke dua kalinya.

Saat itulah aku baru mengambil keputusan untuk memilih merk dan type yang aku juga sebenarnya bingung kenapa aku pilih itu??? Padahal, masih banyak merk dan type yang lebih waaaaaw! Tapi, yaaa mungkin hanya sekedar menggugurkan rasa penasaran aja kali ya, karena memang benar setelah aku beli dan bawa pulang HP itu, bayang-bayang dan kegelisahan yang menghantui dan menyelimuti diriku sebelumnya hilang dengan sendirinya. Mungkin tuh hantu dan bayang-banyanya telah terserap oleh energi yang ada di HP yang baru aku beli itu. Oya kawan, handphone yang aku beli saat itu adalah handphone yang ber_merk Motorola dengan typy C115. mungkin Anda pernah melihat dan tahu bagaimana bentuk fisik dari HP tersebut. Yaaa, Anda benar! Handphone tersebut kecil, mungil, imut, dan yang lebih menarik perhatian aku setelah beberapa hari aku miliki, bagian atas atau kepala dari handphone tersebut berbentuk bulat, dan bagian tengah dan bawah atau badan dan kaki sangat ramping. Bagi Anda yang penasaran bagaimana dengan bentuknya? Bayangkan dalam benak Anda sosok pahlawan di masa kecil kita dulu yang sangat kita gemari dan banggakan karena kantong ajaib yang dimilikinya yang mampu mewujudkan apa saja yang diinginkan. Yaaa, Anda benar! Dialah Doraemon. Seperti itulah handphone yang pertama kali aku miliki dan hingga saat ini pun masih dalam keadaan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal usianya cukup terbilang tua. Bayangkan saja, aku memilikinya sejak aku duduk di bangku SMA kelas I, hingga sekarang aku telah memasuki semester 7 dalam jenjang kuliahku, disamping aku juga telah memiliki handphone yang lain. Namun keberadaan Doremon (biasa aku sebut handphone itu) lebih memberikan banyak peran dan arti dalam sejarah perjalanan hidupku selama ini. Karena interaksi dengan orangtua di kampung, sahabat-sahabat di wilayahnya masing-masing seperti di wilayah Jawa maupun luar Jawa dan bahkan sampai ke negeri tetangga pun pernah aku sapa dengan Doremon tersebut yang menjadikan interaksi dan komunikasi lebih lancar dan efisien.

Dan yang lebih menarik lagi adalah, setiap informasi di kampus tercinta khususnya di E class, info tersebut masuk ke Doremon terlebih dahulu dan baru kemudian disebar luas ke seluruh kawan-kawan yang tergabung di dalam E class. Hampir semua kabar yang ada di E class pernah menjadi makanan si Doremon. Sehingga, interaksi di E class tersebut bisa berjalan dengan lancar, baik kabar tugas dari Dosen, kabar kegiatan, kabar info terhangat dan terkini, bahkan sampai curhat sekedar mengluarkan curahan hati kepada kawan-kawan pun pernah terjadi melalui Doraemon. Terlebih lagi saat ini, karena aku telah mengenal sosok wanita yang sangat aku sayangi dan cintai, namun karena jarak dan ruang yang memisahkan kami, jadi kami hanya berinteraksi lewat handphone tersebut dalam sehari bisa mencapai 100 pesan singkat terkirim dari handphone kami masing-masing. Bukan boros, karena kami menggunakan layanan yang memberikan kemudahan dalam mengirim pesan tanpa harus mengeluarkan jumlah biaya yang besar.

Ooooooh Doraemon, betapa besar dan berartinya keberadaanmu dalam sejarah perjalanan hidupku, engkau banyak mengukir sejarah perubahan dalam hidupku, suka_duka, canda_tawa, susah_senang pernah kita lalui bersama! Terimakasih Doraemon. Tanpamu aku tidak bisa seperti sekarang ini. Meskipun kata orang kau jelek, kampungan, jadul, tapi bagiku kau is the best!!!

“Terimakasih Doraaemon”

Iklan

One thought on ““Doraemon oh Doraemon”

  1. ih………. aku suka juga tuh film doraemon, karena dengan kantong ajaibnya itu semua jadi mudah dapat diselesaikan,,,aku setiap hari minggu pasti bangun pagi yang selalu nunggu film doraemon itu, aku jadi inget deh…. ada nobita, jayen dkk. sampai-sampai aku waktu itu bisa menggambar nobita loh,,, miriiip banget…. ih… ngefens berat…….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s