Harmonis

Suami/istri Idola

Keharmonisan dalam rumahtangga merupakan idaman bagi setiap pasangan keluarga. Cinta dan kasih sayang sangat penting dalam menjaga dan memelihara keutuhan serta keharmonisan suatu mahligai rumahtangga. Semua dapat diperoleh jika adanya rasa saling menginginkan, seorang suami ingin menjadi idaman bagi sang isteri. Begitupun sebaliknya, seorang isteri ingin menjadi idaman bagi sang suami. Jika keduanya menginginkan hal yang sama, maka keharmonisanpun akan tetap menyelimuti keutuhan rumahtangga.

Sebagai seorang suami, mulailah memberikan apa yang disukai oleh sang istri, ia akan merasa lebih bahagia jika ia selalu mendapatkan perhatian kasih dan sayang setiap hari setiap saat, meskipun tidak selalu bersama karena terpisah dengan pekerjaan di kantor, tentunya terpisah juga ruang dan waktu. Akan tetapi, bukan berarti kita memberi kebebasan kepada dia, seorang istri yang bahagia ialah jika ia selalu diperhatikan setiap saat setiap waktu dalam situasi dan kondisi apapun. Seharusnya sebagai seorang suami jika ingin menjadi suami idola, maka mulailah hari-hari dengan membelai rambut sang istri, mencium keningnya bahkan bibirnya agar semangat pada diri sendiri dan dirinya semakin tetap terpelihara. Pada umumnya, di usia yang semakin tua suami-istri jastru semakin pudar rasa kasih dan sayangnya untuk mncintai satu sama lainnya. Hal tersebut ternyata terjadi pada kebanyakan keluarga yang merasa grogi bahkan malu-malu terhadap pasangan hidupnya.

Dekapan hangat sangat dibutuhkan bagi setiap pasangan dikala malam telah tiba, namun tidak semua pasangan dapat merasakan indahnya kebersamaan itu dengan pasangan hidupnya. Bahkan yang lebih menyedihkan, ada diantara mereka yang ternyata masih malu-malu hanya sekedar menyebut kata “Mamah” kepada istrinya, atau “Papah” kepada suaminya. Sungguh sangat disayangkan jika hal tersebut terjadi pada diri kita. Mulailah hidup baru dengan menyapa pasangan hidup kita dengan nama-nama yang cukup memberikan pengaruh kepada pasangan hidup kita. Seperti memanggilnya dengan sapaan Mamah, Bunda, Papah, Ayah, bahkan Sayang.

Keharmonisan merupakan hal terpenting dalam berumahtangga. Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang saling terbuka dengan pasangan hidupnya, istri, suami, serta si buah hati yang telah menjadi buah cinta antara suami dan istri. Rumahtangga belakangan ini memang sangat identik dengan kekerasan yang terjadi di dalamnya. Mereka yang menganggap masalah dalam rumahtangga adalah beban ialah mereka yang dapat dikatakan sebagai keluarga yang tidak harmonis. Kekerasan dalam rumahtangga terjadi karena penyikapan yang salah, mereka menyelesaikan masalah hanya menggunakan dan mengandalkan emosi bukan otak yang diberikan oleh Allah swt untuk berpikir. Seperti pertemuan antara satu titik api dengan titik api yang lainnya yang akan menyebabkan kebakaran semakin membesar. Seharusnya ketika api muali merambat dan membesar, hal yang paling penting adalah berusaha menyiram dan memadamkannya. Yang harus kita lakukan ketika kita menghadapi masalah dalam ruahtangga, coba sikapi dengan kepala dingin, redam emosi,  dan selesaikan dengan akal yang sehat. Yang paling penting jangan pernah merasa bahwa diri kita yang paling benar dan orang di sekitar kita salah. Agar kehidupan keluarga menjadi lebih baik, mulailah dengan membiasakan diri dengan tampil dan terbuka kepada pasangan hidup kita, dengan keterbukaan maka sesuatu akan lebih nampak terlihat oleh mata kita. Gelar idaman pun akan Anda raih jika Anda dapat memberikan kebahagiaan kepada suamu / istri Anda setiap saat, dalam situasi dan kondisi apapun. Hadapi masalah dengan berpikir positif kembali ke masa lalu di saat cinta mulai tumbuh dan berkembang sehingga bersemi dengan pasangan hidup kita saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s