Tips Mudik Menggunakan Sepeda Motor

17903510_1483789314964943_2511082392361814068_n

Oleh : Putra Cianjur – Bekasi yang Merantau di Kampung Cibolang Ciawi Bogor

Sahabat pembaca yang rindu dengan keluarga, hari raya ‘idul fitri 1438 H tinggal menghitung hari. Antusias para pendatang untuk kembali ke kampung halaman sangat tinggi, berjumpa dengan orangtua, keluarga, tetangga, sahabat lama, sanak saudara menjadi sebuah tradisi wajib bagi sebagia perantau di nusantara. Momentum yang tidak bisa tergantikan oleh apapun yang hanya dilakukan dalam satu tahun sekali.

Berbagai sarana moda transportasi pun sudah menjadi pilihan bagi para pemudik dalam mewujudkan impiannya berjumpa dengan keluarga tercinta di kampung halamannya.

Kali ini, saya hanya ingin berbagi tips bagi sahabat pembaca yang akan melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan sepeda motor. (Soalnya saya belum bisa mengendarai mobil, kereta, apalagi pesawat). Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian berikut ini :

Satu …..

Dua …..

Tiga …..

bedug-727189

Eits jangan terlalu tegang, magib masih lama Mas Brooo…..

Dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, ada beberapa hal yang sahabat pembaca perhatikan, diantaranya:

  1. Harus punya motor, sebab kalau motrnya tidak ada perjalanan mudik menggunakan sepeda motor sahabat pembaca akan terhambat. Hehehe. Hal ini wajib terpnuhi,mau beli motor dulu, mau pinjem motor tetangga, mau sewa motor orang, itu semua sesuaikan kemampuan masing-masing saja ya! Tidak usah dipaksakan bisa berakibat buruk.

2. Cek kondisi sepeda motor, jika sahabat tidak memahami kondisi motor jangan sekali-kali sahabat merasa sok tahu, apalagi sok bisa bongkar-bongkar, nanti gak bisa dipasang lagi bisa berbahaya! Jika tidak yakin dengan kemampuan sahabat pembaca untuk mengecek kondisi kendaraan layak atau tidak saran saya lebih baik bawa ke bengkel-bengkel terdekat tempat sahabat pembaca biasa melakukan cek/service. Insya Allah bisa lebih diandalkan.

3. Cek kelengkapan sepeda motor, mulai dari Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB/Kaleng Plat Motor) hal ini untuk memastikan bahwa jangan sampai sahabat pembaca berkendara dengan indentitas kendaraan yang berbeda antara nomor kendaraan di STNK dengan TNKB. Jika hal ini terjadi, mungkin sahabat pembaca harus mampir dulu ke supermarket/minimarket untuk beli AQUA agar tiak terjadi gagal fokus. Eits tenang!!! Hal ini tidak membatalkan puasa sahabat pembaca ko, kan hanya beli saja tidak diminum ok!

4. Cek tanki penyimpanan bahan bakar, jangan sampai motor sudah siap, surat-surat sudah siap,  eeeeeeh bensinnya habis. Sungguh terlalu…

MensPushUpa

5. Pastikan kondisi tubuh  dalam keadaan sehat wal ‘afiyat, hal ini sangat penting dilakukan karena ini yang akan menentukan perjalanan mudik sahabat pembaca sampai di tempat tujuan sesuai yang sahabat pembaca inginkan, jangan sampai masuk rumah sakit. Naudzubillahi min dzalik! Semoga lancar dan selamat ya!

6. Gunakan beberapa kelengkapan berkendara seperti :

a. Helm, selain menjadi syarat wajib dalam berkendara sepeda motor hal ini juga dapat melindungi kepala dari godaan-godaan setan yang terkutuk. Hehehe bercanda dikit… Wajib pakai helm ya!

15317799_1336654299678446_7459934449614520210_n

b. Jacket/Rompi Motor, tapi jangan dikenakan pada motornya ya! Kenakan pada tubuh sahabat pembaca yang berkendara. Hal ini dapat mencegah masuknya angin pada tubuh sahabat pembaca, tapi kalau masih masuk juga itu angin yasudah itulah takdir! Disyukuri saja.

1238317_650093418334541_1802670568_n

c. Masker, alat ini sangat bermanfaat dalam berkendara terutama di bulan suci ramadhan, agar tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke mulut selama berkenara karena akan membatalkan puasa sahabat pembaca. Hehehe…

8378029_fd266d93-8658-46b3-b608-0921047595b4

d. Sarung tangan, hal ini jelas digunakan di tangan ya jangan sampai digunakan di kaki, kalau salah penggunaannya berarti ada yang salah dengan otak sahabat pembaca, segera perikasa ke dokter.

sarung-kaki-rapi2

e. Sarung kaki, hal ini agar memberi kenyamanan bagi sahabat pembaca yang menggunakan sepatu yang agak longgar.

a090584be03b8176dea1b1e57b35fa64

f. Sepatu, menghindari kaki dari panas matahari dan juga panas mesin motor yang tepat berada di kanan dan kiri dari kaki kita.

15259642_1330293116981231_2334348399288144352_o

g. Sendal, hal ini menjadi penting apabila dalam perjalanan mudik sahabat pembaca kehilangan sepatu di tempat sahabat pembaca istirahat, karena kejahatan bukan karena ada niat dari pelakunya tapi karena ada kesempatan! Waspadalah! Waspadalah! Waspadalah! Itu kata Bang Napi.

rambu-peringatan

7. Patuhi aturan atau rambu-rambu lalu lintas, jangan sampai sahabat pembaca tidak memahami sandi-sandi atau petunjuk rambu-rambu lalu lintas, apabila hal ini terjadi maka dapat dipastikan nilai IPS sahabat pembaca waktu sekolah pasti buruk. Iya kan??? Coba lihat raportnya!

8. Yang terakhir PASTIKAN sahabat pembaca bisa mengendarai sepeda motor, hal ini sangat penting mengingat beberapa point di atas akan menjadi perkara sia-sia apabila sahabat pembaca tidak bisa mengendarai sepeda motor yang dimaksud di atas.

 

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan dapat menjadi referensi perjalanan mudik sahabat pembaca yang kebetulan ingin mudik dengan sepeda motor. Tetap berhati-hati di jalan. Pastikan untuk mematuhi aturan lalu lintas dalam berkendara, agar perjalanan mudik sahabat pembaca bernilai pahala.

Ohyaaa sebagai tambahan, (yang ini serius) sahabat pembaca bisa melakukan hal spele ini tapi rasakan perbedaannya.

1 – 30 menit pertama istiqamahkan kecepatan laju sepeda motor sahabat pembaca tidak lebih dari 30 km/jam.

31 – 60 menit berikutnya istqamahkan kecepatan laju sepeda motor sahabat pembaca tidak lebih dari 60 km/jam.

1 – 2 jam berikutnya pastikan laju sepeda motor sahabat tidak melebihi 80 km/jam.

Hal di atas berlaku apabila kondisi jalan sangat lancar, apabila macet maka disesuaikan saja dan dapat melatih emosi, kesabaran, serta tingkat konsentrasi sahabat pembaca dalam berkendara.

Dan yang terakhir jangan lupa, awali perjalanan sahabat pembaca dengan berdo’a terlebih dahulu.

doa sebelum makan=2

Ups!!! Salah!!! Ini mah do’a makan!…sorry sorry sorry…

Nah yang ini baru benar!

Akhirnya, saya ucapkan selamat mudik, selamat melakukan perjalanan ke kampung halaman masing-masing, semoga sehat, selamat, dan dapat berkempul dengan orang-orang tersayang di kampung halaman.

14753439_1298717473472129_5631735048157060011_o

15590743_1359533967390479_4957973888457755733_o

10479035_10205348664774039_5423333474149080138_n

Salam sehat

Salam semangat

Salam selamat

Semoga bahagia dunia akhirat.

Uje Si Abu Zahraan Zain

Pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Minggu, 14 Mei 2017

Oleh : U. Supriyatna

Bismillahi Wabihamdihi

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Alhamdulillah, pengajian Pemuda Kampung Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi berjalan dengan lancer. Malam kelima pengajian yang bertempat di rumah Saudara Joni Rt. 01/06 Kp. Cibolang Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor disambut antusias oleh warga Kampung Cibolang baik itu oleh para pemuda, orangtua, bahkan anak-anak. Kegiatan yang menjadi agenda rutin yang dipelopori oleh para pengurus dan tokoh pemuda Kampung Cibolang ini menjadi salah satu wadah dalam menuntut ilmu yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali ba’da isya.

Kegiatan yang diawali dengan tawashul, dzikir, dan do’a bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan marhaba, do’a, dan ditutup dengan tausiah ini menjadi daya tarik bagi jama’ah yang semakin hari semakin banyak meramaikan kegiatan tersebut. Tidak hanya pemuda, namun banyak pula dihadiri oleh para anak-anak dan juga para orangtua dari warga di kampung tersebut.

Di kesempatan malam ini, kajian yang dibahas adalah seputar persiapan menyambut datangnya bulan suci ramadhan.

Ada beberapa kesamaan makna filosofis yang terdapat pada amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dengan sebuah pertandingan sepak bola. Pemuda yang sebagian besar gemar bermain sepak bola menjadikan materi kali ini cukup menarik untuk dibahas.

Pertama, antara orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan dengan orang yang bertanding sepak bola sama-sama melakukan perjuangan. Perjuangan seseorang yang berpuasa di bulan suci ramadhan yaitu dengan menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan dan mengurangi nilai-nilai pahala dari ibadah puasa sejak di mulai waktu berpuasa sampai masuk waktu berbuka puasa. Perjuangan ini sangat jelas dimana kebiasaan sebelas bulan sementara waktu harus dihentikan karena melaksanakan ibadah puasa di siang hari. Sementara perjuangan bagi seseorang yang bertanding sepak bola itu adalah berjuang sekuat tenaga untuk dapat bermain dengan baik dan benar sesuai prosedur yang diarahkan oleh sang wasit. Baik orang yang berpuasa ataupun bermain sepak bola dalam berjuang itu memiliki sebuah tujuan yaitu kemenangan. Kemenangan bagi orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan adalah mencapai derajat yang dijanjikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’an yaitu “La’allakum Tattakuun” yaitu menjadi pribadi seorang muslim yang bertaqwa. Sementara kemenangan bagi pemain bola yaitu menjadi juara. Kedua kemenangan tersebut tentu menjadi sebuah keberhasilan yang ada balasannya, dan balasan dari kemenangan itu adalah sebuah kebahagiaan, dan kebahagiaan itu berakhir dengan sebuah kebaikan, dan kebaikan itu adalah tujuan dari perjuangan yang kita lakukan.

Kedua, adanya kerja keras. Antara amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan dan pertandingan sepak bola keduanya butuh kerja keras baik itu sebelum bertanding, ketika bertanding, dan setelah bertanding. Sebelum bertanding sepak bola, para pemain harus bekerja keras dalam latihan sebagai persiapan diri sebelum bertanding, mulai dari mengatur strategi sampai kepada eksekusi. Ketika bertanding pun kerja keras sangat perlu dilakukan antara pemain yang satu denga pemain lainnya, sejak peluit tanda dimulainya pertandingan sampai berakhirnya pertandingan para pemain tentu bekerja keras dalam mempertahankan tim tercintanya sehingga dapat membobol gawang lawan. Ketika sudah memenangkan pertandingan bukan berarti kerja keras para pemain berakhir akan tetapi waktu itulah kerja keras baru dimulai untuk dapat bertanding di kejuaraan yang lebih tinggi. Tentu ini menjadi bagian tersulit dalam mempertahankan kemenangan yang pernah diperoleh. Kaitannya dengan orang yang berpuasa di bulan suci ramadhan, sebelum masuk bulan suci ramadhan seseorang dilatih bekerja keras dalam mempersiapkannya baik jasmani ataupun ruhani. Adanya amalan puasa-puasa sunnah menjadi wadah pelatihan dalam bekerja keras untuk mempersiapkan puasa wajib di bulan suci ramadhan. Ketika ramadhan berlangsung, kerja keras seseorang sangat dibutuhkan yaitu kerja keras dalam menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ataupun yang mengurangi nilai pahala dari ibadah puasa yang kita jalani. Ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan bagi eorang muslim, banyak godaan dan tantangan yang mau tidak mau siap tidak siap harus dijalani. Dan yang tidak kalah penting lagi adalah bekerja keras setelah kita memperoleh kemenangan dari amalan ibadah puasa kita selama satu bulan yang ditutup dengan ‘idul fitri sebagai hari kemenangan setelah satu bulan bertanding melawan hawa nafsu dan keinginan. Inilah puncak kerja keras yang sesungguhnya, karena setelah puasa sebulan penuh apakah kita menjadi lebih baik atau malah kembali melakukan kebiasaan buruk yang menjadikan kita semakin terpuruk.

Ketiga, Adanya pengendalian diri. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola harus bisa mengendalikan diri dari segala sesuatu yang dapat mengakibatkan hilangnya pahala ibadah puasa dan kekalahan dalam bertanding sepak bola. Pengendalian diri ini adalah salah satu usaha yang harus dimiliki oleh setiap muslim yang sedang menjalani ibadah puasa dan juga yang sedang bertanding sepak bola, sebab tanpa adanya pengendalian diri maka ia akan kebablasan dalam bertanding yang mengakibatkan kekalahan dan membatalkan amalan ibada puasa. Saling berbagi antara satu pemain dengan pemain lainnya sehingga tercapailah harapan kemenangan yang menjadi cita-cita bersama. Pengendalian diri itu seperti rem pada sebuah kendaraan. Orang yang berkendara, di depan ada lubang, keputusan ada pada diri si pengendara itu sendiri. Mau berhenti atau mau tabrak lubang itu, tapi resiko sangat jelas berbeda. Jika berhenti atau menghindar insya Allah pasti aman. Tapi jika ditabrak, resiko pasti cilaka. Semua kembali kepada pribadi masing-masing dalam menjalankannya.

Keempat, adanya ketahanan tubuh. Orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola sama-sama harus memiliki ketahanan tubuh yang kuat, stamina yang hebat, agar pelaksanaan ibadah puasa berjalan dengan lancer. Ibarat pemain bola jangan memporsir tenaga di awal permainan, karena apabila hal itu terjadi maka diakhir-akhhir waktu pertandingan pasti akan merasakan lelah yang berlebihan, sehingga ada yang cidera, sakit, bahkan tidak jarang mengabatkan kematian. Padahal diakhir waktu pertandingan saat itulah detik-detik penentu kemenangan sebuah pertandingan. Sama halnya seperti orang yang berpuasa yang semakin hari semakin lemah, apalagi di akhir-akhir hari dalam menjalani ibadah puasa sehingga tidak sedikit orang yang mempertahankan puasanya samapi batas waktu yang ditentukan.

Kelima, adanya kesehatan. orang yang berpuasa dan bertanding sepak bola, harus sehat jasmani maupun ruhani. Karena apabila sakit menjalani ibadah puasa ataupun bertanding sepak bola pasti tidak akan maksimal. Salah satu tujuan puasa selain menjadikan pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT juga menjadikan diri sehat. Hal ini sesuai dengan hadist nabi SAW “Shuumuu Fattasihuu”, berpuasalah kalian niscaya kalian sehat. Olah raga yang benar, bermain sepak bola yang benar, tentu akan menyehatkan badan. Puasa yang benar pun sesuai aturan yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW insya Allah akan menyehatkan jasmani ataupun ruhani.

Oleh karena itu, ketika berbuka puasa jangan terlalu banyak makan atau menikmati hidangan, secukupnya saja. Seteguk air jernih sebenarnya sudah mengenyangkan. Boleh saja menikmati semua hidangan akan tetapi harus diimbangi dengan gerakan badan, artinya jangan sampai setelah berbuka puasa justru malas yang kita dapatkan akibat kekenyangan, malas shalat magrib, malas tarawih, dan sebagainya. Padahal pelaksanaan shalat tarawih itu justru dapat menyehatkan, karena makanann yang baru kita makan tadi ketika berbuka puasa saripatinya bisa terurai dan tersebar ke seluruh anggota tubuh kita sehingga dapat menyehatkan tubuh kita. Sama seperti waktu sahur, setelah makan sahur maka lakukanlah gerakan badan dengan melaksanakan ibadah shalat subuh, prosedur yang tepat maka ibadah puasa menjadi sehat.

Inilah sedikit materi sebagai modal persiapan kita dlam menyambut datangnya bulan suci ramadhan yang hanya dalam hhitungan hari saja.

Marhaban Yaa Ramadhan, semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan ruhani, panjang umur, berjumpa dengan bulan suci ramadhan dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan sesuai dengan keinginann kita masing.

Akhirnya, kebenaran hanya milik Allah SWT. Kesalahan, kekurangan, kekhilafan, itulah sifat manusiawi yang ada pada dalam diri saya ini. Hanya kepada Allah SWT kita memohon dan berserah diri.

Demikian hanya ini yang dapat saya sampaikan setelah menghadiri dan mengisi pengajian Pemuda Kampung cibolang Desa banjarwangi Kecamatan Ciawi kabupaten Bogor. Semoga Allah SWT selalu memelihara keistiqamahan dalam meneruskan, melestarikan, dan mempertahankan kegiatan positif yang belum tentu dilakukan oleh para pemuada di kampung lain.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Muhasabah Diri di Penghujung Tahun 2016

Bismillahirrohmaanirrohiim

Sahabat pembaca yang dirahmati Allah SWT. Hanya dalam hitungan menit malam ini akan menjadi malam dimana gemuruh teriakan jutaan ummat manusia akan sorak gembira, bunyi terompet dan petasan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan menjadi pemandangan yang sangat menarik menghiasi langit malam di seluruh penjuru dunia.
Berbagai persiapan sudah banyak dilakukan oleh sebagian besar umat manusia untuk menyambut pergantian malam tahun baru 2017. Muda mudi, tua muda, kecil dewasa, semua berbaur dalam tujuan yang sama yaitu memeriahkan acara perayaan pergantihan tahun yang hanya terjadi setiap satu tahun sekali dan hal itu pula yang menjadikan sebagian besar orang mengatakan “setahun sekali, kapan lagi”.
Akan tetapi, sebelum pergantian tahun ini terjadi cobalah untuk sedikit kita renungkan kembali perjalanan hidup diri kita masing-masing pada setiap tahunnya.
Sahabat pembaca yang berbahagia, sadarkah kita bahwa setiap pergantian tahun itu adalah petanda bahwa semua yang hidup di dunia bertambah pula usianya, hal itu menunjukan bahwa dengan bertambahnya usia maka akan semakin dekat pula dengan akhir dari sebuah kehidupan dalam arti semakin sedikit pula kesempatan hidup kita di dunia yang sangat kita banggakan ini.
Sudah cukupkah shalat kita?
Sudah cukupkah puasa kita?
Sudah cukupkah shodaqoh kita?
Sudah cukupkah amal baik kita?
Sudah cukupkah berbakti kita kepada orangtua?
Terlalu banyak kebahagiaan dunia yang kita kejar sehingga kita lalai dalam urusan akhirat.
Malam pergantian tahun seharusnya dijadikan malam untuk lebih banyak mengingat setiap kekurangan serta kesalahan bahkan kekhilafan kepada orang-orang di sekitar kita.
Pengikisan akhlak sangat nampak terjadi di setiap malam pergantian tahun.
Malam yang menjadi bagian dari sedikit peristiwa penting yang harus kita ketahui yang akan terjadi di hari kiamat kelak, di mana ummat manusia akan dikumpulkan di satu tempat yang sama, mengharap satu harapan yang sama, menanti perhitungan sesuai dengan amal masing-masing ketika Allah SWT berikan kesempatan di dunia.
Bayangkan jika terompet yang kita tiup malam ini saja sangat menjadikan kegaduhan di setiap sudut penjuru dunia sehingga dapat mengganggu telinga siapapun yang mendengarkannya, bagaimana dengan tiupan Sangkakala Malaikat Israfil nanti, sudah siapkah telinga kita untuk mendengarkannya???
Bayangkan jika suara petasan yang kita bakar malam ini saja sangat menggemparkan langit malam, bagaimana dengan suara ledakan gunung-gunung saat bumi ini diguncang dengan sangat dahsyat, sudah siapkah diri kita untuk menyaksikan peristiwa itu???
Teriakan malam ini adalah teriakan kegembiraan, sedangkan teriakan di hari akhir kelak adalah teriakan permohonan taubat atas segala dosa yang pernah kita lakukan selama kita hidup di dunia. Siapkah kita menghadapi itu semua???
Mudah-mudahan pergantian tahun ini banyak memberikan arti dari sebuah perjalanan hidup setiap jiwa yang merindukan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk selalu taat dalam menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
Mudah-mudahan Allah SWT berikan kemudahan, kelancaran, serta keberhasilan dalam urusan kita masing-masing.
Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan pada jasmani dan ruhani kita, agar kita tetap istiqomah dalam beribadah, berusaha, dan bekerja.
Sahabat pembaca yang berbahagia, jika malam pergantian tahun ini adalah malam pergantian tahun terakhir yang kita lalui. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan keberkahan, keridhoan, serta ampunan atas segala kekurangan, kesalahan, serta kekhilafan kita semua sebagai manusia.
Wallhul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilir Rasyad.

Supriyatna Asy-Syianjury
Ikatan Alumni Nahdlatul Wathan Jakarta

Ayahanda KH. Muhammad Suhaidi, SQ. Siapakah Beliau?

Beliau laksana matahari yang senantiasa memberi kehangatan di pagi hari dan terus bersinar tanpa ada kata berhenti sepanjang hari.
Beliau laksana bulan yang bersinar di tengah malam yang mampu memberi kebahagiaan setiap hati yang sedang dirandu kegelisahan.
Beliau laksana setitik cahaya yang senantiasa memberikan petunjuk jalan dalam kegelapan hati dan pikiran.
Beliau laksana air yang mampu menghilangkan dahaga di tengah panasnya diri dan jiwa yang melanda.
Beliau laksana angin yang memberi kesejukan disaat diri ini mulai lelah.
Beliau laksana nasi yang bisa mengenyangkan dan bisa menjadi sumber energi dalam menjalani aktivitas kehidupan.
Beliau laksana pulsa yang tanpa keberadaannya menjadikan handphone menjadi sia-sia.
Beliau laksana sinyal yang keberadaannya banyak dibutuhkan oleh banyak orang.
Beliau laksana bumi dimana banyak orang mampu berdiri karena keberadaannya.
Beliau laksana bunga yang senantiasa menjadi simbol kebahagiaan.
Beliau laksana obat yang senantiasa memberikan kesehatan bagi mereka yang sedang sakit.
Beliau laksana pakaian yang mampu menjadikan tampilan hidup kita lebih rapi.
Beliau laksana nyawa yang tanpa keberadaannya pasti tidak akan ada kehidupan di dunia ini.
Terlalu banyak untuk mengungkapkan dan menilai diri beliau, sehingga otak ini tidak mampu untuk merangkainya.
Semoga ayahanda senantiasa dipelihara kesehatan jasmani dan ruhaninya, dimudahkan setiap urusannya, dijadikan ilmunya menjadi ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat.
Semoga beliau dapat menjadi tauladan bagi kita semua sebagai generasi perjuangan Nahdlatul Wathan di mana saja kita berada.
“Janganlah Nanda Lupa Daratan, Lantaran Kursi dan Jabatan, Kursi Ananda Diberikan Tuhan, Lantaran Jasa Nahdlatul Wathan”.

Supriyatna
Kp. Cibolang Rt 02/06 Desa Banjarwangi Kec. Ciawi Kab. Bogor Jawa Barat

EMPAT GOLONGAN MANUSIA

Para pembaca yang dirahmati Allah SWT. Ada empat golongan manusia di dunia. Mari kita baca, pelajari, dan cermati serta nilai diri kita masing-masing termasuk ke dalam golongan yang manakah diri kita yang hina ini.
PERTAMA, Golongan manusia yang bahagia di dunia akan tetapi menderita di akhirat. Ciri utama golongan ini adalah mereka yang senantiasa terlalu mementingkan urusan dunia sehingga mereka lalai bahkan lupa dengan urusan akhirat. Terkadang mereka yang termasuk golongan pertama ini adalah mereka yang senantiasa menghalalkan segala cara demi mewujudkan kebahagiaan hidupnya di dunia tanpa berpikir akan pertanggungjawabannya kelak di alam akhirat. Bahkan, tidak sedikit dari golongan ini menjadikan harta bendanya sebagai Tuhan yang mereka agung-agungkan sebagai bentuk kekuatan dan kemampuan yang dimiliki.
KEDUA, Golongan manusia yang menderita di dunia akan tetapi bahagia di akhirat. Ciri utama golongan ini adalah mereka yang tidak mementingkan urusan dunia bahkan melalaikan urusan dunia akan tetapi mereka senantiasa patuh akan segala perintahNya dan menjauhi bahkan meninggalkan laranganNya dalam bentuk perwujudan melaksanakan amalan-amalan ibadah yang diperintah oleh TuhanNya.
KETIGA, Golongan manusia yang bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Inilah golongan yang sangat diinginkan banyak orang (mungkin termasuk sahabat pembaca yang saat ini sedang asyik membaca). Ciri utama dari golongan ini adalah mereka yang senantiasa selalu berusaha/ikhtiar dalam mewujudkan keinginannya di dunia dengan melaksanakan segala tugas dan kewajibannya namun mereka tidak pernah meninggalkan kewajibannya dalam melaksanakan perintahNya dan menjauhi bahkan meningglkan laranganNya yang diwujudkan dalam bentuk amalan ibadah kepadaNya sebagai bentuk pengabdian dan kewajiban yang harus dilakukannya. Meskipun golongan ini adalah golongan yang paling banyak diminati, namun hanya sedikit orang yang benar-benar istiqamah dalam menjalankannya. Karena masih banyak diantara kita yang cenderung lebih sering melaksanakan laranganNya daripada perintahNya.
KEEMPAT, Golongan manusia yang menderita di dunia dan menderita di akhirat. Inilah seburuk-buruknya golongan manusia. Golongan ini adalah mereka yang tidak mau berusaha di dunia dan diperburuk dengan tidak ada keinginan pula dalam melaksanakan ibadah kepadaNya. Na’uudzubillaahi min dzaalik.
Pada dasarnya Allah SWT tidak menciptakan manusia yang BODOH melainkan mereka orang-orang yang MALAS.
Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang diberkahi dan diridhoi oleh Allah SWT dalam setiap langkah perjalanan hidup kita di dunia yang semakin fana ini.
Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ilaa Sabilirrasyad

Supriyatna Asy-Syianjury

Maaf Itu Harus Dibuktikan Dengan Perbuatan

Sahabat pembaca yang berbahagia,
Sebelumnya Saya mengucapkan “Selamat Hari Raya ‘Idul Fitri 1 Syawal 1437 H. Taqobbalallohu Minnaa Wa Minkum Shiyaamanaa Wa Shiyaamakum Taqobbal Yaa Kariim Kullu ‘Aam Wa Antum Bikhoir”.
Hari Raya ‘Idul Fitri lebih dikenal dengan hari bermaaf-maafan menjadi sebuah tradisi yang mengajarkan seseorang untuk saling meminta dan memberi maaf atas setiap kesalahan yang pernah diperbuat oleh seseorang terhadap orangtua, keluarga, saudara, tetangga, sahabat, dan lain sebagainya.
Hari Raya ‘Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi ummat islam di mana saja berada yang berhasil menghadapi berbagai ujian dan cobaan saat menjalani pelaksaan rangkaian ibadah baik wajib maupun sunnah di bulan suci ramadhan.
Sementara mereka yang menyerah dengan sengaja (membatalkan puasa tanpa ada alasan yang diperbolehkan), maka baginya TIDAK ADA kemenangan di hari Raya ‘Idul Fitri melainkan hanya sebatas kesenangan semata yang tidak bermakna. Sehingga amalan ibadah puasa di bulan suci ramadhan terasa SAMA SAJA atau bahkan tidak merasa ada yang berubah bagi kepribadian seseorang setelah menjalani ibadah puasa selama 1 bulan.
Tradisi saling meminta dan memberi maaf menjadi hal penting dalam meramaikan peringatan 1 Syawal atau yang sering disebut Lebaran.
Akan tetapi perlu diingat bahwa “Maaf itu tidak hanya disampaikan melalui ucapan, tetapi harus juga dibuktikan dengan Perbuatan”.
Mudah-mudahan Allah SWT menerima amal ibadah puasa kita di bulan suci ramadhan, memberikan kesempatan untuk berjumpa kembali dengan ramadhan-ramadhan yang akan datang, serta menjadikan kepribadian diri kita untuk menjadi makhluk-makhluk yang lebih baik, baik dalam menjalankan tugas kita sebagai makhluk sosial terlebih lagi dalam melaksanakan ibadah kita kepadaNya.

Wallohul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad

Supriyatna

1 Bulan Masa Pelatihan, 11 Bulan Masa Pertanggungjawaban

Yakin akan bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan???
Kalau tidak yakin, jangan pernah menyesal karena ramadhan tahun ini akan meninggalkan kita hanya dalam hitungan jam.
Hikmah ramadhan tidak hanya dilihat sebelum dan ketika pelaksanaannya saja. Melainkan setelah ramadhan itu akan menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang dalam menjalani rangkaian ibadah selama bulan suci ramadhan.
1 bulan itu adalah masa pelatihan, melatih dari hawa nafsu dengan menjaga pandangan, pendengaran, ucapan, perbuatan, dan lainnya.
11 bulan lainnya itu adalah bentuk pengamalan yang sesungguhnya dalam meraih kebahagiaan di hari kemenangan.
Jangan pernah menganggap diri sebagai pemenang jika puasa ramadhan kalian abaikan.
Mudah-mudahan Allah SWT masih memberikan kesempatan untuk dapat berjumpa dan menjalani amalan ibadah di bulan suci ramadhan di tahun-tahun yang akan datang.
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Supriyatna & Keluarga

Bacaan Niat Mengeluarkan dan Menerima Zakat Fitrah

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Sahabat pembaca di mana saja berada, mudah-mudahan Allah SWt senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan dalam setiap urusan kita.

Alhamdulillah hari ini kita berada di pertengahan hari dari hari-hari di bulan suci ramadhan.

Bulan ramadhan adalah bulan yang di dalamnya terdapat banyak sekali kenikmatan dan keberkahan yang tidak ternilai pahalanya apabila dibandingkan dengan amalan-amalan ibadah di bulan-bulan lainnya.

Amalan di bulan ramadhan tidak hanya sekedar menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan atau megurangi nilai pahala dari ibadah puasa kita, melainkan banyak sekali amalan ibadah yang bersifat wajib maupun sunnah yang terdapat di dalamnya namun tidak ada di bulan-bulan lainnya. Diantara yang sunnah ialah shalat tarawih tidak ada di bulan lain kecuali di bulan ramadhan, berbuka puasa, makan sahur, dan lain sebagainya. Adapun yang wajib di antaranya mengerjakan ibadah puasa ramadhan itu sendiri, membayar zakat, hanya ada di bulan ramadhan dan tidak terdapat di bulan-bulann lainnya.

Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan ramadhan ini sebagai bulan untuk kita berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Kebaikan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan juga kebaikan untuk sesama kita sebagai hamba-hambaNya.

Zakat Fitrah menjadi sebuah kewajiban yang dikeluarkan oleh seorang muslim sebagai bentuk ketaatan kita atas perintahNya serta menjadikannya sebagai bentuk penyucian atas diri kita setelah melakukan amalan ibadah puasa di bulan yang sangat mulia dengan memberikannya kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Namun perlu diketahui oleh sahabat pembaca di mana saja berada, ada tata cara dalam memberikan dan menerimanya, salah satunya adalah dengan berniat mengeluakan zakat fitrah seta menerimanya dengan baik dan benar.

Berikut adalah bacaan niat untuk mengeluarkan dan menerima zakat fitrah.

Bacaan Niat Untuk Diri Sendiri

Niat Zakat Sendiri

Bacaan Niat Zakat untuk Istri

Niat Zakat Untuk Istri

Bacaan Niat Zakat untuk Anak Laki-Laki

Niat Zakat untuk Anak Laki-Laki

Bacaan Niat untuk Anak Perempuan

Niat Zakat Untuk Anak Perempuan

Bacaan Niat untuk Seluruh  Keluarga

Niat Zakat Semua Keluarga

Bacaan Do’a Menerima Zakat

Do'a menerima Zakat Fitrah

Demikianlah teks bacaan niat mengeluarkan dan menerima zakat, semoga bermanfaat.

Catatan:

Apabila dirasa sulit, boleh menggunakan bacaan sesuai bahasa masing-masing yang lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh sesama, baik yang mengeluarkan ataupun yang menerima zakat itu sendiri.

Hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan dan hanya kepadaNya pula kita semua akan kembali.

Wallahul Muaffiqu Wal Hadi Ila Sabilirrasyad