Secangkir Kopi Persahabatan

Indahnya Kebersamaan

“Secangkir Kopi Persahabatan”

Pagi telah tiba, penantian berkumpul dengan kawan-kawan telah menjadi prioritas yang merupakan sebuah tradisi bagi sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya IRAK (Ikatan Remaja Kopi) dalam mempertahankan dan melestarikan warisan tanah air Indonesia tercinta yang kaya akan hasil alamnya. Kebersamaan yang terjalin hampir tiga tahun ini menjadi bukti sejarah dalam perjalanan  hidup sekelompok mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dengan tujuan yang sama. Suka_duka dan  pahit_getirnya kehidupan tidak menyurutkan langkah kami untuk tetap bersama menggapai cita-cita, karena bagi kami kebersamaan adalah kekuatan yang indah dan keindahan itu akan menimbulkan kekuatan  bagi jiwa yang lemah. Kumpul bersama orang-orang yang kita rindukan merupakan suatu keadaan yang sangat luar biasa, karena dengan perkumpulan tersebut kita dapat bersatu dan menyatukan suatu perbedaan, karena perbedaan itu bukan untuk dibeda-bedakan, namun dengan perbadaan itulah sesuatu manjadi indah. Coba anda bayangkan, jika pelangi hanya memiliki satu warna, maka pelangi itu pun tidak akan terlihat indah di mata anda. Jika semua manusia berjenis kelamin sama, niscaya kita tidak akan pernah terlahir kedunia. Perbedaan itulah yang akan melengkapi satu sama lainnya sehingga mampu menimbulkan keindahan, karena apa yang kita miliki belum tentu dimiliki oleh orang lain, apa yang orang lain ketahui belum tentu kita ketahui, maka dengan perbedaan dalam kebersamaan itulah kita dapat berbagi apa yang kita tahu dan miliki sehingga terjalinlah indahnya suatu kebersamaan.

Kebersamaan yang hampir memasuki usia tiga tahun ini mampu memberikan inspirasi hidup bagi anggota yang terikat di dalamnya, insipari dalam berkarya, berimajinasi, berkreasi, bahkan insipari dalam mengamalkan ilmu yang dimiliki dimulai dari kebersamaan yang indah ini. Pasalnya, kebersamaan ini sangat mengutamakan keterbukaan pada setiap orang yang ada di dalamnya,  keterbukaan itulah yang membuat setiap orang yang ada di kelompok tersebut merasa tenang dalam menyikapi setiap permasalahan hidup yang ia rasakan, dengan keterbukaan itu setidaknya kami dapat memikirkan dan berusaha menyelesaikan masalah, menuangkan ide, gagasan, saran, dan motivasi dalam perjalanan hidup yang penuh dengan halang_rintang, bagi kami halang rintang itu adalah tantangan dan setiap tantangan hidup itu memiliki arti dan harus kita hadapi bukan untuk kita tinggal lari.

Setiap orang yang ada di dalam kelompok tersebut, menginginkan adanya suatu perubahan pada dirinya, dan itu telah terbukti setidaknya yang kami rasakan bahwa adanya suatu peningkatan dalam proses berpikir dalam menyampaikan argumentasi yang ia ketahui. Biasanya, seseorang itu tahu akan suatu hal namun ia tidak mampu dalam menyampaikan dan mengungkapkan apa yang ia ketahui, di sinilah proses pembiasaan kami tanamkan. Pembiasaan berbicara di hadapan orang banyak, berargumentasi, bahkan bertindak, karena dengan pembiasaan itulah kita akan terbiasa.

Di dalam suatu perkumpulan biasanya terdapat hal-hal baru yang ternyata belum diketahui oleh seluruh anggotanya. Sehingga perkumpulann itu sangat berarti dalam berbagi informasi, pengetahuan, perkembangan zaman seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sebagaimana telah disinggung dalam sebuah lirik lagu sebuah Band Tanah Air “Slank” dalam bait lagunya yang menyatakan ‘makan ga makan asal kumpul”. Betapa pentingnya suatu perkumpulan sehingga sangat diprioritaskan di seluruh kalangan, Sudah barang tentu perkumpulan yang terjalin bukan hanya perkumpulan yang hanya sekedar kumpul, namun kumpul yang memiliki arti dan berarti bagi orang yang ada di dalamnya. Karena ada sebagian orang yang menilai bahwa kumpul-kumpulnya kami sekedar proses menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini, karena yang mereka ketahui perkumpulan yang kami jalin selama ini terkesan hura-hura, hal itu dilihat dari sudut pandang secara kasat mata, namun jika ia mengnenal dan mengetahui lebih dalam perkumpulan yang kami bina, mungkin mereka juga akan berkata “betapa indahnya suatu kebersamaan”.

Penilaian mereka tidak dapat disalahkan, bagi kami hal tersebut merupakan tantangan bahwa sesungguhnya apa yang mereka ketahui benar apa adanya, dilihat dari cara kami tertawa, teriak, bahkan terkadang sifat kekanak-kanakan kami muncul yang masih terkesan selalu ingin bermain-main di tengah asyiknya keramaian. Perlu anda ketahui, bahwasannya hal yang demikian itu merupakan suatu ekspresi dalam mengembalikan semangat hidup yang mulai kendor setelah dihadapkan dengan berbagai persoalan hidup setelah beraktivitas, karena semangat hidup yang kendor akan menimbulkan ketegangan dalam diri kita untuk menghadapi tantangan demi tantangan yang ada di hadapan kita. Jadi, bebaskanlah dirimu dalam berekspresi selama tidak menyalahi aturan yang ada, dan jangan berpikir negatif sebelum mengetahui kenyataan yang sesungguhnya terjadi.

Secangkir Kopi

Sejuknya udara di pagi hari mengiringi langkah cepat hampir seluruh pemburu ilmu pengetahuan yang datang dari setiap penjuru, niat tulus dalam melangkahkan kaki menuju sebuah ruang kelas telah menjadi tujuan utama bagi mahasiswa sesuai dengan pemahaman masing-masing, sedikit banyaknya ilmu yang diperoleh tergantung sejauh mana keseriusan dalam belajar, tidak menutup kemunngkinan dalam proses pembelajaran di dalam kelas akan terhambat dengan suatu kejenuhan yang sangat mengganggu keseriusan dalam belajar yang dapat timbul secara tiba-tiba.

Kumpul bersama kawan-kawan dalam melepas ketegangan terutama ketegangan pada syaraf otak yang setiap waktu terus beraktivitas tanpa henti menjadi pilihan utama setelah menghadapi kejenuhan yang sangat mengganggu, lebih asyik lagi jika dalam perkumpulan itu terdapat suatu penyemangat yang mampu mengembalikan semangat yang telah kendor. Di samping banyak hal yang menjadi faktor penyemangat dalam suatu perkumpulan seperti situasi yang nyaman, tenang, damai, bahkan adannya distribusi yang cukup sebagai sumber energi pada tubuh  ternyata ada sesatu yang mampu memberikan semangat dan mengembalikan gairah hidup setelah dihadapkan oleh berbagai persoalan, yaitu “secangkir kopi”. Mungkin ini sedikit terkesan lucu, karena selama ini, mungkin anda menganggap secangkir kopi hanya munuman biasa, secangkir kopi hanya minuman yang tidak penting untuk dikonsumsi bahkan minuman yang mengandung penyakit. Bagi IRAK (Ikatan Remaja kopi), meskipun ikatan tersebut tidak resmi sebagimana ikatan-ikatan remaja yang ada pada umumnya, karena ini hanya sebuah nama atau “sebutan” bersifat bahasa senda gurau yang timbul dari kebiasaan kami yang hampir setiap ada kesempatan dan waktu luang selalu kami manfaatkan untuk kumpul-kumpul baik itu kumpul dalam sebuah diskusi, rapat kerja, atau hanya sekedar melepas ketegangan-ketegangan otot dan otak setelah beraktivitas atau belajar di ruang kelas, dan di tengah perkumpulan itu selalu terdapat secangkir kopi yang telah manjadi pelengkap dalam suatu perkumpulan. Secangkir kopi memiliki daya tarik yang sangat luar biasa bahkan tidak dapat diurai lebih meluas karena berorientasi pada perasaan, dan setiap perasaan hanya diri pribadilah yang mampu menjawabnya. Terkadang, beberapa orang dalam perkumpulan itu meskipun ia berada di ruang dan jarak yang telah terpisahkan namun mereka tetap menyempatkan diri untuk melayangkan satu kata lewat pesan singkat atau yang lebih dikenal dengan“sms” yang berisi satu kata yaitu “kopi”. Betapa pentingnya nilai yang terkandung dalam secangkir kopi, sehingga mampu mempererat suatu persahabatan, memperkuat tali silaturahmi, mampu menghilangkan kegelisahan dan mampu meciptakan senyuman manis setelah ia mendengar handphonenya berbunyi yang kemudian dengan tergesa-gesa ia lihat dan baca satu kata yang sangat mistis yaitu “kopi” meskipun hanya terungkap dalam hati, namun perasaan tersebut secara spontan diekspresikan dengan sebuah senyuman yang terpancar pada setiap bibir mereka yang memperoleh pesan singkat tersebut.

Jika anda perhatikan, hampir di setiap sudut Kampus kita terdapat sejumlah kelompok-kelompok kecil atau besar, dimana hampir setiap kelompok-kelompok tersebut terdapat secangkir kopi yang menjadi pelengkap dalam perkumpulan mereka sehingga timbul suatu semboyan dalam perkumpulan kami “ga ada kopi ga ada kreasi”. Istilah tersebut sangat tidak asing pada sebuah perkumpulan-perkumpulan yang anda jumpai di setiap tempat dan sudut tertentu.

Secangkir kopi itu mistis”, karena secangkir kopi menjadi suatu nilai tradisi sebagai pelengkap dalam sebuah perkumpulan. Kopi dapat menyatukan suatu perbedaan, baik perbadaan adat, budaya, bahasa, tradisi, bahkan kita dapat mengenal lebih jauh setiap watak serta karakter seseorang di antara kawan-kawan dalam perkumpulan ketika kita menyajikan secangkir kopi di tengah suatu perkumpulan mereka. Secangkir kopi pula dapat menjadikan suatu kondisi menjadi lebih nyaman di tengah perselisihan. Dengan demikian, secangkir kopi dapat menciptakan suatu nilai persahabatan yang luar biasa yang semua orang mampu merasakannya.

Di dalam secangkir kopi terdapat suatu senyawa yang dinamakan kafein, senyawa tersebut ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat yaitu otak, sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab itu tidak heran setiap kali kita mengkonsumsi minuman kopi dalam jumlah wajar, tubuh akan terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau pun merasa ngantuk. Sehingga bagi meraka yang telah terbiasa menikmati secangkir kopi akan merasa ada sesuatu yang janggal dan kurang dalam aktivitasnya sehari-sehari.  Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari kebiasaan menikmati secangkir kopi. Senyawa tersebut juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat sakit kepala. Pasalnya, kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak sehingga pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang merupakan penyebab sakit kepala bisa ditanggulangi.

Kata kopi berasal dari bahasa Arab dari kata qahwah, yang berarti kekuatan. Sehingga wajar IRAK (Ikatan Remaja Kopi) mengutamakan kebersamaan seperti telah terurai di atas bahwa kebersamaan adalah kekuatan yang indah. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan dikenal dalam bahasa Belanda koffie dan dalam bahasa Inggris coffee. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.

“Meskipun dengan secangkir kopi, mudah-mudahan persahabatan kita tetap terjalin harmonis, jangan pernah menganggap persahabat ini tidak berarti, karena persahabatan ini merupakan bukti sejaraah perjalanan hidup kita di rantau orang.

Oleh:

“Oezank Soepriyatna As-Syianjury”

oezank_280787@yahoo.com

uje-putracianjur.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s