Inspirasi Hidup Menuju Kematian

Alhamdulillah…
Rasa syukur yang tidak terhingga untuk selalu kita panjatkan atas segala nikmat dan karunia yang telah SWT limpahkan kepada kita semua, sehingga Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk meluangkan waktu untuk membaca sedikit pelajaran yang mudah-mudahan bisa diambil manfaat dan hikmahnya.
Sahabat pembaca, berbicara kehidupan sepertinya tidak akan terlepas dari kematian. Akan tetapi, banyak orang yang lupa diri bahwa setelah kehidupan di dunia ini masih ada tahapan kehidupan yang harus kita lalui.
Berbicara kematian, Allah SWT menggunakan sebuah sistem yang sangat luar bisa yang sangat adil dalam Maha KebesaranNya.
Sahabat pembaca, mati itu “sistem cabut acak” bukan sistem “urut berdasar usia, agama, suku, bangsa, atau yang lainnya”.
Allah SWT tidak mematikan hambaNya berdasarkan tua muda, miskin kaya, sehat sakit, baik buruk, atau bahkan urutan nama.
Siapapun yang Allah SWT kehendaki untuk berjumpa denganNya, maka niscaya tidak ada satupun yang mampu menghalangiNya.
Setiap manusia akan mengalami hal yang sama. Namun, kesadaran akan hal itu masih jauh dari kata baik menurut pandangan ajaran agama.
Oleh karena itu, kematian menjadi sebuah rahasia yang di dalamnya terdapat banyak rahasia-rahasia sebagai bentuk dan bukti akan kekuasaan dan kebesaran dalam mengatur makhluk-makhlukNya terutama manusia.
Sudah cukupkah amal ibadah kita?
Sudah cukupkan amalan shalat kita?
Sudah cukupkan kebaikan-kebaiakan kita?
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ampunan terhadap dosa-dosa kita.
Dosa terhadap ibu bapak kita.
Dosa terhadap keluarga kita.
Dosa terhadap tetangga kita.
Dosa terhadap guru-guru kita.
Dosa terhadap murid-murid kita.
Dosa terhadap sesama kita.
Dan dosa terhadap siapapun yang pernah kita berbuat dosa kepadanya.
Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad.

Kebodohan Yang Terjadi Di Akhir Zaman

Alhamdulillah…
Sahabat pembaca yang baik hati, Islam adalah agama terakhir, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, Al-Qur’an adalah kitab terakhir untuk umat manusia.
Mati dan Kiamat adalah sebuah kepastian yang akan dirasakan oleh seluruh makhluk (nyata-goib) di mana seluruh amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya.
Akan tetapi, melihat perkembangan manusia dengan segala kecanggihan teknologi yang ada menjadikan tidak sedikit di antara kita sebagai manusia justru terlena dan terlalu asyik dengan keberadaannya sehingga kita lupa akan tugas dan kewajiban kita untuk senantiasa beribadah, berusaha, berdo’a sebagai bentuk penghambaan kita kepadaNya. Atau mungkin ini yang dimaksud sebagai tanda-tanda nyata akhir zaman yang salah satunya adalah “banyak orang yang membodoh-bodohi orang lain, sementara ia tidak menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan lebih bodoh daripada cara ia membodohi orang lain”.
Menyikapi hal tersebut, banyak orang di sekitar yang terlalu manis untuk dilupakan (kata Slank). Hehehe…
Sungguh perbuatan kita itu tergantung pada niat yang muncul dalam diri kita masing-masing. Apabila niat itu baik maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Apabila niatnya buruk, cepat atau lambat Allah SWT akan menjawab dan menepati janjinya “Famay ya’mal mistqoola dzarrotin khoiroyyaroh wa mayya’mal mistqoola dzarotin syarroyyaroh. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya (kebaikan). Maka barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya dia akan melihat balasannya (kejelekan). (Q.S. Al-Zalzalah: 7-8”.
Semoga Allah SWT senantiasa memasukan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bersabar serta lebih sehat dan bijak dalam melakukan tugas dan tanggungjawab kita baik kepada sesama manusia terlibih lagi terhadap Allah SWT.
Ingat, Allah SWT Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan.

Kebodohan Yang Terjadi Di Akhir Zaman

Alhamdulillah…
Sahabat pembaca yang baik hati, Islam adalah agama terakhir, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, Al-Qur’an adalah kitab terakhir untuk umat manusia.
Mati dan Kiamat adalah sebuah kepastian yang akan dirasakan oleh seluruh makhluk (nyata-goib) di mana seluruh amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya.
Akan tetapi, melihat perkembangan manusia dengan segala kecanggihan teknologi yang ada menjadikan tidak sedikit di antara kita sebagai manusia justru terlena dan terlalu asyik dengan keberadaannya sehingga kita lupa akan tugas dan kewajiban kita untuk senantiasa beribadah, berusaha, berdo’a sebagai bentuk penghambaan kita kepadaNya. Atau mungkin ini yang dimaksud sebagai tanda-tanda nyata akhir zaman yang salah satunya adalah “banyak orang yang membodoh-bodohi orang lain, sementara ia tidak menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan lebih bodoh daripada cara ia membodohi orang lain”.
Menyikapi hal tersebut, banyak orang di sekitar yang terlalu manis untuk dilupakan (kata Slank). Hehehe…
Sungguh perbuatan kita itu tergantung pada niat yang muncul dalam diri kita masing-masing. Apabila niat itu baik maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Apabila niatnya buruk, cepat atau lambat Allah SWT akan menjawab dan menepati janjinya “Famay ya’mal mistqoola dzarrotin khoiroyyaroh wa mayya’mal mistqoola dzarotin syarroyyaroh. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya (kebaikan). Maka barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya dia akan melihat balasannya (kejelekan). (Q.S. Al-Zalzalah: 7-8”.
Semoga Allah SWT senantiasa memasukan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bersabar serta lebih sehat dan bijak dalam melakukan tugas dan tanggungjawab kita baik kepada sesama manusia terlibih lagi terhadap Allah SWT.
Ingat, Allah SWT Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan.

Kebodohan Yang Terjadi Di Akhir Zaman

Alhamdulillah…
Sahabat pembaca yang baik hati, Islam adalah agama terakhir, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, Al-Qur’an adalah kitab terakhir untuk umat manusia.
Mati dan Kiamat adalah sebuah kepastian yang akan dirasakan oleh seluruh makhluk (nyata-goib) di mana seluruh amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya.
Akan tetapi, melihat perkembangan manusia dengan segala kecanggihan teknologi yang ada menjadikan tidak sedikit di antara kita sebagai manusia justru terlena dan terlalu asyik dengan keberadaannya sehingga kita lupa akan tugas dan kewajiban kita untuk senantiasa beribadah, berusaha, berdo’a sebagai bentuk penghambaan kita kepadaNya. Atau mungkin ini yang dimaksud sebagai tanda-tanda nyata akhir zaman yang salah satunya adalah “banyak orang yang membodoh-bodohi orang lain, sementara ia tidak menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan lebih bodoh daripada cara ia membodohi orang lain”.
Menyikapi hal tersebut, banyak orang di sekitar yang terlalu manis untuk dilupakan (kata Slank). Hehehe…
Sungguh perbuatan kita itu tergantung pada niat yang muncul dalam diri kita masing-masing. Apabila niat itu baik maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Apabila niatnya buruk, cepat atau lambat Allah SWT akan menjawab dan menepati janjinya “Famay ya’mal mistqoola dzarrotin khoiroyyaroh wa mayya’mal mistqoola dzarotin syarroyyaroh. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya (kebaikan). Maka barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya dia akan melihat balasannya (kejelekan). (Q.S. Al-Zalzalah: 7-8”.
Semoga Allah SWT senantiasa memasukan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bersabar serta lebih sehat dan bijak dalam melakukan tugas dan tanggungjawab kita baik kepada sesama manusia terlibih lagi terhadap Allah SWT.
Ingat, Allah SWT Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan.

Kebodohan Yang Terjadi Di Akhir Zaman

Alhamdulillah…
Sahabat pembaca yang baik hati, Islam adalah agama terakhir, Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, Al-Qur’an adalah kitab terakhir untuk umat manusia.
Mati dan Kiamat adalah sebuah kepastian yang akan dirasakan oleh seluruh makhluk (nyata-goib) di mana seluruh amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya.
Akan tetapi, melihat perkembangan manusia dengan segala kecanggihan teknologi yang ada menjadikan tidak sedikit di antara kita sebagai manusia justru terlena dan terlalu asyik dengan keberadaannya sehingga kita lupa akan tugas dan kewajiban kita untuk senantiasa beribadah, berusaha, berdo’a sebagai bentuk penghambaan kita kepadaNya. Atau mungkin ini yang dimaksud sebagai tanda-tanda nyata akhir zaman yang salah satunya adalah “banyak orang yang membodoh-bodohi orang lain, sementara ia tidak menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan lebih bodoh daripada cara ia membodohi orang lain”.
Menyikapi hal tersebut, banyak orang di sekitar yang terlalu manis untuk dilupakan (kata Slank). Hehehe…
Sungguh perbuatan kita itu tergantung pada niat yang muncul dalam diri kita masing-masing. Apabila niat itu baik maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Apabila niatnya buruk, cepat atau lambat Allah SWT akan menjawab dan menepati janjinya “Famay ya’mal mistqoola dzarrotin khoiroyyaroh wa mayya’mal mistqoola dzarotin syarroyyaroh. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya (kebaikan). Maka barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya dia akan melihat balasannya (kejelekan). (Q.S. Al-Zalzalah: 7-8”.
Semoga Allah SWT senantiasa memasukan kita semua ke dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur dan bersabar serta lebih sehat dan bijak dalam melakukan tugas dan tanggungjawab kita baik kepada sesama manusia terlibih lagi terhadap Allah SWT.
Ingat, Allah SWT Maha Mengetahui atas apa yang kita lakukan.

Belajar Wudhu Yuk

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Sahabat pembaca yang berbahagia, wudhu menjadi amalan ibadah yang sangat penting  dalam melaksanakan kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa shalatnya seseorang yang tidak memiliki wudhu adalah perkara yang sia-sia.

Oleh karen itu, tidak ada salahnya kita kembali mempelajari tata cara berwudhu yang sebenarnya sudah sahabat pembaca pelajari mungkin sejak sahabat pembaca duduk di bangku TK.

Langsung saja niiiiih… semoga bermanfaat.

Berikut Langkah-Langkah Berwudhu beserta Bacaannya Masing-Masing

  1. Membasuh Telapak Tangan (Jari), 1.  Membasuh Jari
  2. Berkumur-kumur, 2. Berkumur
  3. Memasukan Air ke Hidung, 3. Memasukan Air ke Hidung
  4. Mengeluarkan Air dari Hidung, 4. Mengeluarkan Air dari Hidung
  5. Niat, 1. Niat
  6. Membasuh Muka, 6. Membasuh Muka
  7. Membasuh Tangan Kanan sampai Siku, 7. Membasuh Tangan Kanan
  8. Membasuh Tangan Kiri sampai Siku, 8. Membasuh Tangan Kiri
  9. Menyapi Sebagian Kepala, 9. Menyapu Sebagian Kepala
  10. Membasuh Kedua Telinga, 10. Membasuh Telinga
  11. Membasuh Kaki Kanan sampai Mata Kaki, 11. Membasuh Kaki Kanan
  12. Membasuh Kaki Kiri sampai Mata Kaki, 12. Membasuh Kaki Kiri
  13. Berdoa’ Setelah Wudhu, 13. Berdo'a Setelah WudhuSemoga bermanfaat dan dapat meningkatkan nilai-nilai ibadah kita kepada Allah SWT.

Selamat Datang Minggu

Assalamu’alaikum
Warohmatuwllohi
Wabarokaatuh

Alhamdulillah, begitu cepat waktu berlalu dan tak terasa hari ini kita berjumpa kembali dengan hari minggu.
Hari minggu menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para penikmat pekerjaan apapun profesinya. Karena di hari ini sebagian orang mengganggap sebagai hari berkumpulnya bersama keluarga tercinta. Banyak cara yang dilakukan untuk menikmati indahnya kebersamaan dengan orang-orang tersayang di waktu libur seperti ini. Mulai dari sarapan bersama atau hanya sekedar menikmati teh hangat sambil menyaksikan tayangan di televisi. Gotong royong merapihkan kamar atau isi rumah. Bahkan adapula yang menikmatinya dengan cara berlibur atau jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat favorit atau yang belum pernah dikunjungi. Apapun yang kita lakukan tentunya memiliki dampak yang sangat besar terhadap keluarga tercinta kita, terutama istri dan anak-anak kita.

Masa Muda Jangan Pernah Disia-siakan

8

Alhamdulillah…atas nikmat Allah SWT siang ini kita semua masih diberi kesehatan jasmani dan ruhani. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang pandai syukur nikmat.

Sahabat pembaca yang baik hati dan tidak sombong. Masa muda adalah masa di mana banyak sekali kita dituntut untuk mencari pengalaman dan pelajaran sebanyak-banyaknya, agar kelak dewasa nanti kita menyesali setiap perbuatan kita di masa muda lalu.

Atas izin Allah SWT, alhamdulillah perjalanan hidup begitu indah, cerah, dan penuh dengan keberkahan. Pengalaman menuntut ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah terlupakan baik suka maupu dukanya masih teringat jelas dipikiran untuk selalu dijadikan motivasi hidup.

Surga itu Mudah, Surga itu Indah

Alhamdulillah…
Pagi yang indah semoga membawa barokah. Sahabat pembaca yang dicintai Allah SWT, jika seseorang ditanya ketika mati ingin ke surga atau ke neraka? Pasti semua akan menjawab surga. Sadar atau tidak sebenarnya gambaran surga itu sudah tertanam di dalam hati, jiwa, dan akal kita sejak pertama kali Allah SWT ciptakan kita. Maka tidak heran seburuk-buruknya akhlak kita, kita masih berharap untuk dapat menjadi penghuni surga di hari kemudian.
Ingin masuk surga???
Mati dulu…
Jangan terlalu banyak menuntut surga, laksanakan saja segala perintah Allah SWT dan tinggalkan segala laranganNya.
Insya Allah kebahagiaanlah yang akan menjadi hak kita di alam akhirat nanti.
Memperoleh surga itu tidak sulit ko, bahkan tidak serumit orang yang akan dimasukan ke nerakaNya Allah SWT.
Bayangkan untuk masuk ke masjid tidak bayar, shalat gak bayar, puasa gak bayar, berbakti kepada kedua orangtua gak bayar. Tapi coba bandingkan, judi, minuman keras, zina, maksiat, semuanya butuh biaya.
Nau’dzubillahi min dzalik.

Nikmati, Syukuri, dan Tetaplah Berpikir Positif

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Sahabat pembaca yang baik hati.
Hidup bukan sebuah penderitaan. Apabila sahabat pembaca merasa menderita dengan kehidupan yang sahabat jalani, maka bersiaplah untuk menderita selamanya.
Hidup adalah anugrah terindah, karena sahabat pembaca tidak mungkin dapat merasakan nikmatnya hidup sementara sahabat pembaca sendiri tidak menghidupkan kehidupan yang Allah SWT berikan kepada sahabat pembaca.
Bersyukur adalah cara yang baik untuk kita lakukan sebagai ungkapan terima kasih atas segala nikmat yang kita miliki masing-masing.
Syukuri, nikmati, dan teruslah berpikir pisitif terhadap sesuatu niscaya sahabat pembaca akan memperoleh ketenangan dalam hidup yang sedang dan akan sahabat pembaca jalani.
Lakukan dari hal terkecil yang bisa sahabat pembaca lakukan.